Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

2 Mar 2016

Mengidentifikasi Informasi Keruangan di Peta

Mengidentifikasi Informasi Keruangan di Peta - Informasi geografis yang ada di peta secara umum digunakan untuk kepentingan penjelajahan dunia, keperluan militer, transportasi, pertanian, pembangunan kota, hingga pariwisata.

Mencari informasi geografis yang terdapat di dalam peta bisa dilakukan dengan bantuan keterangan dari tepi peta. Informasi tepi peta merupakan keterangan atau informasi yang terletak pada bagian tepi peta guna menjelaskan informasi geografis di dalam peta tersebut.

Informasi tepi peta tersebut terdiri atas informasi mengenai judul dari peta, legenda, skala peta, petunjuk arah, pembuat, peta inset, hingga garis astronomi.

Mengidentifikasi Informasi Keruangan di Peta
Mengidentifikasi Informasi Keruangan di Peta

A. Judul Peta
Judul peta merupakan deskripsi singkat mengenai informasi yang telah digambarkan di dalam peta. Judul peta hendaknya menggambarkan seluruh informasi yang dituangkan di dalam suatu peta.

Judul peta ini sendiri harus mencerminkan dari isi peta tersebut. Judul peta yang ditulis umum dalam nama wilayahnya seperti Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Barat, dan lain-lainnya.

Judul peta biasanya diletakkan pada bagian atas tengah, atas kanan, atau pada bagian bawah. Walaupun demikian, sebisa mungkin judul peta untuk ditempatkan pada bagian kanan atas.

Contoh-contoh judul peta, seperti Peta Curah Hujan Indonesia, Peta Persebaran Penduduk Provinsi Jawa Barat, serta Peta Geologi Indonesia.

B. Legenda
Legenda merupakan keterangan yang berasal dari simbol atau lambang yang ada pada peta. Legenda peta dibuat guna menjelaskan simbol-simbol yang ada di dalam suatu peta.

Simbol yang ada di dalam peta dikelompokkan menjadi beberapa kelompok, yakni gedung dan bangunan lain, perhubungan, tumbuh-tumbuhan, relief dan titik kontrol, batas administrasi, serta perairan.
C. Skala Peta
Skala peta merupakan angka yang menunjukkan perbandingan jarak yang ada di dalam peta dengan jarak sesungguhnya. Misal, jika di dalam peta tersebut tertulis skala 1 : 2.000.000, maka artinya jarak 1 sentimeter adalah 20 kilometer jarak yang sesungguhnya di permukaan bumi.

Biasanya, sebuah peta menggunakan skala peta yang ada di bawah ini :
  1. Skala angka numerik, yakni skala yang dinyatakan dalam angka perbandingan. Misal, 1 : 50.000, hal ini berarti jika 1 sentimeter di peta, menggambarkan jarak yang sesungguhnya 50.000 sentimeter atau 5 kilometer pada permukaan bumi.
  2. Skala garis/batang, yakni skala yang ditunjukkan dengan menggunakan garis yang dibagi ke dalam bagian-bagian yang sama, tiap bagian tersebut menunjukkan kesatuan panjang yang sama. Misal, setiap 1 sentimeter di peta, maka sesuai dengan 1 kilometer yang ada di lapangan.
D. Petunjuk Arah
Petunjuk arah mata angin yang sering digunakan merupakan anak panah yang dengan ujung bertanda huruf U. Hal ini menunjukkan, jika arah panah tersebut menunjukkan ke arah utara. Apabila tidak adanya petunjuk arah, maka secara lazimnya sisi dari atas peta merupakan bagian yang ada di bagian utara.

Arah yang biasa kita kenal dan biasa kita gunakan biasanya adalah 8 (delapan) arah mata angin, yakni Utara, Timur Laut, Timur, Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat, dan Barat Laut.

E. Sumber
Peta bisa dipercaya bagi para penggunanya apabila mencantumkan pembuat atau penyusun peta. Penyusun dituliskan pada bagian tepi bawah tepatnya di bagian sebelah kanan. Hal ini dimaksudkan guna menjamin keakuratan dara atau informasi yang ada pada peta.

F. Inset
Inset merupakan peta yang berukuran kecil terletak di bagian sudut kanan atau kiri dari suatu peta. Peta inset ini digunakan untuk memudahkan orang-orang untuk mengenali wilayah yang tergambar di dalam peta.

Inset banyak digunakan pada peta yang menggambarkan suatu daerah yang kecil atau daerah yang masih belum dikenal secara luas. Misalnya, jika ada peta suatu desa dari Provinsi Yogyakarta, maka dibuatlah peta Yogyakarta dengan berukuran kecil di sudut kanan pada peta desa tersebut.

Macam-macam inset :
  • Inset penunjuk lokasi berfungsi untuk menunjukkan letak suatu daerah/wilayah yang belum dikenali.
  • Inset penjelas befungsi sebagai memperbesar daerah yang dianggap penting.
  • Inset penyambung berfungsi untuk menyambungkan daerah yang terpotong pada peta utama.
G. Garis Astronomi
Garis astronomi yang ada di dalam peta terdiri atas garis lintang dan garis bujur atau meridien. Garis lintang yakni garis yang mengukur sudut antara suatu titik dengan garis khatulistiwa. Titik yang ada di utara garis katulistiwa dinamakan Lintang Utara, sementara titik di selatan katulistiwa dinamakan dengan Lintang Selatan.

Sedangkan Garis bujur, yakni garis horizontal yang mengukur sudut antara suatu titik dengan titik nol yang ada di Bumi, yakni Greenwich berada di London, Britania Raya (Inggris), yang menjadi titik bujur 0 derajat atau 360 derajat yang diterima secara internasional.

Titik yang ada di barat bujur 0 derajat dinamakan dengan bujur barat, sementara itu, titik yang ada di timur 0 derajat diberi nama dengan bujur timur.

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top