Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

1 Mar 2016

Pengertian dan Fungsi Peta

Pengertian dan Fungsi Peta - Peta merupakan alat bantu utama dalam menjelaskan keadaan yang ada pada suatu wilayah serta mencari informasi geografis. Peta bisa dibuat sendiri, atau bisa juga dengan menggunakan peta yang telah dibuat oleh orang lain.

Dalam pembahasan kali ini, kita akan belajar bersama mengenai pengertian dan fungsi dari peta tersebut.

Pengertian dan Fungsi Peta
Pengertian dan Fungsi Peta

Pengertian dan Fungsi Peta

1. Pengertian Peta
Peta merupakan gambaran konvensional permukaan bumi yang dilukiskan dalam bentuk seluruhnya atau sebagian, dengan ukuran yang diperkecil sebagaimana kenampakannya dari atas dan dilengkapi dengan adanya tulisan, skala, mata angin, dan simbol-simbol.

Istilah peta, berasal dari bahasa Yunani yakni "mappa", memiliki arti taplak atau kain penutup meja.

Sebuah peta merupakan bentuk representasi 2 (dua) dimensi dari suatu ruang 3 (tiga) dimensi.

Ilmu yang mempelajari tentang pembuatan peta disebut dengan kartografi. Banyak peta memiliki skala, yang menentukan seberapa besar objek pada peta dengan keadaan yang sesungguhnya. Sementara itu, kumpulan dari beberapa peta disebut dengan atlas.

Gambaran dari bagian-bagian suatu permukaan bumi di dalam peta diwujudkan dalam bentuk informasi atau data.

Peta pertama kali dibuat oleh bangsa Babilonia, sekitar 2300 tahun Sebelum Masehi. Peta ini terbuat dari lempengan tanah liat yang pada awal mulanya diperuntukkan bagi kepentingan pajak tanah.

Untuk menggambarkan peta dengan benar, perlu digunakan yang namanya skala.


Skala merupakan perbandingan jarak pada peta dengan jarak yang sesungguhnya pada permukaan bumi. Skala bisa berupa angka, garis, atau bahkan kedua-duanya. Skala yang berupa angka dinamakan dengan skala numerik. Sementara itu, skala yang berupa grafik dinamakan dengan skala grafis.

Informasi atau data tersebut bisa berupa penggunaan atau keadaan tanah, administrasi negara, curah hujan, persebaran batuan, serta persebaran penduduk. Informasi yang disajikan pada peta, merupakan informasi yang diketahui dan ada di permukaan bumi.

Informasi atau materi peta merupakan unsur-unsur dari geografi. Akan tetapi, tidak semua unsur tersebut bisa dimasukkan ke dalam gambar peta. Untuk itu, perlu dilakukan penyaringan berdasar dengan syarat-syarat tertentu.

Misalnya, penyaringan dilihat dari segi ekonomi, sejarah, atau faktor lainnya yang bisa menyebabkan suatu daerah terkenal.

Dengan demikian, isi peta merupakan bentuk dari saringan atau hasil pilihan, bukan merupakan hasil jiplakan yang didapatkan dari peta lainnya. Demikian pula cara penulisan unsur-unsur geografis di dalam peta, harus mengikuti kaidah dari penulisan peta yang berlaku.

Pada hakikatnya, peta berfungsi sebagai alat peraga untuk menyajikan atau mendapatkan informasi yang terkandung/terdapat di dalam suatu wilayah.

Informasi yang bisa diperoleh dari peta, seperti :
  1. Lokasi atau letak suatu obyek geografis yang ada pada suatu wilayah.
  2. Mengetahui luas serta jarak pada suatu wilayah pada permukaan bumi.
  3. Menggambarkan bentuk dari suatu wilayah yang sebenarnya/sesuai dengan kenyataan.
  4. Menghimpun data geografis suatu wilayah di dalam peta.
Jadi, dengan menggunakan peta, kita bisa mengetahui serta memperoleh segala bentuk hal yang ada pada permukaan bumi, seperti letak dari suatu wilayah, jarak antar kota, lokasi pegunungan, sungai, danau, lahan persawahan, jalan raya, bandara, dan masih banyak lagi lainnya.

2. Fungsi Peta
  • Menunjukkan posisi atau lokasi yang relatif (letak dari suatu tempat, dalam hubungannya dengan tempat lain) di permukaan bumi.
  • Memperlihatkan atau menggambarkan bentuk-bentuk permukaan bumi (misal bentuk dari benua dan gunung), sehingga dimensi terlihat dari peta.
  • Menyajikan data tentang potensi dari suatu daerah.
  • Memperlihatkan ukuran, karena dengan melalui peta, bisa diukur luas darah beserta jarak-jarak yang ada di atas permukaan bumi.
  • Membantu para peneliti sebelum mereka melakukan survey untuk mengetahui kondisi dari daerah yang akan diteliti.
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top