Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

10 Oct 2015

Pengertian Khutbah, Tabligh dan Dakwah

Pengertian Khotbah, Tabligh dan Dakwah - Pernahkah kalian mendengar sabda Rasulullah yang satu ini? "Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat." tentu sabda tersebut pastinya tidak asing di mata kalian bukan?

Sabda ini mengisyaratkan kepada kita semua untuk menyampaikan ayat, hadis, maupun nasihat lainnya yang memang fungsinya untuk mengajak kepada Islam dan ajaran yang baik. Seperti halnya khutbah, tabligh dan dakwah. Lalu apa perbedaan dari ketiga tersebut? Apa pengertiannya?

Pengertian Khotbah, Tabligh dan Dakwah

1. Khutbah

Khutbah, secara bahasa merupakan ceramah atau pidato. Dan sementara itu secara istilah, khutbah merupakan kegiatan ceramah yang disampaikan kepada sejumlah orang Islam dengan syarat dan rukun, baik berupa peringatan, pembelajaran, atau nasihat.

Di dalam syariat Islam, ada berbagai macam khutbah, seperti halnya khutbah jum'at, khutbah Idul Fitri, khutbah Idul Adha, khutbah Istisqa' ataupun khutbah di dalam rangkaian sholat Kusuf dan Khusuf.

2. Tabligh

Tabligh, secara etimologi yakni berasal dari kata ballaga-yuballigu-tabligan yang mempunyai arti menyampaikan. Dan secara terminologi, tabligh adalah menyampaikan ajaran-ajaran Islam, baik dari Al-Qur;an maupun hadis yang ditujukan kepada umat manusia. Dan orang yang menyampaikan tabligh, disebut "muballig".

3. Dakwah

Dakwah berasal dari bahasa Arab yakni da'a - yad'u - da'watan yang memiliki arti menyeru atau mengajak. Secara istilah, dakwah yaitu kegiatan mengajak seseorang kepada ajaran Islam untuk diamalkan di dalam kehidupan nyata supaya mendapatkan kebahagiaan yang hakiki, yakni kebahagiaan dunia dan akhirat.

Dan orang yang melaksanakan dakwah disebut da'i.

Dilihat dari bentuk penyampaiannya, dakwah dibagi menjadi 3 yakni :
  1. Dakwah dengan lisan (kultum, khotbah, atau kajian)
  2. Dakwah dengan tulisan (menulis buku)
  3. Dakwah dengan perbuatan (memberi contoh kepada orang lain agar mereka berperilaku dengan baik dan benar sesuai dengan ajaran Islam)
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top