Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

20 Jan 2016

Asas dan Tujuan Hukum

Asas dan Tujuan Hukum - Secara universal, yag berlaku umum di belahan seluruh dunia dan diterima oleh seluruh umat manusia sebagai keumuman hukum memiliki 5 (lima) asas (Drs. Saronji Dahlan 2006: 11-12). Kelima asas itu sebagai berikut.

Asas dan Tujuan Hukum

Asas Hukum

1. Asas Kepribadian
Hukum mengakui akan keberadaan manusia sebagai makhluk yang individu. Setiap manusia ialah individu yang memiliki hak dan kebebasan. Di sini, hukum mengakui hak milik orang atas barang-barang yag dimilikinya. Oleh karena itu, seseorang tak diperbolehkan untuk mengambil hak milik orang lain dengan memaksa atau secara paksa.

Maka, jika hal tersebut terjadi, hukum akan menindak dan menetapkan sanksi atas perbuatan melanggar hukum. Hukum itu sendiri mengatur tentang hak dan kewajiban manusia. Dengan demikian, manusia merupakan subjek hukum yang tunduk dengan aturan yang berlaku.

2. Asas Persekutuan
Selain sebagai individu yang mandiri, pada hakikatnya, manusia merupakan makhluk sosial. Di dalam kehidupan sosial, manusia yang satu bekerja sama dan berhubungan dengan manusia yang lainnya. Ini yang disebut sebagai persekutuan.

Tentu saja, di dalam persekutuan yang ada di dalam masyarakat, setiap orang menginginkan kehidupan yang teratur. Maka dari itulah, hukum diciptakan, yakni berguna untuk menjaga sehingga kehidupan bisa dijaga dalam persatuan, kesatuan, cinta kasih dan utuh.

3. Asas Kesamaan
Asas ini menghendaki adanya kesetaraan di hadapan hukum (equality before the law). Bahwa setiap orang memiliki kedudukan yang sama, tak ada yang lebih istimewa dibandingkan dengan yang lain.

Hukum tidak membeda-bedakan manusia dengan dasar ras, agama, jabatan atau status sosial lainnya. Dengan asas ini, hukum akan memberikan keadilan untuk seluruh lapisan anggota masyarakat.

4. Asas Kewibawaan
Hukum dan perangkat hukum ditetapkan oleh negara dengan persetujuan bersama (baik itu secara langsung, maupun secara tidak langsung). Dengan demikian, andai bahwa masyarakat sepakat dengan aturan yang telah ditetapkan.

Agar hukum bisa berjalan dengan baik, maka hukum dan lembaga kehakiman harus memiliki kewibawaan yang dibangun di atas keadilan, bukan dengan adanya penekanan apalagi kekerasan. Kewibawaan ini sangat penting, mengingat warga negara akan enggan untuk mematuhi hukum apabila lembaga penegak hukum tak bersih dan berwibawa.

5. Asas Pemisahan antara yang baik dan yang buruk
Asas ini menjadi makna dasar dari hukum itu sendiri, yakni menyangkut apa yang menjadi seharusnya untuk dilakukan (hal-hal yang baik) dan apa yang seharusnya tidak untuk dilakukan (hal-hal yang buruk). Hukum harus bisa dengan tegas membedakan antara hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk. Tindakan yang buruk bisa mendatangkan sanksi, sedangkan tindakan yang baik mungkin mendapatkan ganjaran.

Dengan demikian, hukum yang ditetapkan berisfat adil, yang berarti hukum tak memihak dan menindas. Pelaksanaannya diharapkan bisa mewujudkan keadilan sosial yang bisa memberikan manfaat untuk seluruh anggota masyarakat. Asas-asas di atas berlaku secara umum dan menyeluruh tanpa memandang batas-batas negara atau bentuk pemerintahan.

Hukum memiliki kedudukan yang sangat penting agar masyarakat tidak berbenturan dengan kepentingan. Benturan kepentingan yang terjadi di dalam masyarakat bisa mengakibatkan terjadinya kekacauan.

Peranan hukum menjadi sangat penting dalam mencapai suatu keadilan dan perdamaian. Sebab, dengan kondisi yang tertib dan aman, anggota masyarakat akan leluasa dalam mengusahakan perbaikan kondisi kehidupan sehingga kesejahteraan yang diharapkan bisa tercapai. Dengan demikian, penciptaan hukum diarahkan untuk mewujudkan suatu keadilan dan kemakmuran bersama.

Tujuan Hukum

  1. Menurut Apeldoorn, yakni untuk mengatur tata tertib masyarakat secara damai dan adil.
  2. Menurut Kan, yakni untuk menjaga kepentingan tiap manusia supaya kepentingan itu tidak dapat terganggu.
  3. Menurut Utrecht, yakni bertugas menjamin adanya kepastian hukum dalam pergaulan manusia.
  4. Menurut Mochtar Kusumaatmadja, tujuan hukum adalah terpeliharanya dan terjaminnya keteraturan (kepastian) dan ketertiban.
Dari hal tersebut, yang terpenting ialah tingkat kepatuhan dan kesadaran hukum semua anggora masyarakat dan penguasa. Untuk itu, kita refleksikan dalam hidup kita tingkat kesadaran dan keparuhan hukum berikut :
  • Patuh dan sadar karena takut pada orang/kekuasaan/paksaan (authority oriented)
  • Patuh karena ingin mendapatkan pujian (good boy-unice girl)
  • Patuh karena kiprah umum/masyarakat (coountract legality)
  • Patuh atas sadar adanya aturan dan hukum serta untuk ketertiban (law dan order oriented)
  • Patuh karena sadar akan keuntungan atau kepentingan (utilities = hedonis)
  • Patuh karena memang hal itu memuaskan untuknya
  • Patuh karena sadar prinsip etis yang layak universal (universal ethical principle)
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top