Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

7 Feb 2016

8 Dampak Bentuk Muka Bumi terhadap Kehidupan Manusia

8 Dampak Bentuk Muka Bumi terhadap Kehidupan Manusia - Secara garis besar, sebenarnya bentuk muka bumi di Indonesia ini bisa dikelompokkan menjadi daerah pegunungan, daerah daratan, daerah pantai dan daerah perairan.

Bentuk muka bumi dari suatu daerah ini berkaitan erat dengan kegiatan/aktivitas ekonomi penduduk di daerah/wilayahnya tersebut. Kegiatan ekonomi penduduk dipengaruhi juga dengan bentuk dari muka bumi Indonesia yang bisa dibedakan pada daerah pegunungan, dataran, pantai, serta perairan.

Adanya bentuk dari muka bumi yang justru sangat beraneka ragam ini menimbulkan beberapa perbedaan dalam segi kegiatan ekonomi penduduk antara yang satu daerah dengan daerah lainnya.

Perbedaan ini juga disebabkan oleh adanya pengaruh perbedaan dari iklim, jenis tanah, tumbuh-tumbuhan, hewan, Sumber Daya Alam (SDA), serta tingkat dari kemampuan penduduk itu sendiri.

1. Kegiatan Ekonomi di Daerah Pegunungan

Perkebunan Teh di Pegunungan
Perkebunan Teh di Pegunungan, sumber : wafertango.com
Pegunungan merupakan bagian dari daratan yang membentang dan menjadi kawasan yang terdiri atas deretan gunung-gunung dengan ketinggial lebih dari 600 meter dpal.

Catatan :
dpal = di atas permukaan laut

Di daerah pegunungan, secara keseluruhan memiliki arti yang sangat penting dalam kegiatan ekonomi penduduk, diantaranya menjadi tempat usaha kehutanan, pertanian, serta perkebunan. Di Indonesia, daerah pegunungan tersebar di setiap pulau-pulau besar atau kecil, sehingga kegiatan ekonomi penduduk di daerah pegunungan terdapat di seluruh wilayah Negara Indonesia ini.

Kegiatan ekonomi dalam bidang kehutanan diupayakan dalam bentuk penebangan kayu, pemeliharaan kayu, pengumpulan hasil hutan, contohnya seperti  rotan, damar dan pengusahaan hutan.

Pada daerah tertentu, terdapat kegiatan ekonomi pertambangan, seperti contohnya pertambangan tembaga yang ada di daerah Tembagapura Papua.

Adapula penduduk yang tinggal di gunung atau pegunungan ini lebih memanfaatkan lahan yang begitu terbatas untuk kegiatan pertanian. Lahan-lahan dengan kemiringan yang cukup besar, masih bisa dimanfaatkan oleh penduduk.

Biasanya, komoditas yang dikembangkan ialah sayuran dan buah-buahan. Sebagian dari penduduk tersebut lebih memilih untuk memanfaatkan lahan yang miring dengan menanam beberapa jenis kayu untuk dijual.

Tidak hanya mengembangkan komoditas tersebut, di daerah pegunungan ini juga menjadikan segala aktivitas sulit untuk dilakukan secara meluas, yang berakibat hanya pada bagian tertentu saja yang relatif datas dimanfaatkan untuk permukiman. Permukiman dibangun di daerah yang dekat dengan sumber mata air, terutama di lereng bawah, atau di kaki gunung.

2. Kegiatan Ekonomi di Daerah Dataran
Di beberapa wilayah yang tersebar di Indonesia ini banyak dijumpai daerah dengan memiliki dataran rendah dan dataran tinggi. Daerah seperti Kalimantan dan Papua, dataran rendah merupakan rawa-rawa. Dataran rendah yang ada di Indonesia merupakan daerah yang subur.

Pada umumnya, dalam kegiatan ekonomi penduduk yang terjadi di dataran rendah dan dataran tinggi ini contohnya pertanian, industri, pertambangan, dan perdagangan.

Pada dataran rendah, topografi yang relatif datar ini membuat kawasan yang cukup layak bagi semua bentuk penggunaan lahan, baik dalam pertanian, permukiman, industri, atau bentuk-bentuk penggunaan lahan yang lainnya

Perhubungan atau transportasi antarwilayah (tempat tinggal) pada dataran ini relatif lebih baik dan lebih mudah dibandingkan dengan daerah di pegunungan. Hal ini disebabkan oleh pembuatan jalan dan sejenisnya menjadi begitu lebih mudah dengan biaya yang relatif kecil dibandingkan dengan daerah pegunungan.

Kegiatan ekonomi yang terjadi di daerah dataran tinggi yang cukup airnya biasanya dimanfaatkan untuk pertanian sawah dan pertanian tegalan. Pada daerah dataran tinggi, tidak semua jenis tanaman bisa hidup dengan baik, seperti sayur-mayur, karet, kopi, teh, kelapa sawit, coklat, dan kina.

Dataran tinggi juga bisa dimanfaatkan sebagai usaha perkebunan dan menjadi tempat wisata yang cocok dalam segi ekonomi. Seperti contoh kecilnya saja, yang sering menjadi destinasi wisata masyarakat dari penjuru Indonesia ialah Dieng.

3. Kegiatan Ekonomi di Daerah Pantai dan Perairan

Objek Wisata di Pantai
Objek Wisata di Pantai, sumber : gosumatra.com
Kegiatan ekonomi yang terjadi di daerah pantai dan perairan ini memiliki kaitan yang erat dengan potensi ekonomi yang terdapat pada perairan tersebut. Kegiatan ekonomi yang paling utama di daerah pantai dan perairan ialah penangkapan ikan.

Dalam hal ini termasuk dalam upaya pemeliharaan dan penangkapan ikan di perairan darat dan laut. Di samping itu, kegiatan ekonomi yang lainnya ialah dalam bidang penambangan lepas pantai, tempat tinggal, pelabuhan, bahkan destinasi wisata.

Pantai yang dipengaruhi oleh Samudera ialah Pantai Barat Sumatera, Pantai Selatan Jawa hingga Nusa Tenggara, yakni Samudera Hindia dan beberapa daerah yang ada di Maluku dan Papua, yakni Samudera Pasifik. Kegiatan ekonomi penduduk di sini akan lebih banyak dalam upaya penangkapan ikan di laut bebas.

Pantai yang tak terpangaruh oleh Samudera yakni pantai-pantai lainnya yang ada di Indonesia. Penangkapan ikan ini telah sampai pada pemeliharaan ikan, yakni dalam pertambakan ikan, seperti contohnya pertambakan udang, ikan bandeng dan ikan gurami. Daerah pantai biasanya dimanfaatkan menjadi tempat tinggal, daerah pelabuhan, serta obyek wisata.

Kegiatan ekonomi penduduk lain di daerah pantai ialah pengolahan garam, pelabuhan laut, pusat-pusat industri dan perdagangan. Daerah pantai pada umumnya tidaklah subur sehingga sulit untuk dijadikan pertanian sawah. Daerah ini dimanfaatkan sebagai perkebunan kelapa.

Kegiatan ekonomi manusia yang lainnya di daerah pantai erat kaitannya dengan budidaya mutiara, budidaya rumput laut, dan pengolahan sawah pasang surut.


4. Potensi Ekonomi dari Berbagai Bentuk Muka Bumi Indonesia
Potensi ekonomi dari berbagai bentuk muka bumi memang sangat bergantung pada proses pembentukan oleh tenaga endogen dan tenaga eksogen. Dalam proses pembentukan muka bumi inilah terangkat sumber daya mineral dari perut bumi ke permukaan bumi.

Kegiatan dari tenaga endogen mengakibatkan terjadinya perubahan dalam bentuk muka bumi. Kegiatan ini menjadi salah satu penyebab adanya Sumber Daya Aalam (SDA) yang ada di suatu daerah, akan tetapi juga adakalanya menjadi merusak.

Misalnya seperti derakan tektonik yang mampu menimbulkan gempa. Hal ini menjadi sangat merugikan karena akibat yang ditimbulkan oleh gempa tersebut bukan sekadar main-main, namun cukup parah.

Akan tetapi, gerak tektonik tersebut juga ada yang sifatnya justru membangun permukaan bumi sehingga menjadi fenomena alam yang sangat menakjubkan. Hal ini bisa dimanfaatkan menjadi obyek wisata.

5. Potensi Ekonomi di Daerah Lipatan dan Patahan
Daerah lipatan dan patahan menjadi daerah yang memiliki panorama cukup indah sehingga sangat potensial dimanfaatkan sebagai salah satu objek pariwisata, misalnya seperti Tangkuban Perahu yang ada di Lembang.

Adanya gerakan tektonik menimbulkan daerah yang disebut daerah antiklinal dan daerah sinklinal. Pengeboran minyak bumi pada daerah antiklinal menjadi sangat terbantu dengan adanya gerakan tektonik.

Gerakan tektonik juga menimbulkan adanya sumber daya mineral yang terdapat pada perut bumi menjadi terangkat ke permukaan bumi, sehingga menjadi lebih mudah untuk dimanfaatkan.

Daerah lipatan ini memiliki potensi minyak bumi yang sangat tinggi yang biasanya ditemukan pada muara sungai, cekungan yang tertutup oleh ambang laut, terumbu karang, danau-danau daratan. Umumnya, daerah ini terletak pada letak geosinklin. Dengan adanya daerah tersebut, Indonesia menjadi negara yang berpotensi memiliki sumber minyak bumi yang tinggi.

Dengan dimilikinya sumber minyak bumi yang tinggi di Negara Indonesia ini akan membantu keadaan ekonomi di negara kita seperti dalam pemenuhan kebutuhan minyak bumi negara menjadi terpenuhi. Sementara itu juga di zaman sekarang ini, peranan dari minyak bumi sangat besar dalam kegiatan industri maupun dalam kegiatan yang lainnya.

6. Potensi Ekonomi di Daerah Pegunungan

Kebun Stroberi, Potensi Ekonomi dan Wisata di Pegunungan
Kebun Stroberi, Potensi Ekonomi dan Wisata di Pegunungan, sumber : infobdg.com
Potensi ekonomi yang terdapat di daerah pegunungan merupakan proses dari terbentuknya pegunungan. Pegunungan ini terjadi karena adanya aktivitas magma yang keluar dari dapur magma, entah itu yang sampai ke permukaan bumi maupun kulit bumi nantinya akan membeku.

Magma yang membeku inilah yang menjadi sumber mineral karena magma itu sendiri merupakan cairan dari berbagai macam mineral. Kegiatan vulkanisme yang ada di Indonesia cukup tinggi sehingga begitu banyak dijumpai sumber daya mineral. Misalnya, tembaga, mangan, timah, bauksit, grafit, besi, nikel, dan air raksa.

Bahan-bahan yang dikeluarkan dari kegiatan vulkanisme ini menjadi sangat bermanfaat dalam meremajakan tanah yang ada di sekitarnya.

Oleh karena itu, tanah-tanah di sekitarnya menjadi sangat subur dan berpotensi menjadi lahan pertanian.

Potensi yang lainnya dengan adanya belerang dan sumber air panas yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi. Di samping bermanfaat, vulkanisme juga merugikan. Misalnya, bahan-bahan yang dikeluarkan oleh vulkanisme tersebut menjadi merusak kehidupan yang ada di sekitarnya.

Potensi wilayah pegunungan yang lainnya juga bisa dimanfaatkan untuk menanam pohon cemara dan pohon mahoni. Tanaman ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat menjadi bahan bangunan dan perabotan. Sementara itu, bahan dalian dari pegunungan yang berupa pasir serta bebatuan bisa dimanfaatkan untuk bahan bangunan juga.

7. Potensi Ekonomi di Daerah Dataran

Potensi Industri di Dataran
Potensi Industri di Dataran, sumber : leser-aceh.blogspot.com
Potensi ekonomi yang ada di dataran bergantung pada sumber daya yang dimiliki oleh daerah tersebut. Wilayah dataran di Negara Indonesia ini cukup potensial dimanfaatkan sebagai kegiatan ekonomi.

Dataran yang ada di Negara Indonesia merupakan daerah yang sangat subur. Hal ini karena pada umumnya, dataran rendah menjadi daerah penghasil endapan lumpur dari pengikisan sungai. Misalnya, dataran rendah di pantai Timur Sumatera yang disebut dengan aluvial.

Karena adanya proses pengendapan tersebut sudah berlangsung sejak dahulu kala, maka pada daerah endapan dijumpai mineral, misalnya keberadaan timah yang ada di Sumatera Selatan.

Potensi ekonomi lainnya dari dataran selain pertanian ialah sebagai permukiman, industri, perdagangan dan masih banyak lagi lainnya. Dataran akan menjadi lebih mudah untuk dikembangkan sebagai daerah permukiman penduduk ataupun menjadi pusat industri jika dibandingkan dengan daerah pegunungan.

Pembangunan sarana transportasi di daerah dataran akan lebih maju dibandingkan dengan daerah lainnya. Kota-kota besar dan maju di Indonesia pada umumnya terdapat pada wilayah dataran. Hal ini terjadi karena dataran memiliki potensi ekonomi yang bisa dikembangkan sebagai pusat industri, perdagangan, dan lalu lintas.

Banyak juga potensi wisata yang ada di kawasan dataran ini. Seperti contohnya mall-mall besar, atau bahkan hingga potensi rekreasi bersama dengan keluarga, contohnya kolam renang juga begitu potensial di daerah dataran ini.

8. Potensi Ekonomi di Daerah Pantai dan Perairan

Potensi Pertambakan di Pantai
Potensi Pertambakan di Pantai, sumber : tambakblog.blogspot.com
Potensi ekonomi yang ada di daerah pantai dan perairan begitu besar, bahkan sangat besar karena mengingat wilayah Indonesia kita ini hampir 2/3 (dua pertiga) merupakan perairan.

Luas wilayah perairan di Indonesia menjadi potensi yang besar dalam kegiatan ekonomi penduduk. Potensi ekonomi penduduk pada daerah perairan itu ialah dengan tersedianya bahan-bahan mineral lepas pantai, seperti contohnya minyak bumi, gas alam, timah, dan sumber nabati, seperti contohnya ikan, mutiara, dan terumbu laut.

Di samping itu juga perairan yang sangat-sangat luas merupakan potensi yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan sumber air minum, pengairan sawah, perikanan, sarana transportasi yang cukup memungkinkan serta rekreasi yang begitu menggiurkan mata.

Wilayah pantai yang ada di tepi lautan banyak dimanfaatkan oleh masayarakat sebagai sarana rekreasi, terutama pantai yang laindai.

Wilayah pantai ini juga sering ditumbuhi dengan tumbuhan bakau. Hutan bakau yang ada di wilayah pantai juga menjadi tempat bersarangnya ikan dan udang yang menjadi bahan ekspor Negara Indonesia ke luar negeri.
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top