Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

28 Jan 2016

Tahapan Perkembangan Negara Maju menurut W. W. Rostow

Tahapan Perkembangan Negara Maju Menurut Walt Whitman Rostow - Kemajuan suatu bangsa tak mungkin bisa dicapai langsung secara tiba-tiba. Kemajuan tersebut dicapai melalui beberapa tahapan yang begitu panjang.

Negara yang satu dengan negara yang lainnya memiliki percepatan pertumbuhan yang jelas berbeda. Ada negara tertentu yang walaupun usianya sudah cukup tua masih menunjukkan sebagai ciri-ciri negara miskin. Akan tetapi, di sisi yang lain adapula negara tertentu yang usianya masih relatif muda akan tetapi telah menunjukkan ciri-cirinya sebagai negara yang telah maju.

Walt Whitman Rostow
Walt Whitman Rostow, sumber : jfklibrary.org

Tahapan Perkembangan Negara Maju menurut Walt Whitman Rostow

1. Tahap Masyarakat Tradisional (Traditional Society Stage)
Masyarakat tradisional merupakan masyarakat yang masih belum bisa produktif, relatif dalam primitif dan masih dipengaruhi oleh pikiran-pikiran yang tak rasional secara turun-temurun. Sistem ekonomi di sini masih belum berorientasikan pasar, belum ada aplikasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dan jumlah produksinya pun terbatas.

Sebagian besar sumber daya penduduknya digunakan dalam sektor pertanian, mobilitas penduduknya masih rendah dan hubungan kekeluargaan dan antar sukunya masih begitu mendominasi dalam organisasi kemasyarakatan.


2. Tahap Prakondisi Tinggal Landas (Precondition for Take Off Stage)
Dalam fase ini, masyarakat tengah menuju galam perubahan di berbagai bidang. Masyarakat mulai mengubah teknologinya ke arah yang lebih produktif dan efisien. Budayanya pun menjadi lebih produktif, sehingga masyarakat mulai menabungkan pendapatannya di lembaga-lembaga yang produktif, contohnya di Bank.

Dengan terakumulasinya modal di bank, para pengusaha bisa memperluas usahanya, dan sektor perekonomian bisa bergerak ke arah yang lebih maju.

3. Tahap Lepas Landas (Take Off Stage)
Di dalam tahap ini, berbagai usaha produktif terus berkembang, sehingga terjadilah pertumbuhan ekonomi yang cukup berarti dalam memacu berbagai aspek pembangunan. Terciptanya pembaruan di berbagai sektor ke arah yang lebih produktif dan efisien.

Akumulasi modal menjadi terus bertambah, dan industri menjadi sektor yang mampu memimpin dalam memacu segala pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional terus bertambah diikuti dengan laju pertumbuhan pendapatan perkapita penduduknya.

4. Tahap Gerak Menuju Kematangan (Drive for Maturity Stage)
Di dalam tahap ini, kegiatan ekonomi suatu negara terus mengalami pertumbuhan dengan teratur dan penggunaan teknologi modern menjadi semakin meluas. Investasi terus berkembang, sehingga struktur ekonomi terus mengalami perubahan. Industri berkembang ke arah industri hulu yang padat akan modal.

5. Tahap Konsumsi Tinggi (Age of High Consumption Stage)
Dalam tahap ini, perkembangan insutri menjadi lebih mengarah dalam produksi yang tahan lama. Sektor jasa berkembang dengan pesat, terutama dalam bidang jasa keahlian. Pendapatan perkapita sangat tinggi, sehingga daya beli masyarakat juga sangat tinggi, termasuk dalam pemunuhan kebutuhan sekunder dan tersier.

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top