Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

12 Jan 2016

Faktor Penyebab Meningkatnya Angka Putus Sekolah


Ads

Ads
Faktor Penyebab Meningkatnya Angka Putus Sekolah - Faktor ekonomi memang menjadi penyebab utama mengapa anak lebih memilih untuk putus sekolah. Dikutip dari okezone Agustus 2015, bahwa sebanyak lebih dari 75% (sekitar 75,7%) anak putus sekolah karena faktor ekonomi.

Untuk faktor lain selain dari faktor ekonomi tentu ada dan banyak, di mana ada faktor dari dalam (internal) dan faktor dari luar (eksternal).

Lalu, apakah benar, adakah faktor lain selain faktor ekonomi yang menjadi penyebab meningkatnya angka putus sekolah? Apabila ada, apa saja faktor tersebut?

Mari kita simak jawabannya!

Anak Sekolah
Sumber : callcampaign18.wordpress.com

Faktor Internal

1. Dari dalam diri anak tersebut, putus sekolah disebabkan karena adanya rasa malas untuk pergi bersekolah karena merasa minder, tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekolahnya, sering menjadi bahan cemoohan karena tak mampu untuk membayar kewajiban biaya sekolah.

2. Karena adanya pula pengaruh yang berasal dari teman sehingga dalam dirinya merasa ingin dan ikut-ikutan untuk diajak bermain, seperti bermain PlayStation (PS), atau bermain Game Online di Warung Internet (WarNet), hingga akhirnya sering membolos dan tidak ingin berangkat sekolah, hal ini menjadi penyebab tidak naik kelas, prestasi di sekolah pun menurun dan malu untuk pergi kembali ke sekolah.

3. Anak yang terkena sanksi karena mangkir sekolah, sehingga terkena Drop Out (DO).


Faktor Eksternal

1. Keadaan status ekonomi keluarga
Ekonomi yang kurang mencukupi atau kurang mumpuni memang bukan suatu hal yang tabu dan ganjil lagi bagi masyarakat. Apabila ekonomi keluarga merasa serba kekurangan, untuk lebih tidak menyekolahkan anaknya karena mengingat biaya sekolah yang mahal.

2. Kurangnya perhatian dari orang tua
Perhatian memang sangat dibutuhkan untuk menunjung kehidupan anak agar lebih semangat dan termotivasi. Di mana perhatian yang kurang akan sekolah, bisa menjadikan anak tersebut juga tidak tertarik dengan sekolah.

3. Hubungan orang tua kurang harmonis
Kadang, suatu hubungan di lingkungan keluarga kurang begitu harmonis, banyak contohnya hubungan yang kurang harmonis antara anak dan orang tua sehingga muncul kasus-kasus yang bermasalah bahkan hingga tragedi yang mengerikan seperti adanya penyiksaan, penggertakan yang memang kurang pantas jika diterapkan di dalam lingkup keluarga.

Jadi, memang tidak bisa dipungkiri untuk mewujudkan anak agar tetap berkeinginan untuk sekolah ialah dimulai dari diri sendiri. Hal tersebut bisa muncul dalam benak anak-anak jika anak-anak diberikan motivasi jika mengenyam pendidikan itu penting dan tidak ada kata sia-sia, serta dalam hal lain, ilmu selalu digunakan secara terus-menerus.

Dan dukungan dari orang tua juga memang diperlukan sehingga anak mau untuk belajar dan berprestasi di sekolahnya. Jangan menyalahgunakan hak anak yang sebenarnya untuk bersekolah malah harus untuk bekerja.


Ads
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top