Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

19 Feb 2016

Bentuk-bentuk Interaksi Sosial

Bentuk-bentuk Interaksi Sosial - Komunikasi merupakan salah satu bentuk dalam terjalinnya suatu interaksi sosial. Komunikasi terdiri atas komunikasi langsung dan komunikasi tidak langsung.

Sedikit mengulang, jika komunikasi tersebut terjadi karena adanya pesan yang ingin disampaikan oleh seseorang kepada orang yang lain.

Syarat dari terciptanya komunikasi yakni ada pesan yang bisa atau yang ingin kita sampaikan, dan adapula orang lain yang kita tuju dalam menyampaikan pesan tersebut.

Apabila diliheat lebih jauh, bentuk dari interaksi sosial ini meliputi berbagai macam kelompok, yakni sosial, kemasyarakatan, asosiatif, dan statistik.

Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
Bentuk-bentuk Interaksi Sosial, sumber : mustafadroid.blogspot.com

A. Kelompok Sosial

Kelompok sosial ini muncul karena adanya kesadaran dari masyarakat jika masih ada keterikatan antar individu di dalam lingkup tertentu. Misal, kelompok kekerabatan keluarga besar Sitorus.

Dalam hal ini berarti, jika kelompok-kelompok tersebut merupakan kumpulan keluarga Batak yang masih bisa diakui menjadi anggota dari Marga Sitorus.

B. Kelompok Kemasyarakatan

Kelompok ini muncul karena adanya kesamaan dari dalam diri para anggotanya. Selain itu, belum ada kelompok lain yang mampu menaungi kepentingan mereka secara khusus. Misalnya, untuk kelompok pecinta alam dan kelompok masyarakat dengan memiliki jenis golongan darah yang sama.

C. Kelompok Asosiatif

Kelompok ini muncul karena adanya kesamaan dari kepentingan yang ingin bersatu dalam kelompok formal yang berstruktur organisasi. Misalnya seperti OSIS, dan PSSI.

D. Kelompok Statistik

Secara khusus, kelompok ini memiliki perbedaan dengan kelompok lainnya. Kelompok ini tidak ada hubungan sosial yang terjalin secara khusus. Kelompok ini dibentuk oleh para pengamat atau bahkan ilmuwan untuk membantu menggolongkan masyarakat demi kepentingan studi mereka. Misalnya, kelompok usia 0-5 tahun, kelompok tamatan pendidikan SMP, dan kelompok tamatan pendidikan SMA.

Kelompok-kelompok tersebut ada dalam tatanan masyarakat kita yang secara alami membentuk jaringan sosial atau masyarakat.

Sementara itu, menurut Emile Durkheim, sosiolog yang berasal dari negara Jerman mengatakan jika pembedaan kelompok tersebut meliputi solidaritas mekanis dan solidaritas organis.

  • Solidaritas Mekanis
Solidaritas mekanis dalam bentuk ini merupakan solidaritas yang terjadi pada masyarakat yang masih sangat sederhana. Kelompok-kelompok tersebut hidup secara terpisah dan tersebar. Jadi, tidak berdekatan jika secara geografis. Ciri-ciri yang menonjol pada kelompok ini ialah :
  1. Pembagian kerja belum ada, semua orang bisa mengerjakan apapun yang menjadi keinginannya.
  2. Pemenuhan kebutuhan dilengkapi dan dicukupi secara personal.
  3. Semua anggora kelompok tak saling mempengaruhi satu sama lainnya sehingga tidak terlihat kerja sama yang tampak.
  4. Aturan yang dibuat dilaksanakan bukan berdasarkan atas kesadaran, melainkan atas rasa takut.
  5. Sanksi yang ada tujuannya bukan untuk menyadarkan seseorang atas kesalahan, melainkan semata-mata hanya untuk menghukum.
  6. Berlaku hukum kekuatan alam, yakni siapa yang kuat akan menjadi seorang pemimpin.
  • Solidaritas Organis
Berikut ini beberapa ciri-ciri dari solidaritas organis :
  1. Pembagian kerja dilakukan dengan merinci dan terstruktur.
  2. Setiap pekerja memiliki tugas, kewenangan, dan tanggung jawabnya masing-masing.
  3. Terbentuknya sistem yang saling bergantung satu sama lain dalam menciptakan hasil kerja yang optimum.
  4. Ciri lainnya yakni apabila jika satu bagian tak bisa berperan dengan optimal, akan berpengaruh pada yang lainnya. Misal, jika petani gagal panen, beras menjadi langka den berpengaruh pada pasar dengan harga jual yang mahal. Hal ini nantinya berakibat berpengaruh bagi masyarakat miskin untuk ketidakmampuan mereka membeli beras dan timbulnya ancaman bahaya kelaparan. Pemerintah akan melakukan impor beras, hal ini memiliki arti anggaran negara menjadi membengkak (bertambah besar). Akibatnya lagi lainnya, negara akan menambah daftar hutang kepada negara donor dan begitu seterusnya.
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top