26 Aug 2015

Tata Cara Memandikan Jenazah

Tata Cara Memandikan Jenazah - Ada syarat wajib, orang yang berhak, dan tata cara untuk memandikan jenazah menurut islam. Setelah selesai memandikan jenazah, lalu jenazah dikafani, disolati dan dikubur.

Sebelum kita jauh dalam membahas materi ini, alangkah baiknya untuk mempelajari terlebih dahulu Tata Cara Memandikan Jenazah.

Tata Cara Memandikan Jenazah

Syarat Wajib Memandikan Jenazah

  1. Jenazah tersebut adalah orang Islam. Apapun alirannya, mazhab, suku, ras maupun profesinya.
  2. Didapati tubuhnya walau sedikit.
  3. Bukan mati syahid (Mati dalam peperangan membela Agama Islam yang seperti pernah terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW).

Yang berhak Memandikan Jenazah

  1. Jika jenazah tersebut laki-laki, yang memandikannya hendaklah laki-laki pula. Perempuan tidak dibolehkan untuk memandikan jenazah laki-laki kecuali istri dan mahramnya.
  2. Jika jenazah tersebut perempuan, hendaklah dimandikan oleh perempuan pula. Laki-laki tidak dibolehkan untuk memandikan jenazah perempuan kecuali suami atau mahramnya.
  3. Jika jenazah tersebut seorang Istri, sementara suami dan mahramnya ada semua, maka suami lebih berhak untuk memandikan istrinya.
  4. Jika jenazah tersebut seorang Suami, sementara istri dan mahramnya ada semua, maka istri lebih berhak untuk memandikan suaminya.
  5. Jika jenazah anak laki-laki masih kecil, perempuan juga boleh untuk memandikannya. Sama halnya dengan jenazah anak perempuan masih kecil, laki-laki boleh memandikannya.

Tata Cara Memandikan Jenazah

  1. Dilakukan di tempat yang tertutup sehingga yang melihat hanya orang-orang yang memandikan dan yang mengurusnya saja.
  2. Mayat diletakkan di tempat yang lebih tinggi seperti dipan.
  3. Dipakaikan kain basahan seperti sarung agar auratnya tidak terbuka.
  4. Mayat didudukkan/disandarkan pada sesuatu, lalu disapu perutnya dengan ditekan secara pelan-pelan agar semua kotorannya keluar, lantas dibersihkan dengan tangan kirinya, dianjurkan untuk mengenakan sarung tangan. Di dalam hal ini, diperbolehkan menggunakan wangi-wangian agar tidak terganggu bau kotoran dari si mayat.
  5. Setelah itu, hendak untuk mengganti sarung tangan untuk membersihkan mulut dan gigi mayat.
  6. Membersihkan semua kotoran dan nais.
  7. Mewudhukan, lalu setelah itu membasuh seluruh badannya.
  8. Disunahkan untuk membasuh 3 hingga 5 kali.
Air untuk memandikan mayat sebaiknya air dingin. Kecuali udara yang sangat dingin atau terdapat kotoran yang sulit untuk dihilangkan, boleh menggunakan air hangat.
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!

2 komentar

Hai Oyong Ilham, silakan diserap :)

Wah! Orang-orang di sekitar kita telah berkomentar sebanyak lebih dari 850 komentar! Sekarang giliran kalian! Ayo berpendapat!

Habibullah Al Faruq

Portal Situs Edukasi SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan Tinggi di Jaringan Luas Indonesia

 
Admin - FAQ - Kontak Kami - Perjalanan - Privacy Policy - Tentang HabibullahURL
Back To Top