Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

25 Aug 2014

Membaca Teks "Makhluk di Bumi Ini"


Ads

Ads
Membaca Teks "Makhluk di Bumi Ini" - Pada halaman 4, kita tentunya akan diberi tugas ini. Disini kami akan membantu menjawab pertanyaan atau Pekerjaan Rumah (PR) yang telah diberikan oleh Bapak/Ibu Guru kalian.

Instruksi
Bacalah teks yang berjudul "Makhluk di Bumi Ini". Sebelum membaca teks, kalin diskusikan terlebih dahulu tugas berikut ini dalam kelompok yang terdiri atas 3 (tiga) sampai 5 (lima) orang.


Membaca Teks "Makhluk di Bumi Ini"


Pertanyaan
  1. Amatilah benda-benda yang ada di sekitar kalian, baik benda hidup maupun benda mati. Apakah benda hidup dan mati saling bergantung? Berilah penjelasan secara singkat!
  2. Cobalah membuat pengelompokkan benda-benda tersebut, lalu diskusikan dasar pengelompokkan yang kalian gunakan!
  3. Carilah kata-kata yang maknanya sama dengan kata mengelompokkan!
  4. Hewan termasuk dalam kelompok apa?
  5. Manusia termasuk dalam kelompok apa?
  6. Ketika benda-benda hidup dikelompokkan menjadi dua, yaitu  tumbuh-tumbuhan dan hewan, ada anggapan bahwa manusia adalah hewan yang dapat berfikir. Apakah maksud ungkapan tersebut dan mengapa ada anggapan demikian?

Jawaban
  1. Berdasar hasil yang telah kami amati, benda hidup dan benda mati saling bergantung satu sama lain. Dimana semua makhluk hidup di dunia ini pasti tidak bisa hidup sendiri. Pastinya, benda hidup juga membutuhkan makanan dan ingin berkembang biak. Yang berarti, secara tidak langsung benda hidup juga membutuhkan benda mati untuk kelangsungan hidup benda hidup tersebut. Misalnya benda mati seperti air, tanah dan oksigen. Dan benda hidup tersebut memerlukan benda mati tersebut untuk perkembangbiakannya. Sementara itu, benda mati juga membutuhkan benda mati contohnya saja tanah. Jika tidak ada tumbuhan/tanaman di atas tanah tersebut, maka tanah tidak dapat menanggulangi/melindungi jika adanya/derasnya terjangan hujan. Jadi, inti dari hasil ini adalah benda mati dan benda hidup saling bergantung.
  2. Di dalam pengelompokkan, kita dapat mengelompokkannya secara umum. Benda hidup memiliki ciri-ciri tumbuh, bernafas, bergerak serta berkembang biak. Namun, benda mati tidak memiliki ciri-ciri tersebut. Benda hidup juga dibedakan menjadi 2 yakni vertebrata (bertulang belakang) dan avertebrata (tidak bertulang belakang). Vertebrata meliputi manusia, burung, kucing, katak dll, sedangkan avertebrata meliputi ubur-ubur, kupu-kupu, laba-laba dll.
  3. Membagi, memilah, menggerombolkan, menggolongkan, menghimpunkan, mengklasifikasikan dan menyekutukan.
  4. Kelompok makhluk hidup. Karena hewan juga bernafas, tumbuh, memerlukan makanan, berkembang biak serta berreproduksi.
  5. Kelompok makhluk hidup. Karena manusia juga bernafas, tumbuh dan berkembang, memerlukan makanan, serta berfikir.
  6. Manusia merupakan salah satu bagian dari benda hidup. Mengapa? Karena manusia juga bernafas, tumbuh dan berkembang, memerlukan makanan, berreproduksi serta berfikir. Namun ada yang memiliki anggapan bahwa manusia itu hewan/binatang yang dapat berfikir karena manusia memiliki tulang belakang/vertebrata. Sedangkan vertebrata tersebut merupakan salah satu jenis hewan. Yang membedakan disini adalah, manusia memiliki akal namun  hewan/binatang tidak memiliki akal. Maka dari itu manusia merupakan hewan yang berfikir? Dari pertanyaan nomor 6 ini dapat kita simpulkan, Mengapa manusia merupakan binatang yang berfikir? Pertanyaan ini merupakan sindiran pedas bagi kita. Karena, disamping manusia memiliki akal namun tidak dapat digunakan dengan bijak/secara semestinya. Hal ini tentu sama seperti hewan, dimana hewan memiliki akal namun tidak dapat menggunakannya secara bijak. Jadi, kesimpulan pertanyaan nomor 6 adalah pertanyaan mengenai Sikap, bagaimana kita (Manusia) memiliki akal dan harus digunakan secara baik dan benar jika kita tidak ingin disebut sebagai MANUSIA ADALAH HEWAN YANG BERFIKIR.

Ads
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top