Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

28 Aug 2016

Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh Hewan Ovipar (Bertelur)

Lengkap! Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh Hewan yang termasuk di dalam kelompok Ovipar (Bertelur) - Perkembangbiakan hewan dengan cara bertelur ini, disebut dengan nama ovipar. Ovipar itu sendiri berasal dari kata ovum, yang berarti telur.

Sel telur dari hewan betina, dibuahi oleh sp*rma yang dihasilkan oleh hewan jantan.

Pembuahan ini sendiri bisa terjadi di dalam tubuh (internal) dan pembuahan juga bisa terjadi di luar tubuh (eksternal).

Beberapa contoh hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur, seperti, ayam, burung, ikan, dan juga serangga. [1]

Jika berdasarkan tempat terjadinya pembuahan, hewan berkembang biak dengan cara bertelur, dikelompokkan menjadi 2 (dua) jenis, yakni :
  1. Hewan bertelur yang pembuahannya yang terjadi di dalam tubuh hewan betina, contoh, seperti : ayam dan juga burung.
  2. Hewan bertelur yang pembuahannya terjadi di luar tubuh betenia, contoh, seperti : katak dan juga ikan. [2]

Telur

Pembahasan Hewan Ovipar (Bertelur)

Pengertian Hewan Ovipar (Bertelur)

Ovipar merupakan salah satu cara berkembang biak hewan, dengan cara bertelur. Pada umumnya, memiliki ciri-ciri telur yang telah dierami hingga bisa menetas.

Kelompok burung termasuk ke dalam hewan ovipar, walaupun kelompok burung tak mempunyai alat kelamin luar, namun fertilisasi tetap terjadi di dalam tubuh. Caranya, dilakukan dengan saling menempelkan kloaka.

Ciri-ciri Hewan Ovipar (Bertelur)

  • Tidak memiliki daun telinga.
  • Tidak memiliki kelenjar susu.
  • Tidak menyusui anaknya. [3]

Contoh Hewan Ovipar (Bertelur)

1. Angsa

Angsa ini termasuk hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur.

Pada umumnya, jika kita lihat, telur angsa ini sendiri mempunyai ukuran yang lebih besar, dibandingkan dengan telur unggas yang lain.

Biasanya, telur ini akan menetas pada hari ke-21, setelah induk betina mengeluarkan telur itu dari tubuhnya.

Tentang Angsa
Angsa merupakan anggota terbesar yang ada di famili Anatidae, dan menjadi salah satu burung air terbesar yang bisa terbang.

Spesies terbesar dari angsa itu sendiri adalah Angsa Putih, Angsa Trompet, dan juga Angsa Whooper yang panjangnya bisa mencapai hingga 60 inch serta memiliki berat sebesar 50 pound. Bentangan sayap mereka bisa mencapai panjangnya hingga 3 (tiga) meter.

Pada umumnya, angsa ini sendiri terdapat di daerah yang mempunyai iklim sedang, dan jarang terdapat pada daerah yang mempunyai iklim tropis.

5 (lima) spesies angsa terdapat di belahan bumi bagian utaram, sementara 1 (satu) spesies yang lain ditemukan di Australia dan juga Selandia Baru, sisanya tersebar di Amerika Selatan.

Angsa ini sendiri hampir selalu mempunyai sifat herbivora, walaupun sejumlah hewan akuatik kecil juga menjadi mangsa mereka.

Rata-rata, ukuran telur angsa adalah (tinggi x diameter) 113 x 74 mm, dan mempunyai berat hingga 340 gram. Masa inkubasi akan berlangsung selama sekitar 34 hingga 45 hari.

2. Ayam

Ayam ini termasuk hewan golongan ovipar yang berasal dari kelas burung (aves).

Perkembangbiakan ayam ini dilakukan dengan cara bertelur, dimulai dengan proses terjadinya pembuahan yang ada di dalam organ reproduksi ayam betina.

Ayam betina akan menghasilkan telur, yang selanjutnya akan dikeluarkan oleh ayam betina melalui anus dan tak lupa untuk dierami.

Pengeraman telur ayam yang dilakukan oleh induk betina ini, akan dilakukan selama kurang lebih antara 20 hingga 21 hari. Pengeraman dilakukan, untuk bisa menjaga suhu yang ada di sekitar telur, sehingga telur bisa tetap hangat.

Tidak hanya dierami oleh induk betina, sekarang ini, dengan penggunaan inkubator dalam menggantikan induk ayam betina dalam proses pengeraman sudah kian marak dilakukan. Hal ini memiliki tujuan untuk bisa mempercepat terjadinya proses perkembangbiakan dalam skala yang besar.

Tentang Ayam
Ayam pada tahun 2003, memiliki populasi lebih dari 24 milyar, dan menyatakan jika nantinya akan lebih banyak ayam lagi di dunia ini dibandingkan dengan burung yang lain.

Ayam ini sendiri juga berhasil memasok sebanyak 2 (dua) sumber protein pangan: daging ayam dan juga telur.

Sebagai hewan yang dipelihara, ayam mampu mengikuti ke mana perginya manusia akan membawa dirinya. Hewan ini sangat adaptif dan bisa dikatakan hidup di sembarang tempat, asal tersedia makanan bagi dirinya.

Kebanyakan, ayam peliharaan sudah kehilangan kemampuannya untuk terbang dengan baik, mereka cenderung menghabiskan waktunya di tanah, atau terkadang berada di pohon.

3. Burung

Semua jenis burung yang ada di dunia ini, akan melakukan perkembangbiakannya dengan cara bertelur.

Namun, untuk masing-masing jenis burung yang ada, mempunyai periode perkembangbiakan yang tidak sama, alias berbeda-beda.

Salah satu contohnya adalah burung merak, burung merak akan berkembang biak dengan terbatas. Maka dari itu, keberadaan burung merak yang kian menyusut, terlebih karena adanya faktor perburuan.

Tentang Burung
Burung atau unggas ini merupakan anggota kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang mempunyai bulu dan juga sayap.

Fosil tertua dari burung ini telah ditemukan di Jerman, dan dikenal dengan nama Archaeopteryx.

Diperkirakan jika ada sekitar sebanyak 8.800 hingga 10.200 spesies burung yang terdapat di seluruh dunia; dan sekitar 1.500 jenis diantaranya, ada dan ditemukan di Indonesia.

Indonesia berhasil menempati negara ke-5 terbesar di dunia, dari sebanyak 10.000 jenis satwa, yang sekarang ini berkembang biak.

Sekarang ini, sebanyak 50% jenis burung yang ada di dunia terancam punah, karena habitat burung sudah mulai terusik kegiatannya oleh manusia.

4. Ikan

Berbeda dengan contoh hewan yang bertelur dari kelas unggas, di mana melakukan pembuahan yang ada pada tubuh betina mereka, berbeda dengan ikan yang hanya bisa melakukan pembuahan di luar tubuh.

Betina ikan dewasa ini nantinya akan mengeluarkan suatu sel telur ke perairan, lalu bagi sang jantan akan menyemprotkan sel telur tersebut dengan sel protozoa.

Nantinya, kedua sel ini akan bertemu dan selanjutnya menciptakan suatu individu yang baru melalui proses pertumbuhan yang lamanya itu berbeda-beda, tergantung dari jenis ikannya.

Tentang Ikan
Ikan adalah anggota vertebrata pikilotermik atau berdarah dingin, di mana salah satu binatang ini hidup di dalam air dan juga bernapas dengan menggunakan insang.

Ikan termasuk dalam kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam jenisnya, dengan jumlah spesies lebih dari 27.000 yang ada di seluruh dunia.

5. Katak

Katak juga sama halnya dengan ikan, hewan amfibi yang satu ini juga termasuk ke dalam hewan ovipar, di mana akan melakukan pembuahannya yang ada di luar tubuh dari sang betina.

Yang menjadi perbedaannya adalah, telur katak ini nantinya akan mengalami pertumbuhan dengan melalui proses metamorfosis.

Telur katak tidak akan menetas, melainkan nanti akan langsung berubah menjadi zigot, lalu berudu atau disebut juga dengan nama kecebong, lalu katak muda, dan terakhir beranjak menjadi katak dewasa.

Tentang Katak
Katak, atau dalam bahasa inggris disebut dengan nama frog, merupakan salah satu binatang amfibi pemakan serangga, yang hidup di air tawar atau di darat, memiliki kulit yang licin, berwarna hijau atau merah kecokelat-cokelatan, kaki belakang yang lebih panjang, pandai melompat dan berenang.

Saat sekali bertelur, katak bisa menghasilkan sebanyak 5000 hingga 20.000 telur, tergantung dari kualitas induk dan juga hanya berlangsung sebanyak 3x dalam setahun.

6. Serangga

Semua hewan yang termasuk ke dalam kelas serangga, akan melakukan perkembangbiakannya dengan cara bertelur.

Contohnya seperti, belalang, kupu-kupu, laron, dan serangga yang lain adalah salah satu contoh hewan yang bertelur. Bahkan, Anda juga bisa dengan mudah menemukan telur-telur mereka di dedaunan.

Contoh gampangnya saja, ulat, yang nanti akan menggulung di daun pisang, dan mereka ini sebenarnya berasal dari telur kupu-kupu yang menetas.

Selanjutnya, mereka akan bermetamorfosis menjadi serangga yang baru dengan melalui fase telur, lalu ulat, kepompong, serangga dewasa. Fase metamorfosis masing-masing serangga juga tidak sama. [4]

Tentang Serangga
Serangga yang biasa disebut juga dengan nama insekta, merupakan salah satu kelas avertebrata yang ada di dalam filum arthropoda, di mana mempunyai exoskeleton berkitin, tubuh yang terbagi menjadi sebanyak 3 (tiga) bagian, yakni kepala, thorax dan abdomen, 3 (tiga) pasang kaki yang pangkalnya menyatu, mata majemuk, dan juga sepasang antena.

Serangga ini sendiri termasuk ke dalam salah satu hewan yang paling beragam, dengan mencakup lebih dari 1 (satu) juta spesies dan menggambarkan lebih dari setengah organisme hidup yang sudah diketahui.

Serangga menjadi hewan beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi. Ukuran dari serangga ini relatif kecil dan pertama kali sukses berkolonisasi di bumi.
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top