Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

18 Sep 2016

Pengertian, Ciri-ciri dan 12 Contoh Hewan Ovovivipar (Bertelur dan Beranak)

Lengkap! Pengertian, Ciri-ciri dan 12 Contoh Hewan/Binatang yang Termasuk Kelompok Ovovivipar (Bertelur dan Beranak/Melahirkan) - Perkembangbiakan hewan dengan cara bertelur (ovipar) dan juga beranak/melahirkan (vivipar). Contoh kecil dari hewan/binatang yang termasuk ke dalam jenis Ovovivipar ini, seperti, ikan hiu, kadal, hingga ular.

Untuk masalah pembuahannya itu sendiri juga terjadi di dalam tubuh dari sang betina. Setelah terjadi suatu pembuahan, maka di dalam tubuh dari sang betina tersebut nantinya akan terbentuk telur.

Zigot tumbuh menjadi embrio yang ada di dalam telur itu. Proses inilah yang dinamakan dengan kehamilan.

Nantinya, setelah embrio tersebut berhasil tumbuh dengan sempurna di dalam telur, maka induk akan mengeluarkannya sebagai keturunan yang baru. Terkadang, anak yang dikeluarkan ini masih terbungkus di dalam cangkang telur. [1]

Pembahasan Hewan Ovovivipar (Bertelur dan Beranak)

Ikan Guppy

Pengertian Hewan Ovovivipar (Bertelur dan Beranak)

Ovovivipar merupakan salah satu cara berkembang biak suatu hewan, dengan cara bertelur dan juga beranak/melahirkan. Embrio akan berkembang di dalam telur, dan telur tetap berada di dalam tubuh dari sang induk hingga telur tersebut benar-benar menetas.

Setelah telur berhasil menetas, maka, sang individu baru itu keluar dari tubuh induknya.

Ciri khusus dari hewan atau binatang yang termasuk dalam kelompok ovovivipar ini adalah pada embrio yang berkembang biak dan juga tumbuh di dalam telur. Kemudian, setelah telur tersebut sudah cukup umur, akan menetas anak hewan yang keluar dari tubuh sang induk.

Cadangan makanan yang didapatkan oleh embrio tersebut berasal dari dalam telur itu sendiri. Jadi, bukan berasal dari tubuh sang induk.

Dari sekian banyaknya jenis ular yang termasuk ke dalam kelompok hewan atau binatang ovovivipar, mempunyai karakteristik dan juga sifat yang tidak sama, alias berbeda-beda. [2]


Ciri-ciri Hewan Ovovivipar (Bertelur dan Beranak)

  • Pembuahan terjadi di dalam tubuh dari sang induk.
  • Setelah pembuahan, maka terjadilah telur.
  • Zigot tumbuh menjadi embrio yang berada di dalam telur.
  • Telur yang dikeluarkan langsung menetas. [3]

Contoh Hewan Ovovivipar (Bertelur dan Beranak)

1. Bunglon

Bunglon, secara umumnya juga berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar).

Akan tetapi, ada juga beberapa jenis bunglon yang di dunia ini berkembang biak dengan cara menyimpan telur di dalam tubuh dari sang induk.

Sang induk nantinya akan melahirkan bayi bunglon, di mana akan menetas pada kemudian hari, sehingga hewan ini termasuk ke dalam kelompok hewan ovovivipar.

Tentang Bunglon
Bunglon ini memang unik karena ia bisa mengubah warna kulitnya. Biasanya akan berubah dari warna yang cerah (abu-abu terang, hijau, kuning) menjadi warna yang lebih gelap (kecokelatan dan kehitaman).

Pada umumnya, bunglon kerap kali ditemukan di semak-semak, perdu, dan juga pohon-pohon peneduh yang ada di kebun dan juga yang ada di pekarangan.

Bahkan, tidak jarang juga didapati bunglon terjatuh dari pohon atau perdu saat sedang mengejar mangsanya. Dengan sesegera mungkin berlari menuju ke pohon terdekat.

Biasanya, reptil ini memangsa berbagai macam serangga yang ia jumpai, seperti contohnya, capung, kupu-kupu, lalat, ngengat, dan yang lain.

Cukup unik, untuk bisa menipu mangsanya, maka, bunglon ini seringkali berdiam diri pada pucuk peohonan atau bergoyang-goyang dengan pelan, seolah-olah sedang tertiup oleh angin.

2. Iguana

Tidak lepas dari hewan-hewan lain yang sudah disebutkan, iguana ini sejenis kadal yang hidup di daerah tropis di Amerika Tengah, Amerika Selatan dan juga Karibia.

Hewan ini melakukan perkembangbiakannya dengan cara ovovivipar.

Tentang Iguana
Iguana mempunyai penglihatan yang sangat baik dan juga bisa melihat bentuk, bayangan, warna dan juga gerakan yang ada di jarak yang cukup jauh.

Dengan matanya atau penglihatan yang baik, dimanfaatkan iguana untuk bisa mengarungi hutan yang lebat, dan juga menemukan makanan.

Tidak hanya untuk menemukan makanan saja, matanya ini juga bisa ia gunakan untuk berkomunikasi dengan anggota spesies yang sama.

Warna hijau alami dari iguana sangat membantu dirinya dalam menyembunyikan dari sang predator yang siap memangsa.

3. Ikan Guppy

Ikan Guppy (Gupi) ini termasuk ke dalam kelompok hewan ovovivipar.

Ikan ini menjadi salah satu ikan yang sangat mudah dalam berkembang biak. Masa kehamilan dari ikan ini berkisar antara 21 hingga 30 hari (rata-rata 28 hari), bergantung pada suhu dari air.

Alih-alih bertelur, ikan guppy ini mengandung dan juga melahirkan anaknya.

Seekor induk gupi bisa mengeluarkan anak ikan antara 2 hingga 100 ekor di setiap kehamilannya. Begitu keluar dari perut sang induk, anak-anak gupi bisa hidup sendiri, berenang, mencari makanan dan menghindari musuhnya.

Tentang Ikan Guppy
Ikan guppy ini menjadi salah satu spesies ikan hias air tawar yang cukup populer di dunia. Ikan ini sangat mudah untuk bisa menyesuaikan diri dan beranak-pinak.

Panjang total dari tubuh sang betina antara 4 hingga 6 cm, berbeda dengan tubuh sang jantan yang lebih kecil.

Ikan Guppy masuk ke Indonesia sebagai ikan akuarium, pada sekitar tahun 1920an silam, namun, selanjutnya terlepas atau dilepaskan ke perairan bebas.

Sekarang ini, ikan ini sudah sangat meluas ke berbagai tempat yang ada di wilayah Indonesia, serta mungkin sudah menjadi ikan yang paling melimpah pada daerah di Jawa dan juga Bali.

4. Ikan Hiu

Ikan Hiu

Ikan hiu termasuk ke dalam contoh hewan ovovivipar, di mana ikan ini memiliki ekosistemnya di perairan.

Perkembangbiakannya itu sendiri dilakukan dengan cara menyimpan telur yang merupakan hasil dari pembuahan yang ada di dalam tubuhnya. Telur tersebut nantinya akan menetas, dan sang hiu lantas melahirkan bayinya apabila pertumbuhan dari embrio tersebut sudah mencapai titik yang optimum.

Embrionya sendiri tidak mempunyai ari-ari, sehingga ia nantinya bisa tumbuh dengan ditopang dari cadangan makanan yang ada di dalam telur.

Tentang Ikan Hiu
Ikan hiu ini bernapas dengan menggunakan 5 (lima) insang, bahkan terkadang hingga 6 (enam) atau 7 (tujuh), tergantung pada spesies dari ikan hiu itu sendiri.

Deret gigi dari ikan hiu bisa diganti.

Biasanya, hiu akan menghasilkan sangat sedikit keturunan, dibandingkan dengan ikan lain yang dipanen.

Inilah yang menimbulkan suatu keprihatinan di antara para biologiwan karena meningkatnya usaha oknum-oknum nakal untuk menangkap ikan hiu selama ini. Bahlan, tidak sedikit spesies dari ikan hiu yang sekarang ini terancam punah.

5. Ikan Pari

Ikan pari juga salah satu contoh hewan ovovivipar yang mempunyai ekosistem yang ada di perairan.

Ikan pari ini akan melakukan perkembangbiakannya dengan cara bertelur. Akan tetapi, telur ini nantinya tak akan dikeluarkan sebelum bisa menetas.

Embrio akan tumbuh dan berkembang dengan cara menyerap nutrisi yang terdapat di dalam kuning telur. Induk sang betina baru akan melahirkan apabila pertumbuhannya sudah mencapai tingkat yang optimum.

Pada setiap periode hamilnya, ikan pari bisa mengandung hingga sebanyak 5 (lima) sampai dengan 13 (tiga belas) anak.


Tentang Ikan Pari
Ikan pari atau ikan peh ini merupakan jenis ikan laut yang diketahui mempunyai sebanyak 560 spesies dan tergolong ke dalam 13 famili.

Ikan pari ini memiliki bentuk yang pipih dan juga bentuk yang datar, serta dirinya tidak mempunyai tulang.

Ikan pari manta (Manta Birostris) menjadi salah satu spesies ikan pari terbesar yang ada di dunia. Lebar tubuh yang dimilikinya dari ujung sirip dada hingga ujung sirip yang lain mencapai hingga hampir 7 (tujuh) meter.

Bobot dari ikan pari manta ini sendiri yang pernah diukur, mencapai hingga 3 (tiga) ton beratnya.

Jenis spesies ini sendiri bisa ditemukan di lautan tropis yang ada di seluruh dunia. Kurang lebih antara 35 derajat lintang utara hingga 35 derajat lintang selatan.

6. Kadal

Pada umumnya, sebetulnya, binatang kadal ini hanya berkembang biak dengan cara bertelur, atau disebut dengan ovipar.

Akan tetapi, dikarenakan ada beberapa jenis kadal yang ada di dunia, ternyata, tergolong ke dalam kelompok binatang ovovivipar (bertelur dan beranak).

Kadal akan menyimpan telur yang didapatkannya dari hasil pembuahan yang ada pada tubuhnya. Embrio yang ada pada dalam telur bisa tumbuh dengan cara memanfaatkan kuning telur sebagai salah satu nutrisi untuk melakukan perkembang biakannya.

Apabila sudah tumbuh dengan sempurna, maka embrio yang sudah berubah menjadi sosok individu yang baru, akan dilahirkan oleh sang induk. [4]

Tentang Kadal
Kadal merupakan hewan bersisik yang memiliki 4 (empat) kaki, yang termasuk ke dalam kelompok reptil.

Dengan terdiri atas kurang dari sebanyak 40 (empat puluh) suku, kadal juga mempunyai pola warna, bentuk dan ukuran yang begitu beragam.

Kebanyakan kadal biasanya bertelur (ovipar), walaupun ada juga yang melahirkan (vivipar). Pada umumnya, kadal juga bisa menumbuhkan ekornya kembali atau tungkai yang terputus.

Kebanyakan, habitat dari kadal tinggal di atas tanah, sementara sebagian yang lain hidup meyusup di dalam tanah yang gembur atau pasir, sebagiannya lagi juga ada yang berkeliaran di batang-batang pohon.

7. Kuda Laut

Kuda laut ini bisa dikatakan hewan yang mempunyai kebiasaan sungguh tidak lazim dibandingkan dengan jenis-jenis hewan lain yang ada di dunia.

Pada umumnya, kebiasaan kehamilan dan juga melahirkan terjadi pada tubuh dari sang betina, namun untuk kuda laut, kebiasaan ini malah justru terjadi pada sang jantan.

Kuda laut jantan ini sendiri mempunyai suatu kantung pengeraman yang memiliki fungsi untuk bisa menyimpan dan juga mengerami sel telur yang ada pada tubuhnya.

Tentang Kuda Laut
Hewan ini mempunyai ukuran yang cukup bervariasi, mulai dari 16 mm hingga 35 cm, dan bisa ditemukan di perairan tropis serta menengah yang ada di seluruh dunia.

Beberapa spesies dari kuda laut ini mempunyai warna transparan sebagian, sehingga diri dari kuda laut tidak mudah untuk terlihat atau ditemui.

Populasi dari kuda laut ini sendiri terancam karena adanya penangkapan yang berlebihan.

8. Platypus

Platypus

Platypus (platipus) ini, sebenarnya berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar) layaknya seperti kelas aves atau burung.

Akan tetapi, hewan ini cukup unik dan aneh di mana malah mempunyai kelenjar susu dan juga mempunyai kebiasaan untuk menyusui bayi-bayinya setelah menetas, layaknya mamalia.

Tidak lazimnya platypus inilah yang membuat bagi para ahli biologi yang menyebutkan jika conroh hewan ovovivipar ini termasuk hewan peralihan dari evolusi yang berlangsung dari kelas burung ke kelas mamalia.

Tentang Platypus
Platypus ini merupakan hewan semi-akuatik yang biasanya banyak ditemui di wilayah bagian timur benua Australia. Platypus mempunyai paruh mirip seperti bebek dan juga mempunyai kaki yang berselaput.

Temperatur tubuh dari platypus ini kira-kira pada 32 derajat Celcius. Tubuh dari platypus ditutupi oleh bulu yang berwarna cokelat, untuk bisa menjaga, sehingga tubuhnya menjadi tetap hangat.

Bobot dari hewan yang satu ini berkisar antara di bawah 1 (satu) kilogram hingga lebih dari 2 (dua) kilogram. Platypus jantan lebih besar 3x dibandingkan dari platypus betina.

9. Salamander

Salamander juga termasuk ke dalam hewan ovovivipar, bertelur sekaligus juga beranak.

Salamander ini merupakan makhluk vertebrata yang cukup unik, karena dirinya bisa menumbuhkan kembali bagian tubuh yang hilang.

Tentang Salamander
Salamander ini merupakan nama umum untuk sekitar sebanyak 550 spesies amfibi. Biasanya, dicirikan penampilannya mirip seperti kadal, dengan tubuh yang ramping, hidung pendek dan juga ekor yang panjang.

Kulitnya lembap sehingga mereka lebih senang tinggal di habitat di air atau di dekat air, seringkali pada lahan yang basah.

10. Ular Bangkai Laut

Ular bangkai laut ini tidak melahirkan, seperti halnya hewan-hewan mamalia pada biasanya, melainkan telurnya yang berkembang dan juga menetas di dalam tubuh sang induk.

Nantinya, juga akan keluar sebagai ular-ular kecil.

Tentang Ular Bangkai Laut
Ular Bangkai Laut ini merupakan sejenis ular yang berbisa, dan berbahaya. Ular ini juga biasa dinamakan atau disebut dengan ular hijau karena warna tubuhnya hijau.

Akan tetapi, penamaan ular hijau dirasa kurang tepat karena cukup banyak jenis ular yang ada di pohon berwarna hijau, seperti contohnya ular bajing dan juga ular pucuk yang tidak berbahaya.

Panjang dari ular jantan biasanya hingga 60 cm dan betina mencapai hingga 80 cm, di mana mempunyai ekor yang pendek.

Ular ini biasanya aktif di malam hari dan tidak begitu lincah. Namun, apabila dirinya sedang terancam, maka bisa bergerak dengan cepat dan gesit. Mangsa dari ular ini seperti burung, kadal, kodok dan mamalia kecil.

11. Ular Kadut

Ada beberapa spesies atau jenis ular yang melahirkan dengan cara ovovivipar, salah satu contohnya ular kadut.

Ular-ular yang seperti ini tidak akan melahirkan seperti halnya mamalia, melainkan akan berkembang biak dan juga menetas di dalam tubuh dari sang induk.

Lalu, nantinya akan keluar sebagai ular yang berbentuk kecil-kecil.

Tentang Ular Kadut
Ular ini mempunyai warna abu-abu dengan warna belang yang putih. Biasanya hidup di daerah air tawar atau air payau.

Ular ini sama sekali tak akan bisa berdaya jika di tanah, karena kulit mereka yang tipis menjadi mudah untuk robek.

Biasanya, ular-ular yang seperti ini mudah ditemukan di dalam kolam kecil, rawa-rawa, dan juga di muara. Akan tetapi, beberapa dari mereka juga pernah ditemui di laut.

12. Ular Pucuk

Ular Pucuk

Tidak hanya ular yang ada di atas saja, ular pucuk ini juga termasuk ke dalam kelompok hewan ovovivipar (bertelur dan beranak).

Tidak jauh berbeda dengan kedua ular yang ada di atas, telur yang berkembang dan menetas ada pada tubuh dari sang induk, dan keluarlah ular-ular yang berbentuk kecil-kecil.

Tentang Ular Pucuk
Ular pucuk ini merupakan sekelompok ular yang diketahui berbisa lemah dan tidak berbahaya. Dinamai dengan ular pucuk, karena ular ini menyerupai pucuk sulur-suluran yang ada di hutan: panjang, lampai, dan pada umumnya mempunyai warna hijau.

Memang diketahui memiliki bisa lemah, bisanya cukup kuat untuk melumpukan mangsa (burung kecil, kadal, kodok), namun tidak cukup berbahaya bagi manusia.

Jenis-jenis ular pucuk ini menyebar, terutama dari India yang ada di sebelah barat, hingga ke Cina yang ada di timur, selatan yang melalui sebagian besar dari wilayah Asia Tenggara, hingga Indonesia dan pulau-pulau yang ada di Pasifik.
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top