Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

9 Jan 2015

Pengertian Iman kepada Malaikat dan Hukumnya

Pengertian Iman kepada Malaikat dan Hukumnya - Untuk Agama Islam Kelas X (10) SMA/SMK/MA pasti akan mendapat materi ini. Di sini, kita akan membahas mengenai Pengertian Iman Kepada Malaikat Allah dan Hukum Beriman kepada Malaikat Allah.


Pengertian Iman kepada Malaikat dan Hukumnya


Iman kepada Malaikat Allah

1. Pengertian Iman kepada Malaikat

Malaikat adalah salah satu makhluk ciptaan Allah yang bersifat gaib, yang diciptakan dari nur (cahaya), mereka selalu taat, tunduk, patuh kepada Allah, tidak pernah ingkar janji dan tidak membutuhkan makan dan minum. Malaikat menghabiskan waktu siang dan malam untuk mengabdi hanya untuk kepada Allah SWT.

Malaikat diciptakan oleh Allah SWT memiliki tujuan dan tugas tertentu. Malaikat ini merupakan makhluk gaib yang memiliki sifat dan ciri-ciri berbeda dengan manusia. Malaikat adalah makhluk yang tidak berwujud, tidak dapat disentuh, dilihat dan didengar.

Iman kepada Malaikat Allah adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menciptakan Malaikat sebagai makhluk gaib yang telah diutus untuk melaksanakan segalah perintah-Nya. Manusia yang mengimaninya akan selalu berhati-hati dan menjaga dirinya dalam berkata-kata dan berbuat sesuatu dalam kehidupan sehari-hari.

2. Hukum Beriman kepada Malaikat

Beriman atau meyakini kepada Malaikat, hukumnya fardu 'ain. Ini merupakan salah satu iman nomor 2. Hal ini didasarkan dari beberapa sumber Al Qur'an dan Hadits sebagai berikut.
  • Q.S. Al Baqarah (2) : 285
yang artinya/terjemahannya :
Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rasul-rasulNya. (Mereka berkata), "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasulNya." Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepadaMu tempat (kami) kembali."
  • Q.S. Fathir (35) : 1
yang artinya/terjemahannya :
Segala Puji bagi Allah pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaanNya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
  • Q.S. An-Nisa' (4) : 136
yang artinya/terjemahannya :
Wahai orang-orang yang beriman!  Tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al Qur'an) yang diturunkan kepada RasulNya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.
  • H.R. Imam Muslim
Hadits Riwayat Abu Hurairah ra, ia berkata : Rasulullah bersabda : "Allah menciptakan Adam dalam bentuknya setinggi enam puluh hasta. Setelah menciptakannya, Allah berkata : Pergilah dan ucapkanlah salam kepada kelompok itu, yaitu beberapa malaikat yang sedang duduk, dan dengarkanlah apakah jawaban mereka karena itulah ucapan selamat untukmu dan keturunanmu. Maka Adam pergi menghampiri lalu mengucapkan : "Semoga Keselamatan Menyertai Kalian". Mereka menjawab : "Semoga Keselamatan dan Rahmat Allah Menyertai Kalian". Mereka menambahkan "Rahmat Allah". Maka setiap orang yang memasuki surga itu seperti bentuk Adam yang tingginya enam puluh hasta. Seluruh makhluk setelah Adam terus berkurang tingginya sampai sekarang
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top