Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

19 Nov 2015

Pengertian dan Akibat Terjadinya Revolusi Bumi

Pengertian dan Akibat Terjadinya Revolusi Bumi - Selain berputar pada porosnya alias berotasi, bumi juga berputar mengelilingi matahari yang disebut dengan revolusi bumi.

Kala Revolusi adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali (1x) revolusi. Kala revolusi bumi 365 1/4 hari atau disebut dengan 1 tahun masehi.

Daerah yang dilewati oleh bumi ketika melakukan revolusi dinamakan dengan bidang ekliptika. Sama halnya dengan rotasi bumi, revolusi bumi juga tak bisa dirasakan oleh manusia, akan tetapi hanya bisa dirasakan akibatnya saja di kehidupan kita.

Pengertian dan Akibat Revolusi Bumi

Akibat/Pengaruh Revolusi Bumi

1. Perbedaan lama siang dan malam
Adanya kombinasi antara revolusi bumi dan kemiringan sumbu bumi terhadap bidang ekliptika menimbulkan beberapa gejala alam yang diamati secara berulang di tiap tahunnya. Peristiwa ini terlihat jelas diamati di sekitar kutub utara dan kutub selatan.

Adanya pergeseran garis edar matahari akan mengakibatkan perubahan/perbedaan lamanya siang dan malam.

Di saat-saat tertentu di suatu tempat, akan mengalami malam yang lebih panjang dibandingkan siang hari, demikian sebaliknya saat yang lain memiliki siang lebih lama dibandingkan malam hari.

Di daerah kutub utara, pada malam hari bisa berlangsung lama hingga 24 jam, sementara itu hal sebaliknya yang sama di kutub selatan bisa berlangsung siang hari selama 24 jam begitu pula sebaliknya.

Pada tanggal 21 Maret sampai dengan 23 September
  • Kutub utara mendekati matahari, sementara itu kutub selatan menjauhi matahari.
  • Belahan bumi bagian utara menerima sinar matahari lebih banyak dibandingkan belahan bumi bagian selatan.
  • Panjang siang di belahan bumi utara menjadi lebih lama dibandingkan belahan bumi selatan.
  • Terdapat daerah di sekitar kutub utara yang mengalami waktu siang 24 jam dan adapula daerah di sekitar kutub selatan yang mengalami malam 24 jam.
  • Diamati dari garis khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke utara.
  • Kutub utara paling dekat ke matahari pada tanggal 21 Juni. Pada saat ini, pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5 derajat ke utara.


Pada tanggal 23 September sampai dengan 21 Maret
  • Kutub selatan lebih dekat dengan matahari, sementara itu kutub utara lebih menjauhi matahari.
  • Belahan bumi bagian selatan menerima sinar matahari yang lebih banyak ketimbang belahan bumi bagian utara.
  • Panjang siang di belahan bumi selatan lebih lama ketimbang dengan belahan bumi utara.
  • Terdapat daerah di sekitar kutub utara yang mengalami malam 24 jam dan ada daerah di sekitar kutub selatan mengalami siang 24 jam.
  • Diamati dari khatulistiwa, matahari terlihat bergeser ke selatan.
  • Kutub selatan berada di posisi yang paling dekat dengan matahari pada tanggal 22 Desember. Pada saat ini, pengamat khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5 derajat ke selatan.


Pada tanggal 21 Maret dan 23 Desember
  • Kutub utara dan kutub selatan memiliki jarak yang sama ke matahari.
  • Belahan bumi bagian utara dan belahan bumi bagian selatan menerima sinar matahari yang sama banyaknya.
  • Panjang siang dan malam sama di seluruh belahan bumi.
  • Di daerah khatulistiwa, matahari tampak melintas tepat di atas kepala.


2. Gerak Semu Tahunan Matahari
Adanya pergeseran posisi matahari ke arah belahan bumi utara (22 Desember sampai 21 Juni) dan pergeseran posisi matahari dari belahan bumi utara ke belahan bumi selatan (21 Juni - 21 Desember) disebut sebagai Gerak Semu Harian Matahari.

Hal ini disebut seperti demikian karena sesungguhnya matahari tak bergerak. Gerak tersebut merupakan akibat dari revolusi bumi dengan sumbu rotasi yang miring.

3. Perubahan Musim
Musim merupakan hasil dari revolusi tahunan bumi mengelilingi Matahari dan kemiringan sumbu bumi relatif terhadap bidang revolusi.

Di daerah yang memiliki iklim sedang dan kutub, musim ditandai dengan perubahan intensitas sinar matahari yang mencapai permukaan bumi, variasi yang bisa menyebabkan hewan pergi untuk hibernasi alias bermigrasi, dan tanaman yang akan aktif.

Dalam setahun, musim dibagi menjadi 4 :
Musim semi. Musim semi merupakan satu dari empat musim yang ada di daerah non tropis, peralihan dari musim dingin ke musim panas. Di belahan utara bumi, musim semi diperkirakan terjadi pada tanggal 21 Maret - 21 Juni, sedangkan di belahan bumi selatan, diperkirakan terjadi pada tanggal 23 September - 21 Desember.

Musim panas. Musim panas merupakan musim yang ada di suatu negara dengan memiliki hawa yang sedang. Di belahan bumi utara, diperkirakan musim panas terjadi pada tanggal 21 Juni - 23 September, sedangkan di belahan bumi selatan, diperkirakan terjadi pada tanggal 21 Desember - 21 Maret.

Musim gugur. Musim gugur merupakan musim yang ada di daerah iklim sedang, yang merupakan masa peralihan dari musim panas ke musim dingin. Di belahan utara bumi, terjadi pada tanggal 23 September - 21 Desember, sedangkan di belahan selatan bumi, terjadi pada tanggal 21 Maret - 21 Juni.

Musim dingin. Musim dingin merupakan musim yang dingin di bumi, atau dengan kata lain memiliki suhu yang rendah. Musim dingin di bagian bumi belahan utara terjadi pada tanggal 21 Desember - 21 Maret, sementara itu di belahan bumi selatan, terjadi pada tanggal 21 Juni - 23 September.

Musim kemarau. Musim kemarau merupakan musim yang ada di daerah tropis dipengaruhi oleh sistem muson. Musim kemarau biasa dikenal sebagai musim kering.

Musim hujan. Musim hujan merupakan musim yang ditandai dengan meningkatnya curah hujan di suatu wilayah, dan musim hujan ini hanya dikenal di wilayah yang memiliki iklim tropis.

4. Perubahan Kenampakan Rasi Bintang
Rasi bintang adalah susunan bintang-bintang yang tampak/terlihat dari bumi yang membentuk pola tertentu. Bintang-bintang membentuk sebuah rasi sebenarnya tak berada di lokasi yang dekat.

Akibat adanya revolusi bumi, bintang-bintang yang tampak dari bumi selalu berubah. Yang memiliki arti rasi bintang nampak dari bumipun berubah.

5. Kalender Masehi
Berdasar dengan pembagian bujur, yakni bujur barat dan bujur timur, maka batas penanggalan internasional adalah bujur 180 derajat, dan mengakibatkan jika di belahan timur bujur 180 derajat tanggal 15 maka di belahan barat bujur 180 derajat masih tanggal 14, seolah seperti melompat satu (1) hari.

Sumber & Referensi : http://softilmu.blogspot.co.id/2014/07/revolusi-bumi.html
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top