Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

14 Feb 2016

Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia - Nenek moyang bangsa Indonesia itu sendiri merupakan pelaut ulung. Sejak 2000 SM, hingga 50 SM, terjadilah gelombang perpindahan penduduk dari bagian Asia (Yunan) ke wilayah Nusantara.

Penapat ini dikuatkan dengan adanya kesamaan dari hasil kebudayaan yang ditemukan, berupa kapak persegi di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi bagian barat. Alat yang berupa kapak persegi atau beliung ini juga ditemukan di Siam, Malaka, Burma, Vietnam, Kamboja, dan terutama di Yunnan.

Penduduk dari Yunnan bergerak ke arah selatan hingga ke wilayah Vietnam. Sebagian ada yang menetap di wilayah ini, sebagiannya lagi melanjutkan perjalanannya dalam berlayar untuk mencari daerah tempat tinggal yang baru.

Dengan menggunakan perahu bercadik, mereka secara bergelombang berlayar, akhirnya sampailah ke Kepulauan Nusantara. Tersebarlah orang-orang dari Yunnan itu ke Nusantara. Mereka lalu menetap, dan mengembangkan kebudayaan yang ada di Indonesia.

Ternyata, kedatangan dari nenek moyang bangsa Indonesia itu sendiri tidak secara serempak mendatangi. Akan tetapi, mereka datang secara bergelombang yang secara garis besar terbagi ke dalam 2 (dua) gelombang.

Persebaran Proto Melayu dan Deutro Melayu
Persebaran Proto Melayu dan Deutro Melayu, sumber : deaseptianaputri.blogspot.com

A. Gelombang Pertama

Gelombang Pertama disebut dengan Proto Melayu (Melayu Tua)

Gelombang pertama ini diperkirakan datang saat sekitar tahun 2000 SM hingga 1500 SM. Dari Vietnam ini, rombongan orang-orang yang berasal dari Yunnan terbagi atas 2 (dua) kelompok besar.

Kelompok Pertama meneruskan perjalanan dan berlayar hingga ke Malaka, Sumatera, Jawa, Bali, dan tempat-tempat yang lainnya, seperti di Kalimantan Barat.

Sedangkan kelompok lainnya, atau Kelompok Kedua berlayar ke arah perairan Laut Cina Selatan, lalu ke Kepulauan Filipina, Sulawesi, Maluku, hingga menuju ke Irian.

Kelompok Pertama yang berlayar ke wilayah Malaka, Sumatera, Jawa, Bali, dan tempat-tempat yang lainnya, seperti di Kalimantan Barat termasuk Ras Mongoloid. Mereka ini yang membawa dan menyebarkan beliung atau kapak persegi ke berbagai daerah tersebut.

Bangsa ini dianggap memiliki kebudayaan yang lebih maju dibandingkan dengan manusia purba pada umumnya di masa tersebut. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan bukti kebudayaan neolitikum yang telah berlaku, hampir semua peralatan mereka terbuat dari batu yang telah dihaluskan.

Kapak persegi merupakan alat yang begitu sangat mendukung untuk mengerjakan sawah (untuk kegiatan pertanian). Daerah-daerah yang dilewati dan ditempati oleh Ras Mongoloid, seperti contohnya Malaka, Jawa, dan Sumatera merupakan daerah yang menjadi perkembangan pertanian.

Perlu untuk diketahui, jika suku bangsa Indonesia saat ini yang termasuk ke dalam keturunan Proto Melayu ialah Suku Dayak dan Toraja.


B. Gelombang Kedua

Gelombang Kedua disebut dengan Deutero Melayu (Melayu Muda)

Kedatangan nenek moyang bangsa Indonesia pada gelombang kedua ini diperkirakan terjadi sekitar tahun 500 SM. Saat waktu itu, orang-orang Austronesia bergerak dari Tonkin, lalu melewati Malaka (Malaysia) Barat.

Mereka semua menyebar ke Sumatera, Jawa, Madura, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan sekitarnya. Dengan demikian, bisa ditegaskan jika kedatangan dari nenek moyang bangsa Indonesia pada gelombang kedua ini hanyalah 1 (satu) kelompok besar, yakni orang-orang Austronesia. Mereka menyebar ke Indonesia melalui Indonesia bagian barat.

Orang-orang Yunnan atau Tonkin yang termasuk ke dalam rumpun bangsa Austronesia, baik itu Ras Mongoloid ataupun Austro Melanesoid, baik yang datang dari gelombang pertama, maupun yang datang pada gelombang kedua, menetap di Kepulauan Indonesia.

Mereka bercampur dan berpadu untuk membentuk komunitas di Kepulauan Indonesia. Merekalah yang menjadi nenek moyang bangsa Indonesia.

Dengan demikian, nenek moyang bangsa Indonesia bukanlah mereka yang dikenal dengan Pithecanthropus ataupun Meganthropus, akan tetapi, orang-orang yang berasal dari Yunnan yang datang secara bergelombang ke Indonesia.

Mengapa nenek moyang kita melakukan perjalanan sejauh itu?
Diperkirakan pada masa tersebut, situasi yang terjadi di Asia Tengah (termasuk daerah Yunnan) terjadi persaingan yang cukup ketat antarsuku.

Hal ini berakibat nenek moyang kita menyingkir untuk mencari kehidupan yang jauh lebih aman. Selain itu, mereka juga ingin mendapatkan daerah baru yang lebih makmur dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Karena dorongan untuk maju itulah, nenek moyang rela untuk melakukan perjalanan yang cukup jauh dengan berbekal peralatan yang sederhana. Padahal, mereka menghadapi berbagai macam rintangan yang begitu ganas dan sulit.
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top