Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

11 Apr 2015

Model Pengalamatan Standar dari Pengalamatan IPv4

3 Model Pengalamatan Standar dari Pengalamatan IPv4 (Unicast, Multicast & Broadcast) - Untuk Jaringan Dasar kali ini, kita akan membahas mengenai Model Pengalamatan Standar IPv4 yang terdiri dari 3 model seperti Unicast, Multicast dan Broadcast. Masing-masing model memiliki tipe-tipe yang saling berbeda satu sama lain. Apakah itu?

Model Pengalamatan Standar IPv4

IPv4 Unicast Addresses

Penugasan terhadap suatu Antarmuka/Interface jaringan yang ditempatkan pada subnet khusus, digunakan sebagai komunikasi point to point. Setiap antarmuka jaringan yang menggunakan Protokol TCP/IP harus diidentifikasi terlebih dahulu dengan menggunakan alamat logis yang unik, yang biasa disebut dengan alamat unicast. Alamat unicast biasa disebut dengan alamat logis karena alamat ini adalah alamat yang diterapkan di dalam lapisan jaringan DARPA Reference.

Model dan tidak memiliki relasi langsung dengan alamat yang digunakan pada lapisan antarmuka jaringan DARPA Reference Model. Sebagai salah satu contohnya alamat unicast dapat ditetapkan ke dalam host dengan antarmuka jaringan yang berteknologi Ethernet, yang memiliki alamat MAC sepanjang 48-bit. Alamat unicast ini yang harus digunakan oleh semua host TCP/IP sehingga dapat saling terhubung.

Komponen pada alamat ini terbagi menjadi 2 jenis, yakni alamat host dan alamat jaringan. Alamat unicast menggunakan Kelas A, B, dan C dari kelas alamat IP yang sudah disebutkan sebelumnya, sehingga ruang pada alamatnya adalah 1.x.y.z sampai 223.x.y.z. Sebuah alamat unicast dapat dibedakan dengan alamat lain menggunakan subnet mask.

IPv4 Multicast Addresses

Penugasan kepada satu atau bahkan lebih antarmuka jaringan dengan subnet yang berbeda. Digunakan sebagai komunikasi yang satu ke banyak komputer. Alamat IP Multicast adalah alamat yang digunakan untuk menyampaikan suatu paket kepada banyak penerima.

Di dalam sebuah Intranet yang memiliki Alamat Multicast Paket yang ditujukan kepada sebuah alamat multicast nantinya akan diteruskan oleh router ke dalam sub jaringan yang terdapat berbagai host yang tengah dalam kondisi "listening" terhadap lalu lintas jaringan yang dikirim ke alamat multicast itu.

Dengan cara ini, alamat multicast akan menjadi salah satu cara yang efisien untuk mengirim paket data dari 1 sumber ke beberapa tujuan untuk beberapa jenis komunikasi. Alamat multicast didefinisikan dengan RFC 1112. Alamat multicast IPv4 didefinisikan dalam ruang alamat Kelas D, yang berkisar antara 224.0.0.0 sampai 239.255.255.255. Prefix alamat 224.0.0.0/24 dari alamat 224.0.0.0 hingga 224.0.0.255 tidak bisa digunakan karena dicadangkan untuk digunakan sebagai lalu lintas multicast di dalam subnet lokal.

IPv4 Broadcast Addresses

Penugasan terhadap seluruh antarmuka jaringan di dalam suatu subnet, yang digunakan untuk komunikasi 1 komputer ke semuanya dalam suatu subnet. Alamat broadcast untuk IPv4 digunakan menyampaikan paket data satu untuk semua. Jika suatu host pengirim hendak mengirim paket data dengan tujuan alamat broadcast, maka semua node yang ada di dalam segmen jaringan akan menerima paket itu dan langsung memprosesnya. Berbeda jika dengan alamat IP unicast atau IP multicast, alamat IP broadcast hanya bisa digunakan sebagai alamat tujuan saja, sehingga tidak akan bisa digunakan sebagai alamat sumber.

Ada 2 buah jenis alamat IP Broadcast, yakni :
  1. Network broadcast
  2. Subnet broadcast
  3. Alssubnet-directed broadcast
  4. Limited broadcast
Untuk setiap jenis alamat broadcast itu, paket IP broadcast akan dialamatkan pada lapisan teknologi antarmuka jaringan dengan menggunakan alamat broadcast, paket IP broadcast akan dialamatkan ke dalam lapisan antarmuka jaringan yang digunakan. Sebagai salah satu contohnya untuk jaringan Ethernet dan Token Ring, semua paket Broadcast IP akan dikirim ke alamat broadcast Ethernet dan Token Ring yaitu 0xFF-FF-FF-FF-FF-FF.

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top