Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

24 Feb 2016

Para Pelaku Sosialisasi

Para Pelaku Sosialisasi - Pelaku sosialisasi begitu beragam atau bervariasi, yakni mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan kerja, sekolah, hingga komunitas lainnya.

Pelaku sosialisasi secara pribadi dan keluarga, disebut dengan sosialisasi primer. Sementara itu, sosialisasi di luar keluarga dan pribadi atau di dalam konteks lingkungan sekitar, dinamakan dengan sosialisasi sekunder.

Di dalam proses tersebut, seorang pelaku sosialisasi nantinya akan mengalami pemunculan sikap atau terjadinya perubahan sikap. Sikap yang muncul dari seseorang ini yang akan menentukan langkah selanjutnya, yakni berjalan atau tidaknya suatu sosialisasi.

Lalu, sebenarnya apa arti dari sikap tersebut?
Kita seringkali mendengarkan kata sikap di dalam segala bentuk perbincangan, akan tetapi, mungkin sebagian atau bahkan sebagian besar dari kita tidak tahu menahu soal apa itu sikap.

Sikap adalah suatu keinginan dari manusia atau individu dalam bertindak berdasarkan sesuai kecenderungan seseorang untuk menerima dan atau menolak keadaan lingkungannya. Sebenarnya, sikap tidak bisa dinilai apabila jika dilihat dari 1 (satu) sisi saja untuk menyebut sikap baik dan sikap buruknya.

Untuk lebih jelasnya, kita bisa melihat uraian lengkap yang ada di bawah ini. Tujuannya, agar kalian bisa dalam menentukan setiap langkah dan sikap yang nantinya akan dilakukan apabila proses sosialisasi tersebut sudah terlaksana.

Para Pelaku Sosialisasi
Para Pelaku Sosialisasi

Pelaku-Pelaku Sosialisasi

A. Pribadi
Proses sosialisasi pribadi merupakan proses atau tahapan yang paling awal untuk seseorang yang akan melakukan aktivitas interaksi dengan orang lain. Hal ini memiliki arti, di dalam tahap ini semua syarat terjadinya sosialisasi diserahkan sepenuhnya kepada diri pribadi seseorang.

Semakin seseorang tersebut mampu untuk melakukan proses sosialisasi dengan baik, maka hasilnya juga akan baik pula.

B. Keluarga
Di dalam suatu proses sosialisasi, peran keluarga memang sangat dominan. Nilai-nilai universal (umum) mengenai suatu tanggung jawab akan seseorang ditanamkan di dalam keluarga. Sosok ayah serta ibu juga memiliki pengaruh yang sangat penting dalam proses sosialisasi.

Orang tua yang memberikan pemahaman hidup secara terbuka, mampu menggambarkan sosialisasi pada anak-anak mereka. Hal ini tentu sangat membantu bagi seorang anak yang akan melakukan sosialisasi di luar lingkup diri dan keluarganya.


C. Teman Sebaya (Peer Group)
Teman sebaya merupakan teman, partner, atau teman yang memiliki usia yang hampir sama dengan diri kita. Pada masa tertentu, seseorang akan memiliki orang lain selain dari keluarganya.

Siapa yang mereka miliki selain dari keluarga?
Jawabannya ialah teman. Seseorang yang memiliki teman sebaya mulai membagi perhatiannya antara keluarga dan dengan teman. Pada masa ini, seseorang mulai untuk mencoba membuka diri dengan hal-hal yang baru. Teman sebaya memiliki pengaruh cukup besar dalam sosialisasi ataupun dalam pembentukan kepribadian seseorang.

D. Guru dan Lingkungan Sekolah
Guru merupakan sosok yang bisa dijadikan partner dalam bersosialisasi. Peran dari guru ialah untuk memberikan suatu pengarahan dan pembimbingan serta menjadi fasilitator dalam memahami arti pentingnya lingkungan.

Misal, guru berperan dalam menanamkan akan pentingnya kedisiplinan dalam kehidupan. Nilai disiplin ini menjadi sangat penting untuk digunakan oleh seseorang dalam menjalani kehidupannya. Seseorang yang berhasil, pasti memiliki kedisiplinan yang begitu kuat.

Dengan demikian, sosok guru ini penting untuk dijadikan panutan atau teladan bagi para siswanya. Nilai positifnya bagi guru ialah guru akan selalu mencoba untuk belajar dan hidup sebagai teladan yang baik bagi para siswanya.

Lingkungan sekolah juga sangat membantu bagi individu dalam proses sosialisasi. Sebagai salah satu contohnya, apabila kita perhatikan, sekolah kita telah memiliki sistem (alur kerja) yang ada di kesehariannya.

Misal, nilai yang ditawarkan sekolah kepada setiap pribadi. Selain itu, sekolah menjadi sangat terbuka dalam membantu kita untuk memahami orang lain dari sudut pandang yang bermacam-macam. Dengan demikian, lingkungan sekolah mampu untuk memberikan pelajaran akan pentingnya Hak Asasi Manusia (HAM).

E. Media Massa
Proses sosialisasi oleh media massa merupakan proses sosialisasi informasi yang telah lama terjadi. Para pelaku sistem ini merupakan pelaku yang bisa dikatakan sangat kompeten di dalam bidang pengolahan informasi.

Akhirnya, informasi yang tersampaikan tidak akan membuat bingung para pembaca atau masyarakat luas. Ciri pokok dari informasi yang disampaikan ialah informasi membentuk opini masyarakat mengenai perilaku tertentu.

Misalnya, informasi mengenai perilaku negatif suatu oknum (pelaku tertentu) anggota pemerintahan yang secara diam-diam melakukan kasus korupsi.

Secara umum, media massa baik itu media elektronik maupun media cetak dibuat untuk menjembatani adanya kepentingan-kepentingan di dalam masyarakat. Media massa seringkali memberikan informasi yang bermanfaat, entah itu bersifat serius maupun yang dikemas dalam acara humor.

Kepentingan dalam media massa, antara lain ialah sebagai berikut :
  1. Kepentingan Iklan. Iklan memiliki fungsi yang sangat bagus untuk pengembangan usaha dan sosialisasi sejenis produk sehingga bisa membantu masyarakat yang memiliki usaha. Apabila usahanya berjalan dengan baik, dengan mulus, dengan lancar, maka pemerintah bisa melaksanakan pembangunan negara melalui pajak serta investasi yang ada dari para investor. Hal ini terjadi karena usahanya lancar dan produknya lebih dikenal baik oleh masyarakat luas.
  2. Alat kontrol masyarakat terhadap pemerintah. Hal ini menjadi penting untuk dilakukan agar jalannya pemerintah bisa dipahami oleh masyarakat. Pemerintah yang baik merupakan pemerintah yang mengutamakan kepentingan rakyat dalam membuat suatu kebijakan. Oleh karena itu, media massa diperlukan sebagai alat yang dipahami dalam memberikan suatu informasi bagi seluruh masyarakat.
  3. Alat sosialisasi kebijakan pemerintah. Kita tentu tidak jarang melihat di dalam surat kabar maupun berita mengenai kebijakan pemerintah bagi masyarakatnya. Di dalam hal ini, fungsi media massa adalah untuk mensosialisasikan program pemerintah kepada masyarakat umum.
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top