Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

11 Aug 2015

Penyebab Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Penyebab Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) - Setiap manusia di dunia ini pasti memiliki hak asasi, namun hak asasi yang dimiliki oleh manusia tersebut dibatasi oleh hak asasi manusia yang lainnya. Dengan demikian, maka tidak ada seorang pun yang diperbolehkan untuk melanggar hak asasi orang lain.

Namun dalam kenyataannya, manusia sangat suka dengan sifat lupa diri, bahwa di sekitarnya dia ada manusia yang memiliki kedudukan sama dengan dirinya. Namun dengan segala ketamakannya, manusia sering tidak menganggap penting dan menghancurkan hak asasi sesamanya.

Hak Asasi Manusia

Pelanggaran HAM disebabkan oleh faktor berikut :

A. Faktor Internal
Yakni dorongan untuk melakukan pelanggaran HAM yang berasal dari diri pelaku pelanggar HAM, seperti diantaranya :

  1. Sikap egois alias terlalu mementingkan dirinya sendiri. Sikap ini akan menyebabkan seseorang untuk selalu menuntut hak miliknya, sementara itu kewajibannya seringkali diabaikan. Seseorang yang memiliki sikap seperti ini, tentunya akan menghalalkan segala cara agar haknya bisa terpenuhi, meski caranya itu memang bisa melanggar hak orang lain.
  2. Rendahnya kesadaran HAM. Hal ini akan menyebabkan pelaku pelanggaran HAM berbuat seenaknya atau secara semena-mena. Pelaku tidak ingin tahu jika orang lain memiliki hak asasi yang harus dihormati. Sikap yang tidak ingin tahu ini mengakibatkan munculnya perilaku atau tindakan penyimpangan terhadap hak asasi manusia.
  3. Sikap tidak toleran.  Sikap ini nantinya akan menyebabkan muncul rasa saling tidak menghargai dan tidak menghormati atas kedudukan atau keberadaan orang lain. Sikap ini pada akhirnya akan mendorong manusia untuk melakukan diskriminasi kepada orang lain.
B. Faktor Eksternal
Yakni faktor dari luar diri manusia yang mendorong seseorang arau kelompok orang melakukan pelanggaran HAM, diantaranya :
  1. Penyalahgunaan kekuasaan. Di kalangan masyarakat, ada banyak kekuasaan yang berlaku. Kekuasaan di sini tidak hanya menunjuk pada kekuasaan pemerintah, akan tetapi juga bentuk kekuasaan lain yang terdapat di dalam masyarakat. Salah satu contohnya adalah kekuasaan pada perusahaan. Para pengusaha yang tidak mempedulikan hak para buruhnya, jelaslah melanggar hak asasi manusia. Maka dari itu, setiap penyalahgunaan kekuasaan mendorong muncul/timbulnya pelanggaran HAM.
  2. Ketidaktegasan aparat penegak hukum. Aparat penegak hukum yang bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran HAM, tentu saja akan mendorong terjadinya pelanggaran HAM lainnya. Penyelesaian kasus pelanggatan yang tak tuntas malah akan menjadi pemicu bagi munculnya kasus lainnya, para pelaku tidak akan merasa jera karena mereka tidak menerima sanksi tegas atas perbuatannya. Selain hal itu, aparat penegak hukum yang bertindak secara sewenang-wenang juga merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM dan menjadi contoh yang tidak baik serta bisa mendorong timbulnya pelanggaran HAM yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya.
  3. Penyalahgunaan teknologi. Kemajuan teknologi bisa memberikan pengaruh positif namun juga bisa memberikan pengaruh negatif bahkan memicu timbulnya tingak kejahatan. Salah satu contoh kasusnya adalah pertemanan di dalam jejaring sosial yang ujung-ujungnya berujung pada penculikan. Kasus ini menjadi salah satu bukti jika kemajuan teknologi tidak dimanfaatkan secara positif atau sesuai aturan, maka akan menjadi penyebab timbulnya pelanggaran HAM. Selain itu, kemajuan teknologi dalam bidang produksi juga menimbulkan dampak negatif, misal munculnya pencemaran lingkungan yang berdampak pada terganggunya kesehatan manusia.
  4. Kesenjangan sosial dan ekonomi yang tinggi. Kesenjangan menggambarkan bahwa telah terjadinya ketidakseimbangan yang mencolok di kalangan masyarakat. Dan biasanya, yang menjadi pemicunya adalah perbedaan tingkat kekayaan atau jabatan yang dimiliki. Apabila hal tersebut dibiarkan secara terus-menerus, maka akan menimbulkan terjadinya pelanggaran HAM, misal perbudakan, pelecehan, perampokan bahkan bisa saja adanya pembunuhan.
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top