Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

21 May 2016

Pengertian Geopolitik dan 6 Teorinya


Ads

Ads
Pengertian Geopolitik beserta dengan 6 Teori Geopolitik Lengkap - Geopolitik apabila secara etimologi ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu geo yang berarti bumi yang menjadi wilayah hidup, sedangkan politik berasal dari kata polis yang berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri atau negara, dan teia yang memiliki arti urusan politik yang bermakna kepentingan umum warga negara dari suatu bangsa.

Bisa dikatakan juga jika gepolitik dimaknai sebagai ilmu penyelenggaraan negara yang setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalah-masalah geografi wilayah atau tempat tinggal suatu bangsa.

Agar kalian bisa memahami konsep geopolitik ini secara mengglobal, di bawah ini merupakan teori mengenai geopolitik yang pernah ada di dunia sebagaimana yang telah dikutip oleh Noors Ms Bakry yang ada pada bukunya berjudul Pendidikan Kewarganegaraan (2009:275 - 277).

Geopolitik
Geopolitik, via : pendidikankewarganegaraans.blogspot.com

A. Teori Geopolitik Frederich Ratzel
Frederich Ratzel (1844 - 1904) memiliki pendapat jika negara itu seperti organisme yang hidup. Negara identik dengan ruangan yang ditempati oleh sekelompok masyarakat (bangsa). Pertumbuhan dari negara mirip dengan pertumbuhan organisme yang memerlukan ruang hidup cukup sehingga bisa tumbuh dengan subur.

Semakin luas ruang hidupnya, maka negara akan semakin bertahan, kuat serta maju. Maka dari itu, apabila negara ingin tetap hidup dan berkembang, membutuhkan adanya ekspansi atau dinamakan dengan perluasan wilayah sebagai ruang hidup. Teori ini biasa dikenal sebagai teori organisme atau teori biologis.

B. Teori Geopolitik Rudolf Kjellen
Rudolf Kjellen (1864 - 1922) melanjutkan dari ajaran Frederich Ratzel, mengenai teori organisme. Berbeda dengan Frederich Ratzel jika menyatakan negara seperti organisme, maka ia menyatakan secara tegas jika negara merupakan suatu organisme, bukan hanya mirip. Negara merupakan satuan dan sistem politik yang menyeluruh yang meliputi bidang geopolitik, ekonomi politik, demo politik, sosial politik serta krato politik.

Negara sebagai organisme yang hidup serta intelektual diharuskan mampu untuk mempertahankan serta mengembangkan dirinya dengan cara melakukan ekspansi. Paham eskpansionimse dikembangkan. Batas negara bersifat sementara karena bisa untuk diperluas lagi. Strategi yang dilakukan ialah dengan membangun kekuatan darat dan dilanjutkan dengan kekuatan laut.

C. Teori Geopolitik Karl Haushofer
Karl Haushofer (1896 - 1946) melanjutkan pandangan dari Frederich Ratzel dan Rudolf Kjellen terutama mengenai padangan lebensraum (hak suatu bangsa atas ruang hidup untuk bisa menjamin kesejahteraan beserta dengan keamanannya) dan paham eskpansionisme.

Apabila jumlah penduduk di suatu wilayah negara semakin banyak sehingga tak sebanding lagi dengan luas wilayah, maka negara tersebut juga harus berupaya untuk memperluas wilayahnya sebagai wuang hidup (lebensraum) bagi warga negara.
D. Teori Geopolitik Halford Mackinder
Halford Mackinder (1861 - 1947) memiliki konsepsi Geopolitik yang lebih strategik, yakni dengan penguasaan daerah-daerah jantung dunia, sehingga pendapatnya ini dikenal dengan teori Daerah Jantung. Barang siapa mampu menguasai daerah jantung (Eropa Timur beserta Rusia) maka ia akan menguasai pula dunia (Eropa, Asia, serta Afrika) yang pada akhirnya bisa menguasai dunia.

Untuk menguasai dunia dengan menguasai daerah jantung ini dibutuhkan kekuatan darat yang cukup besar sebagai salah satu prasyaratnya. Berdasarkan hal ini, muncul konsep Wawasan Benua atau konsep kekuatan di darat.

E. Teori Geopolitik Alfred Thayer Mahan
Alfred Thayer Mahan (1840 - 1914) mengembangkan lebih lanjut konsepsi geopolitik ini dengan memperhatikan perlunya memanfaatkan serta mempertahankan sumber daya laut, termasuk pada akses laut.

Sehingga, tak hanya pembangunan armada laut saja yang diperlukan, namun juga lebih luas untuk membangun kekuatan di sektor maritim. Berdasarkan hal itulah, muncul konsep Wawasan Bahari atau konsep kekuatan yang ada di laut. Barang siapa yang menguasai lautan, akan menguasai kekayaan dunia.

F. Teori Geopolitik Duilio Douhet, William Mitchel, Saversky dan JFC Fuller
Guilio Douhet (1869 - 1930) serta William Mitchel (1879 - 1939) memiliki pendapat lain dibandingkan dengan para pendahulunya. Keduanya melihat kekuatan dirgantara memiliki peran yang lebih dalam memenangkan peperangan melawan para musuh.

Maka dari itu, mereka mengambil kesimpulan jika membangun armada atau angkatan udara akan lebih menguntungkan karena angkatan udara memungkinkan beroperasi sendiri tanpa dibantu oleh angkatan yang lain. Di samping itu juga, angkatan udara bisa menghancurkan musuh yang ada di kandang musuh itu sendiri atau di garis belakang medan peperangan. Berdasar hal ini, maka muncul konsepsi Wawasan Dirgantara atau konsep kekuatan di udara. [1]

Geopolitik mencakup praktik analisis, prasyarat, perkiraan, serta penggunaan kekuatan politik terhadap suatu wilayah. Secara spesifik, geopolitik meropakan metode analisis kebijakan luar negeri yang berupaya untuk memahami, menjelaskan serta memperkirakan perilaku politik internasional dalam variabel geografi.

Variabel geografi tersebut pada umumnya mengarah pada lokasi geografis negara atau negara yang dipertanyakan, ukuran negara yang terlibat, iklim wilayah tempat negara tersebut berada, topografi wilayah, demografi, sumber daya alam, serta perkembangan teknologi.

Secara tradisional, istilah ini lebih digunakan pada dampak geografi terhadap politik, akan tetapi penggunaannya telah berubah selama satu abad terakhir untuk mencakup konotasi yang lebih luas.

Geopolitik secara tradisional menunjukkan adanya hubungan antara kekuatan politik serta ruang geografis. Dalam artian yang konkret, geopolitik seringkali dilihat sebagai pemikiran yang mempelajari prasyarat strategis berdasar kepentingan relatif kekuatan darat dan laut dalam sejarah dunia.

Tradisi geopolitik secara konsisten mempelajari korelasi kekuatan geopolitik dalam politik dunia, identifikasi wilayah inti internasional, serta hubungan antara kemampuan laut serta darat.

Secara akademik, studi geopolitik ini mencakup akan analisis geografi, sejarah serta ilmu sosial dengan mengacu pada politik ruang dan pola-polanya dalam berbagi skala. Geopolitik ini memiliki cakupan multidisipliner serta meliputi segala aspek ilmu sosial dengan penekanan tertentu terhadap geografi politik, hubungan internasional, aspek teritorial ilmu politik, serta hukum internasional.

Sementara itu, studi geopolitik ini meliputi dari studi hubungan bersama antara kepentingan aktor politik internasional, kepentingan yang terfokus pada wilayah, ruang, elemen geografis, hubungan yang menciptakan sistem geopolitik. [2]

Ads
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top