Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

6 Feb 2016

Macam-macam Gempa Bumi

Macam-macam Gempa Bumi/Jenis-jenis Gempa Bumi - Ada banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya gempa bumi, dan akibat yang ditimbulkan juga tidak sedikit dan bukan main-main.

Gempa bumi ini bisa terjadi karena adanya peristiwa tektonisme, vulkanisme dan runtuhan. Pusat dari Gempa Bumi di Indonesia terletak pada wilayah yang dilalui oleh deretan pegunungan muda dunia. Wilayah itu disebut dengan wilayah busur dalam dan wilayah busur luar.

Pusat gempa bumi terdapat di wilayah daratan dan laut, yang sebagian besar terjadi di kawasan laut, sehingga gempa di negara Indonesia ini tidak sesering dengan gempa yang ada di Jepang yang menjadi pusat gempa di daratan.

Gempa Tektonik
Gempa Tektonik, sumber : wahyuancol.wordpress.com

Macam-macam Gempa Bumi

1. Gempa Tektonik
Gempa tektonik ini terjadi karena adanya peristiwa pergeseran dari lapisan kulit bumi atau adanya patahan akibat pergerakan lempeng bumi, sehingga terjadi pemindahan atau pergeseran yang tiba-tiba di lapisan kulit bumi.

Pemindahan atau pergeseran ini menimbulkan getaran di permukaan bumi yang disebut dengan gempa tektonik. Gempa tektonik ini terjadi di wilayah yang luas karena pergeseran lempeng kulit bumi.

Gempa tektonik menjadi gempa yang sangat berbahaya karena sering menimbulkan kerusakan pada rumah dan gedung.

Akibat yang ditimbulkan oleh gempa tektonik begitu membahayakan karena merusak bangunan, muka bumi (retak, longsor, merosot), dan lingkungan. Kerusakan ini terjadi karena getaran yang begitu kuat dan singkat sehingga mampu merobohkan bangunan yang tidak tahan dengan gempa. Wilayah korban gempa ini sangatlah luas, terutama jika gempa tersebut kuat.

Di daerah subduksi, terjadi pemampatan dalam waktu yang lama. Pemampatan ini menjadi semakin keras yang meliputi wilayah luas dan karena adanya tekanan yang secara terus-menerus hingga terjadilah gempa yang dahsyat, seperti Gempa Flores 1992, Gempa Nabire 2004, Gempa Alor 2004, dan Gempa Aceh 2004.

Gempa dahsyat yang terjadi di dasar laut akan diikuti oleh tsunami, yakni gelombang panjang di pelabuhan atau gelombang laut periode panjang. Gelombang panjang ini bisa mencapai 800 - 1000 km per jam pada laut dalam dan di daratan mencapai 80 km per jam. Gelombang ini membentuk gelombang tinggi dan menghancurkan saat mendekati dan mencapai garis pantai.

Tsunami terjadi bukan hanya karena dari gempa tektonik saja, melainkan juga disebabkan oleh runtuhnya kepundan gunung api yang berada di alut yang meletus, seperti Gunung Krakatau pada tahun 1883.

2. Gempa Vulkanik dan Runtuhan
Gempa Vulkanik merupakan getaran yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh peristiwa keluarnya magma dari dapur magma. Peristiwa magma keluar dari dapur magma, baik hanya di lapisan kulit bumi maupun hingga permukaan bumi menyebabkan getaran disebut magma vulkanik.

Getaran gempa vulkanik terbatas pada tubuh gunung berapi dan pada daerah sekitarnya. Bahaya dari gempa vulkanik ialah bahan-bahan yang dilekuarkan oleh letusan gunung vulkanik, seperti halnya batu-batuan, debu, lahar, dan gas yang beracun.

Akibat gempa vulkanik bisa membahayakan bagi makhluk hidup dan lingkungan yang disebabkan oleh bahan letusan. Jika vulkanik berada di laut, maka bisa menimbulkan gelombang pasang seperti Gunung Krakatau.

Pada umumnya, wilayah korban letusan vulkanik meliputi wilayah yang sempit (sekitar gunung api) dibandingkan dengan gempa tektonik. Lokasi atau daerah gempa vulkanik terdapat di seluruh gunung berapi di Indonesia.

Gempa Runtuhan/Terban adalah getaran yang dirasakan pada permukaan bumi akibat adanya tanah longsor, atap gua runtuh, atau tanah runtuh pada lubang pertambangan yang menimbulkan getaran di muka bumi.

Akibat gempa runtuhan/terban hanya akan dirasakan di sekitar gempa runtuhan atau bersifat lokal. Akan tetapi, akibat yang dirasakan bisa menimbulkan kematian bagi manusia yang tertimbun dan merusak bangunan di sekitar gempa runtuhan.

Mitigasi

Gempa atau bencana alam terjadi melalui adanya suatu proses dan bukan terjadi dengan tiba-tiba. Gempa yang memiliki kekuatan besar bisa diprediksi mengenai tempat sumber gempa, kekuatan, dampak, dan berapa lama perulangan gempa.

Akan tetapi, kapan waktu dan di mana lokasi gempa itu akan terjadi secara lebih tepat belum bisa diprediksi. Maka dari itu, dilakukanlah upaya dalam mengurangi dampak atau akibat buruknya. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 1990 telah mencanangkan Dekade Internasional utuk Reduksi Bencana Alam.

Mitigasi merupakan bentuk upaya penjinakan dampak bencana yang dilakukan guna menekan serendah mungkin akibat yang ditimbulkan oleh gempa atau bencana alam dengan cara mengenal ciri dari gempa tersebut atau dari bencana alam yang terjadi. Mitigasi merupakan upaya penyelamatan diri dari bahaya bencana alam.
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top