Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

29 Jan 2015

Teori Keadilan Menurut Aristoteles

Teori Keadilan Menurut Aristoteles - Sebenarnya, Konsep Keadilan itu ada sejak jaman dahulu kala. Ada 3 orang filsuf yang sangat terkenal mengenai teori keadilan itu. Seperti Aristoteles, Plato dan Thomas Hobbes.

Keadilan merupakan suatu bentuk kondisi kebenaran ideal secara moral akan sesuatu hal, baik itu menyangkut benda ataupun orang. Menurut dari sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar.

Kebanyakan orang percaya jika ketidakadilan harus segera dilawan dan dihukum, serta banyak gerakan sosial dan politis yang ada di seluruh dunia memperjuangkan menegakkan keadilan.

Namun, dengan banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan ini memberikan pemikiran jika tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi keadilan itu sendiri masih belum jelas. Namun pada intinya, keadilan ialah meletakkan segala sesuatu pada tempatnya.

Dalam bahasa inggris, keadilan adalah justice. Justice itu sendiri terdiri atas dua makna, yaitu makna justice secara atribut dan makna justice secara tindakan. Makna justice secara atribut merupakan suatu kausalitas yang adil. Sementara itu makna justice secara tindakan merupakan tindakan menjalankan dan menentukan hak atau hukuman.

Keadilan ini memiliki arti tidak berat sebelah, tidak memihak, berpihak kepada yang benar dan tidak sewenang-wenang.

Teori Keadilan menurut Aristoteles


Teori Keadilan Menurut Aristoteles

Pada teorinya, Aristoteles ini sendiri mengemukakan bahwa ada 5 jenis perbuatan yang tergolong dengan adil. Lima jenis keadilan yang dikemukakan oleh Aristoteles ini adalah sebagai berikut.

1. Keadilan Komutatif

Keadilan komutatif ini merupakan suatu bentuk perlakuan terhadap seseorang dengan tanpa melihat jasa-jasa yang telah diberikan atau diperbuat.

Makna
Seseorang yang telah melakukan suatu bentuk tindak kesalahan atau pelanggaran dengan tanpa memandang kedudukan, jasa-jasanya, ia juga harus tetap dihukum sesuai dengan kesalahan ataupun pelanggaran yang telah dibuat olehnya.

Contoh
  • Seorang ibu yang memberikan hadiah yang sama kepada anak-anaknya tanpa memandang apa yang telah dilakukan atau telah diperbuat anak-anaknya kepada ibunya.
  • Seorang siswa akan mendapatkan hak dan kewajibannya sebagai seorang pelajar sama dengan pelajar lain tanpa harus membeda-bedakan baik buruknya, jenis kelamin, kepintaran dan lain sebagainya.
  • Seorang koruptor akan tetap dijatuhi hukuman tanpa melihat jika dirinya memiliki kedudukan tinggi dalam sebuah negara, akan tetap dikenakan hukuman yang berlaku dan setimpal sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku di negara tersebut.

Manfaat
  • Menegakkan keadilan yang ada di dalam masyarakat.
  • Mengurangi kesenjangan hukum yang terjadi di masyarakat.
  • Menciptakan hukum yang adil.
  • Menciptakan masyarakat yang taat akan hukum.
  • Mengurangi adanya rasa iri pada masyarakat.
  • Mengurangi pandangan masyarakat yang sebelah mata dari hukum yang ada.

2. Keadilan Distributif

Keadilan distributif merupakan suatu perlakuan terhadap seseorang sesuai dengan jasa-jasa yang telah diberikan.

Makna
Seseorang yang telah melakukan suatu bentuk tindak kesalahan atau bahkan pelanggaran dengan memandang kedudukannya, jasa-jasa yang telah ia berikan beserta dengan haknya masing-masing, ia juga tetap dihukum sesuai dengan kesalahan atau pelanggaran yang telah diperbuat olehnya, namun di sini juga tetap mempertimbangkan jasa-jasanya.

Contoh
  • Andi memberikan hadiah kepada Budi dan Candra dengan memandang apa yang telah dilakukan oleh si Budi dan Candra terhadap si Andi.
  • Nilai yang diberikan terhadap siswa sesuai dengan prestasi yang telah didapatkan atau dicapai atau ia raih selama satu semester.
  • Seorang karyawan akan tetap diberikan gaji setiap bulan dengan apa yang sudah menjadi prioritas di perusahaan tersebut, dan juga prestasi yang telah ia berikan terhadap perusahaan itu.

Manfaat
Memberi anggapan yang baik terhadap pelaku karena menganggap jasa-jasanya dihargai.

3. Keadilan Kodrat Alam

Keadilan kodrat alam yakni memberikan sesuati sesuai dengan apa yang telah diberikan oleh orang lain kepada kita sendiri.

Contoh
  • Budi memberikan hadiah kepada Andi dengan apa yang telah Andi berikan kepada si Budi.
  • Orang yang baik dengan sesama, maka ia juga akan diperlakukan dengan baik.
  • Orang yang menebang pohon secara sembarangan, akan memperoleh akibat terjadinya suatu bentuk bencana alam.
  • Orang yang terbiasa hidup di dalam lingkungan yang kotor, maka nanti akan mendapatkan akibatnya juga.

Manfaat
Meningkatkan motivasi diri seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depannya.
Membuat manusia menjadi berfikir ulang mengenai akibat yang nantinya akan terjadi sebelum dirinya melakukan atau berbuat sesuatu.

4. Keadilan Konvensional

Keadilan Konvensional merupakan suatu kondisi di mana apabila seorang warga sudah menaati segala peraturan perundang-undangan yang telah dibuat atau dikeluarkan.

Makna
  • Seseorang yang berperan sebagai warga negara yang telah menaati segala peraturan perundang-undangan yang telah dikeluarkan serta diwajibkan sehingga tak akan terjadi suatu bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan oleh warga negara.
  • Taat dalam membayar pajak.

Contoh
  • Warga negara yang menaati peraturan lalu lintas, lalu membayar pajak dan masih banyak lagi yang lainnya.

Manfaat
  • Menciptakan masyarakat yang lebih taat terhadap peraturan.
  • Mengurangi terjadinya pelanggaran hukum
  • Menciptakan kondisi yang kondusif di lingkungan bermasyarakat, berbangsa serta bernegara.

5. Keadilan Perbaikan

Keadilan perbaikan merupakan apabila seseorang sudah berusaha untuk memulihkan nama baik seseorang yang sudah tercemar.

Makna
Apabila seseorang telah melakukan suatu bentuk tindak kesalahan atau pelanggaran dan dirinya berusaha untuk mencoba memulihkan nama baik orang yang telah dia cemarkan

Contoh
  • Seseorang yang melakukan suatu tindak pencemaran nama baik seseorang dengan melakukan perbuatan pelecehan atau pemfitnahan terhadap seseorang itu, akan tetapi dengan sadarnya ia berusaha untuk memperbaiki nama baik seseorang itu.
  • Seseorang yang bersalah meminta maaf kepada masyarakat karena telah terbukti mencemarkan nama baik seseorang.

Manfaat
  • Mengembalikan nama baik seseorang yang sudah tercemar menjadi buruk.
  • Mengurangi rasa benci korban dengan pihak pelanggar.
  • Menambahkan rasa kesadaran hukum.
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top