Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

31 Jan 2016

Pengertian Surat Resmi dan Surat Tidak Resmi


Ads

Ads
Pengertian Surat Resmi (Kedinasan) dan Surat Tidak Resmi - Surat merupakan salah satu bentuk sarana komunikasi, yakni sebagai sarana komunikasi dengan bentuk tertulis. Di dalam sebuah surat, seseorang atau pembuat surat bisa menyampaikan maksud menulis surat yang ingin disampaikan kepada orang yang menerima surat.

Sebagai media komunikasi, tentunya di dalam surat juga memiliki aturan atau syarat -syarat tertentu. Dalam hal ini, seorang penulis surat yang baik akan memperhatikan etika penulisan surat tersebut, baik dalam segi bentuk, struktur, maupun kebahasaan.

Surat Resmi dan Surat Tidak Resmi

1. Surat Resmi (Kedinasan)

Surat resmi merupakan jenis surat yang digunakan dalam situasi resmi. Contoh Surat dalam situasi resmi adalah surat yang berisi tentang keperluan kedinasan suatu instansi atau lembaga tertentu serta surat pribadi yang ditujukan kepada instansi atau lembaga tertentu.


Surat resmi memiliki syarat :
  1. Menggunakan bahasa yang baku,
  2. Menggunakan struktur penulisan yang baku, serta
  3. Digunakan untuk perihal yang bersifat resmi
Sebagai sarana komunikasi, bahasa baku yang digunakan dalam surat resmi harus komunikatif dan jelas. Isi dari surat resmi antara lain, undangan rapat, pengumuman lelang dari instansi pemerintah, surat lamaran pekerjaan dan surat izin.

2. Surat Tidak Resmi

Surat tidak resmi merupakan surat yang digunakan dalam situasi yang tidak resmi. Contoh situasi tidak resmi adalah keperluan pertemanan atau persaudaraan. Surat tidak resmi tidak harus ditulis dengan bahasa serta penggunaan struktur yang baku.

Dalam hal ini, hal yang terpenting di dalam surat tidak resmi adalah kesampaian isi atau maksud dari surat tersebut dengan jelas. Jadi, di dalam surat tidak resmi penggunaan bahasa tidak harus baku, tapi tetap harus komunikatif dan dengan bahasa yang santun.

Surat tidak resmi bisa berupa surat perkenalan kepada seseorang, surat kepada sahabat mengenai suatu kabar, ataupun surat kepada kerabat.


Ads
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top