Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

29 May 2015

Proses Masuknya Islam ke Kepulauan Nusantara


Ads

Ads
Berbagai Pendapat mengenai Proses Masuknya Islam ke Kepulauan Nusantara - Ada 3 pendapat yang menyatakan mengenai Proses Masuknya Islam ke Nusantara (Indonesia). Berbagai pendapat ini terbilang sangat signifikan, terlebih perihal mengenai waktu dan tempat asalnya. Apa saja itu?

Proses Masuknya Islam ke Kepulauan Nusantara

Pertama

Sarjana Barat (yang Kebanyakan berasal dari Belanda) mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia berasal dari Gujarat sekitar Abad ke 13 Masehi atau sama dengan Abad ke 7 Hijriyah. Pendapat ini berasumsi bahwa, Gujarat terletak di India tepatnya bagian barat, berdekatan dengan Laut Arab. Letaknya memang sangat strategis karena berada di dalam jalur perdagangan antara timur dan barat.

Pedagang Arab yang bermahzab Syafi'i telah bermukim di Gujarat dan Malabar semenjak awal tahun Hijriyah (Abad ke 7 Masehi). Orang-orang yang menyebarkan Islam ke Indonesia menurut Pijnapel bukanlah dari orang Arab secara langsung, yang melainkan para Pedagang Gujarat yang telah memeluk Islam dan berdagang ke dunia Timur.

Pendapat dari J. Pijnapel ini kemudian mendapat dukungan dari C. Snouck Hurgronje, dan J.P Moquetta (1912). Argumentasinya didasarkan pada batu nisan Sultan Malik Al Saleh yang telah wafat pada 17 Dzulhijjah 831 Hijriyah atau 1297 Masehi di Pasai, Aceh. Menurutnya, batu nisan di Pasai dan makam Maulana Malik Ibrahim yang wafat di tahun 1419 di Gresik, Jawa Timur memiliki bentuk yang sama dengan batu nisan yang ada di Kambay, Gujarat.

Moquetta kemudian menyimpulkan bahwa batu nisan tersebut diimpor dari Gujarat, atau setidaknya dibuat oleh Orang Gujarat atau Indonesia yang telah belajar kaligrafi khas dari Gujarat.

Kedua

Hoesein Djajadiningrat mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia berasal dari Persia (yang sekarang disebut dengan Iran). Pendapatnya didasarkan dengan kesamaan budaya dan tradisi yang berkembang antar masyarakat Parsi dan Indonesia.

Tradisi tersebut antara lain :
Tradisi untuk merayakan 10 Muharram atau Asyuri sebagai hari suci kaum Syiah atas kematian dari Husein bin Ali, seperti yang berkembang di dalam tradisi tabot di Pariaman, Sumatera Barat dan Bengkulu.

Ketiga

Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) mengatakan bahwa Islam berasal dari tanah kelahirannya, yakni Arab atau Mesir. Proses ini berlangsung pada abad pertama Hijriyah atau abad ke 7 Masehi. Senada dengan pendapat dari Hamka, teori yang mengatakan bahwa Islam berasal dari Mekkah dikemukakan oleh Anthony H Johns.

Menurutnya, Proses Islamisasi ini dilakukan oleh Musafir (Pengembara) yang datang dari Kepulauan Indonesia. Kaum ini biasanya mengembara dari 1 tempat ke tempat yang lain dengan motivasi hanya pengembangan Agama Islam.

Ads
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top