Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

3 Nov 2015

Status Warga Negara Indonesia


Ads

Ads
Status Warga Negara Indonesia - Salah satu syarat buntuk berdirinya sebuah negara adalah dengan adanya rakyat. Tanpa adanya rakyat, negara itu tidak mungkin terbentuk dengan kata lain tak berpenghuni. Sementara itu, Negara juga harus memiliki batas-batas. Simak juga batas wilayah Negara Indonesia.

Rakyat di dalam sebuah negara dibedakan menjadi 2, yakni :

A. Penduduk dan Bukan Penduduk
Penduduk adalah orang yang bertempat tinggal atau menetap dalam suatu negara.

Sedangkan yang Bukan Penduduk adalah orang yang berada di suatu wilayah suatu negara dan tidak bertujuan tinggal atau menetap di wilayah negara tersebut.

B. Warga Negara dan Bukan Warga Negara
Warga Negara adalah orang yang secara hukum merupakan anggota dari suatu negara.

Sedangkan yang Bukan Warga Negara adalah orang asing atau Warga Negara Asing (WNA).

Status Warga Negara Indonesia

Sebagai penghuni negara, rakyat memiliki peranan yang penting dalam merencanakan, mengelola serta mewujudkan tujuan dari sebuah negara. Keberadaan rakyat yang menjadi penduduk maupun warga negara, secara konstitusional tercantum dalam Pasal 26 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yakni :

  1. Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.
  2. Penduduk ialah Warga Negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia.
  3. Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undang-undang.
Dari uraian di atas, menimbulkan suatu pertanyaan, apakah setiap penduduk adalah Warga Negara Indonesia?

Jawabannya adalah Tidak! Istilah penduduk lebih luas dalam artian cakupan daripada Warga Negara Indonesia.

Pasal 26 ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan bahwa penduduk ialah Warga Negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia.

Maka, dengan demikian di Indonesia, semua orang yang tinggal di Indonesia termasuk orang asingpun merupakan Penduduk Indonesia.

Dan yang perlu kalian ketahui lebih lanjut, di Indonesia itu banyak orang-orang asing atau warga negara asing yang bertempat tinggal menjadi Penduduk Indonesia. Mereka itu misalnya seperti anggota Korps Diplomatik dari negara lain, pelajar atau mahasiswa asing yang tengah menuntut ilmu dan orang-orang asing yang bekerja di Indonesia.

Selain itu, ada juga orang-orang asing yang datang ke Indonesia sebagai pelancong. Mereka berlibur untuk jangka waktu yang tertentu, paling lama sebulan hingga 2 bulan, tidak sampai menetap selama 1 (satu) tahun lamanya. Oleh karena itu bukanlah sebagai Penduduk Indonesia.

Namun, adapula diantara orang-orang asing yang telah masuk menjadi WNI atau keturunan orang asing yang masuk menjadi WNI atau keturunan dari orang asing yang secara turun-temurun bertempat tinggal di Indonesia dan telah menjadi orang-orang Indonesia. Dan dari itulah, kalian bisa melihat WNI yang merupakan keturunan dari :
  • Tionghoa,
  • Belanda,
  • Arab,
  • India,
  • Dan lain-lain
Dan diantara itu semua, WNI keturunan Tionghoa yang paling banyak jumlahnya.

Sebagai Penduduk Indonesia yang sah, setiap orang harus memiliki yang namanya surat keterangan penduduk. Surat keterangan tersebut di Negara Indonesia biasa dikenal dengan KTP (Kartu Tanda Penduduk). Surat keterangan penduduk itu sangat penting, oleh karena itu apabila kalian telah dewasa nantinya seperti sudah berusia 17 tahun, kita semua diwajibkan untuk memiliki KTP.

Yang menjadi pertanyaan, adalah mengapa KTP itu sangat penting?
Sebagai salah satu contohnya ialah bahwa hanya orang yang memiliki KTPlah yang bisa memilih serta dipilih dalam pelaksanaan Pemilu (Pemilihan Umum). Dan yang memiliki KTPlah yang bisa mendapatkan SIM (Surat Izin Mengemudi).

Sumber : Buku PPKn Kurikulum 2013 Kelas XI Semester 1

Ads
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top