Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

9 Aug 2015

Pentingnya Perilaku Jujur dalam Kehidupan Sehari-hari


Ads

Ads
Pentingnya Perilaku Jujur dalam Kehidupan Sehari-hari - Orang yang jujur, menjadi patokan penting sehingga ia bisa dipercayai. Jujur ini berarti kesesuaian antara apa yang diucapkan/dikatakan atau diperbuat dengan kenyataan yang ada/benar-benar terjadi.

Jadi, apabila ada berita yang sesuai dengan situasi, kondisi yang ada, maka itu adalah benar/jujur adanya, akan tetapi jika tidak, maka dikatakan dusta. Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk bersikap benar, baik dalam perbuatan maupun dalam ucapan, sebagaimana firmanNya :
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar." (QS At-Taubah/9:119)

Jujurlah, jangan pernah berbohong!

Kejujuran itu ada pada ucapan, adapula pada perbuatan, sebagaimana seseorang yang melakukan suatu perbuatan, tentu sesuai dengan yang ada pada batinnya. Ketika berani untuk mengatakan "tidak" untuk korupsi, berusaha untuk menjauhi apa yang namanya korupsi.

Jangan sampai jika sudah mengatakan tidak, namun kenyataannya melakukan korupsi. Demikian juga orang munafik, tidaklah dikatakan sebagai orang yang jujur karena ia menampakkan dirinya sebagai orang yang bertauhid, padahal hatinya jelas tidak.

Dan yang jelas, kejujuran adalah sifat orang-orang yang beriman, sedangkan lawannya, ialah dusta, adalah sifat orang yang munafik. Ciri-ciri orang munafik adalah dusta, ingkar janji dan khianat sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi Muhammad SAW bersabda "Tanda orang munafik ada 3, yaitu : apabila berbicara dusta, apabila berjanji mengingkari dan apabila dipercaya khianat." (HR. Bukhari Muslim).
Ibnu Qayyim berkata, dasar iman yakni kejujuran (kebenaran), sedangkan dasar nifaq adalah kebohongan/dusta. Tidak akan pernah bertemu antara kedustaan dan keimanan melainkan akan saling bertentangan satu sama lain.

Allah SWT menegaskan bahwa tidak ada yang bermanfaat bagi seorang hamba dan yang mempu menyelamatkannya dari azab, kecuali kejujurannya (kebenarannya).
Allah berfirman, "Inilah saat orang yang benar memperoleh manfaat dari kebenarannya. Mereka memperoleh surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepadaNya. itulah kemenangan yang agung." (QS Al-Maidah/5:119)

Ads
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top