Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

13 Oct 2016

12 Cara Menjaga/Memelihara Lingkungan Alam di Sekitar Kita

Pernah dengan kata-kata ini? "Kebersihan sebagian dari iman".

Apa yang ada di pikiran kita jika melihat keadaan sekitar atau lingkungan yang kotor? Lantas, apa yang ada di pikiran kalian jika lingkungan bersih dan nyaman?

Lingkungan yang kotor pasti membuat kita tidak betah bukan? Kita melihatnya saja sudah tidak suka, dan terlintas di benak untuk membersihkan lingkungan yang kotor tersebut.

Berbeda dengan lingkungan yang bersih, keadaan sekitar yang asri, pasti enak untuk dipandang, tidak ada sampah berserakan di sana di sini.

Kebersihan itu sendiri merupakan keadaan di mana lingkungan terbebas dari berbagai macam kotoran, termasuk di antaranya, seperti debu, sampah dan juga bau.

Manusia itu perlu untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri sehingga tetap sehat badannya, tak menimbulkan bau busuk, tidak membuat malu, tidak menyebarkan berbagai macam kotoran, atau bahkan malah menularkan kuman penyakit, baik itu bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Kebersihan lingkungan itu sendiri ialah kebersihan tempat tinggal, tempat bekerja dan tempat awam. Banyak hal yang bisa kita lakukan agar lingkungan sekitar tetap bersih dan elok untuk dipandang.

Apabila kita sebagai manusia sudah diajarkan dan diterapkan bagaimana cara melakukan bersih-bersih atau melakukan kebersihan, pasti nanti kelak dewasa juga gemar bersih-bersih, karena dengan bersih-bersih memiliki begitu banyak manfaat yang tak bisa kalian pandang sebelah mata saja.

Memelihara Lingkungan Alam

Hutan

Lingkungan alam yang terdapat di sekitar rumah kita itu sangat banyak sekali.

Meliputi sungai, gunung, danau, pantai, dan masih banyak lagi contoh yang lain apabila kalian bisa memahaminya.

Cara Menjaga Kebersihan dan Keseimbangan Lingkungan Alam

1. Tidak Membuang Sampah di Sungai

Kegiatan ini memang terlihat sangat sepele bukan? Saking sepelenya, kalian pernah membuang sampah di sungai? Jujur ya!

Sekarang, pertimbangkan kembali jika ingin membuang sampai di sungai, karena dampak dan akibat yang ditimbulkan sangat besar dalam kehidupan.

Coba, bisa kita bayangkan apabila setiap orang atau masing-masing keluarga membuang sampah di sungai, terlebih kantong plastik yang berisi sampah di sungai, nanti akan merusak ekosistem sungai itu sendiri.

Akibatnya, yang paling parah adalah aliran air yang ada di sungai menjadi terhambat, menjadi tersendat, aliran air tak lancar dan inilah yang menjadi salah satu pemicu timbulnya banjir, ikan-ikan yang mati dan banyak kerugian lainnya.

Jangan beralasan membuang sampah di sungai karena tidak ada pembuangan sampah yang dekat dengan rumah, jangan sekadar ikut-ikutan pada perilaku buruk ini, dan jangan mentang-mentang tinggal di bantaran sungai, kalian jadi seenaknya sendiri membuang sampah tersebut!

Bukan begitu! Alangkah baiknya, buanglah sampah pada tempatnya, bisa pada tempat pembuangan akhir, atau pada tempat yang sudah disediakan. Dengan mematuhi prinsip membuang sampah dengan benar, maka kalian juga sekaligus sedang menerapkan pola hidup yang sehat, baik bagi kalian maupun bagi alam.

Apabila perilaku membuang sampah di sungai ini terus dilanjutkan, maka lihat dampaknya, banjir! Tidak hanya itu saja, kalian terganggu dengan bau busuk yang menyengat, terlebih sungai menjadi tidak enak untuk dipandang, tak elok lagi. Sangat disayangkan bukan? [1]

2. Limbah Pabrik yang Disaring Terlebih Dahulu

Limbah merupakan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik itu dari industri maupun daru rumah tangga. Pada masyarakat yang bermukim, inilah berbagai macam limbah dihasilkan dari situ.

Begitu banyak limbah yang dibuang, seperti halnya sampah, air kakus, dan masih banyak lagi yang lain.

Dengan kehadiran dari limbah ini sendiri memiliki berbagai bentuk dampak negatif bagi lingkungan, terlebih bagi kesehatan manusia. Nah, di sinilah perlu dilakukan penanganan lebih lanjut terhadap limbah.

Bahkan, apabila limbah ini dibiarkan begitu saja, maka bisa menimbulkan adanya keracunan, dan semua tergantung pada jenis dan karakteristik limbah itu sendiri.

Pengolahan limbah itu sendiri bisa dilakukan dan dibedakan ke dalam 2 (dua) macam, yakni pengolahan menurut tingkatan perlakuan dan juga pengolahan menurut karakteristik limbah.

Biasanya, karakteristik dari limbah itu sendiri, seperti :
  • Berukuran mikro
  • Dinamis
  • Penyebarannya memiliki dampak yang cukup luas
  • Memiliki dampak atau akibat dalam jangka panjang

3. Menanam Pepohonan di Pinggir Sungai

Kegiatan ini dilakukan dengan memiliki manfaat agar mencegah terjadinya abrasi yang menyebabkan rumah masyarakat menjadi longosr dan hanyut ke sungai.

Tidak hanya itu saja, dengan hal ini juga bisa mencegah terjadinya abrasi. Abrasi adalah proses pengikisan pantai yang dikarenakan tenaga gelombang laut dan arus laut yang memiliki sifat merusak. Biasanya, abrasi sering disebut juga dengan nama erosi pantai.

Yang menjadi pemicu timbulnya abrasi adalah keseimbangan alam yang terganggu di daerah sekitar sungai atau pantai.

4. Penanaman Hutan Kembali (Reboisasi)

Reboisasi ini merupakan kegiatan penanaman kembali hutan yang sudah ditebang.

Kegunaan reboisasi itu sendiri, seperti :
  • Meningkatkan kualitas kehidupan manusia dengan menyerap polusi dan debu dari udara
  • Membangun kembali habitat dan ekosistem alam
  • Mencegah pemanasan global dengan menangkap karbondioksida dari udara [2]

Reboisasi ini hanya bisa dilakukan pada hutan atau lahan yang kosong atau gundul, hutan yang dimaksud di sini adalah hutan yang sudah ditentukan pada peraturan.

Reboisasi ini erat kaitannya dengan penghijauan. Dengan mencanangkan penghijauan, maka lingkungan yang ada di sekitar tempat tinggal kita menjadi lebih sejuk, ketersediaan air tahan menjadi terjamin dan mampu meningkatkan kesuburan tanah.

Selain itu, dengan adanya reboisasi ini juga berguna menurunkan pemanasan global, atau juga biasa disebut dengan nama global warming. [3]

5. Terasering atau Sengkedan

Terasering atau Sengkedan ini merupakan suatu bentuk metode konservasi dengan cara membuat teras-teras yang dilakukan untuk mengurangi panjang dari lereng, menahan air, sehingga mampu mengurangi kecepatan dan juga jumlah aliran permukaan, serta bisa juga untuk memperbesar peluang penyerapan air oleh tanah.

Tipe terasering yang cukup dikenal dan dikembangkan oleh lahan pertanian yang ada di Indonesia itu seperti teras bangku atau teras tangga, serta juga teras gulud.

Jenis Terasering atau Sengkedan, seperti :
  • Teras Datar
    • Teras datar dibuat pada tanah yang memiliki kemiringan kurang dari 3% di mana bertujuan untuk memperbaiki pengaliran air dan pembasahan tanah. Teras datar ini dibuat dengan cara jalan menggali tanah menurut garis tinggi serta tanah galiannya yang ditimbunkan ke tepi luar, sehingga air bisa tertahan dan juga terkumpul. Pematang yang terjadi ditanami dengan rumput.
  • Teras Kredit
    • Teras kredit ini dibuat pada tanah yang landai di mana memiliki kemiringan 3 hingga 10%, yang memiliki tujuan untuk mempertahankan kesuburan dari tahan. Pembuatan dari teras kredit ini sendiri dimulai dengan membuat jalur penguat teras sejajar garis tinggi dan ditanami dengan tanaman, seperti tanaman caliandra.
  • Teras Gulud
    • Teras guludan ini dibuar pada tanah yang memiliki kemiringan antara 10 hingga 50% serta memiliki tujuan untuk mencegah hilangnya lapisan dari tanah.
  • Teras Bangku
    • Teras bangku ini dibuat pada lahan yang memiliki kelerengan 10 hingga 30% yang mana memiliki tujuan untuk mencegah terjadinya erosi pada lereng yang ditanami berbagai macam tanaman palawija. [4]

6. Menggunakan Produk Daur Ulang

Daur ulang merupakan salah satu bentuk strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan juga pembuatan produk/material yang bekas pakai, serta komponen utama di dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga pada proses hirarki sampah 4R (Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace).

Jenis material yang bisa dilakukan daur ulang, terdiri atas sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil dan berbagai macam barang elektronik.

Fokus dari daur ulang ini sendiri difokuskan pada sampah yang tak bisa dilakukan degradasi oleh alam secara alami, untuk mengurangi kerusakan yang terjadi pada lahan.

Proses daur ulang aluminium ini bisa menghemat hingga 95% energi dan mampu mengurangi polusi udara hingga 95% apabila dibandingkan dengan ekstraksi aluminium dari tambang, hingga prosesnya di pabrik.

Macam-macam material yang bisa dilakukan daur ulang, seperti :
  • Bahan bangunan
  • Baterai
  • Barang elektronik
  • Logam
  • Bahan yang lain (kaca, kertas, plastik, dan lain sebagainya)

Manfaat dari daur ulang, adalah :
  • Menghemat Energi
    • Produk baru yang dihasilkan dari bahan baku produk daur ulang ini bisa menghemat begitu banyak energi yang dikonsumsi pada proses produksi. Hal ini tentu berbeda dengan produk baru yang dibuat pertama kali dari bahan-bahan mentah yang masih baru, di mana jumlah energi yang dikonsumsi tentu jauh lebih tinggi.
  • Polusi Berkurang
    • Yang kedua, dengan daur ulang ini bisa membantu mencegah terjadinya pemanasan global. Dengan meminimalkan energi yang dihabiskan dalam produksi industri, nantinya hal ini juga bisa membantu untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
  • Menghemat Sumber Daya Alam (SDA)
    • Sebagai salah satu contohnya dengan menggunakan kertas bekas yang didaur ulang tidak perlu menggunakan sumber daya dari pohon lagi untuk bisa dihasilkan kertas baru. Dengan dilakukan cara ini, maka daur ulang yang tepat mampu membantu kita dalam melestarikan Sumber Daya Alam untuk generasi yang selanjutnya serta bisa menjaga keseimbangan alam.
  • Memiliki Manfaat yang Ekonomis
    • Daur ulang ini juga bisa membantu menghembat begitu banyak biaya. Biaya ini sendiri mencakup seluruh yang ada pada siklus produksi, dari memperoleh bahan baku hingga banyak lagi yang lain.
  • Menghemat Ruang
    • Dengan daur ulang ini memungkinkan penggunaan yang tepat dari produk-produk sampah serta mampu menghemat ruang untuk tempat pembuangan sampah. Tempat pembuangan sampah menjadi semakin penuh, namun bisa diatasi apabila kita memulai berpikir ke depan untuk melakukan daur ulang. [5]

7. Melarang Penebangan Hutan Secara Liar

Penebangan liar atau biasa disebut juga dengan pembalakan liar ini merupakan suatu bentuk kegiatan penebangan, pengangkutan dan juga penjualan kayu, di mana ini menjadi salah satu bentuk ancaman faktual di sekitar perbatasan yang tidak sah atau bisa dikatakan tidak memiliki izin dari otoritas setempat.

Dampak dari penebangan hutan secara liar, meliputi :
  • Tanah menjadi terlalu berlebih atau terlalu banyak menyerap sinar matahari, sehingga nanti mudah menjadi kering dan nutrisi yang ada di dalam tanah menguap.
  • Ketika pohon ditebang, maka daerah tersebut menjadi lebih kering. Maka, tidak ada kesempatan lagi untuk tanah bisa menyerap lebih banyak air lagi. Dengan demikian, sumber daya air menjadi kian menurun.
  • Banyak makhluk baik itu hewan maupun tumbuhan yang nantinya akan lenyap dan hilang peredaran dari muka bumi.
  • Aliran air menjadi terganggu sehingga daerah tersebut menjadi sangat mudah terkena bencana banjir saat sedang hujan lebat. Manusia juga terancam jiwanya.

8. Menerapkan Sistem Tebang Pilih

Tebang pilih ini istilah yang merujuk pada kegiatan memanen hasil terbaik dan membiarkan yang lain. Biasanya, istilah ini biasa digunakan pada kehutanan, namun juga bisa digunakan pada penangkapan ikan serta pertambangan.

Dalam kehutanan, tebang pilih ini memiliki arti menebang kayu yang berkualitas pada suatu area hutan. Dengan adanya tebang pilih ini bisa memberikan kesempatan untuk area hutan dalam mempertahankan spesies pohon tertentu.

Tujuan dari tebang pilih ini sendiri tak lain ualah menjaga keselamatan, baik itu dari segi keselamatan manusia dan juga makhluk hidup yang ada di sekitarnya.

Dengan penggunaan atau penerapan dari sistem tebang pilih ini, bisa memberikan keuntungan yang lebih bagi si penebang. Karena, beberapa kayu yang sudah tua bisa digunakan untuk berbagai macam hal. Akan lebih menguntungkannya lagi jika pohon yang ditebang merupakan pohon yang bisa diperjualbelikan dan diperlukan bagi kebanyakan orang.

Akan tetapi, ada beberapa kekurangan juga jika menggunakan sistem tebang pilih ini, yang mana produksi menjadi kecil, memusnahkan bakteri yang baik, tenaga kerja yang kian dipersempit hanya membutuhkan beberapa orang saja, dan lebih banyak lagi yang lain.

9. Membuang Sampah pada Tempatnya

Hal ini berkaitan erat dengan tidak membuang sampah di sungai, yang membahayakan keselamatan bagi diri sendiri maupun orang lain dan juga lingkungannya.

Dengan membuang sampah sesuai dengan tempatnya, maka kita juga ikut melestarikan dan menjaga alam yang ada di sekitar kita.

Manfaat dari membuang sampah pada tempatnya adalah tempat yang ada di sekitar menjadi bersih, tidak ada sampah yang berserakan di mana-mana dikarenakan sampah tersebut sudah dibuang dengan semestinya.

Hal ini memang terlihat sepele, namun apabila kita melihat manfaatnya, ternyata manfaatnya sangat besar. Hal yang besar pasti berawal dari hal-hal yang kecil.

Salah satu contohnya saja adalah plastik. Plastik adalah material yang sulit diuraikan oleh tanah dan apabila dibuang ke sungai, maka akan terjadi penyumbatan pada aliran sungai, inilah masalahnya, banjir akibatnya.

Dengan kita membuang sampah pada plastik, itu adalah hal yang terpuji. Bisa saja, kalian memanfaatkan plastik ini didaur ulang lagi untuk menghemat proses produksi.

10. Membuat Aturan Hukum yang Tegas

Hukum yang tegas juga menjadi salah satu faktor penting di sini. Kebanyakan orang atau sebagian besar orang pasti akan merasa jera jika melanggar setiap aturan atau ketentuan yang telah dilakukan.

Efek jera inilah yang mana bisa membuat pelanggar tak melakukan lagi hal buruk ini di kemudian hari, dan orang tersebut takut untuk melakukannya lagi.

Untuk menerapkan hukum yang tegas, diperlukaan koordinasi yang matang, tidak hanya asal penerapannya saja di masyarakat, melainkan persiapan dan sanksinya sudah disiapkan.

Dengan adanya hukum yang tegas inilah, maka kelestarian alam yang ada di sekitar kita bisa terjaga dengan baik.

11. Mendirikan Cagar Alam serta Suaka Margasatwa

Cagar alam merupakan suatu kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya memiliki kekhasan tumbuhan, satwa dan juga ekosistem tertentu yang dirasa perlu untuk dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami.

Kawasan cagar alam yang ada di Indonesia itu sendiri seperti Cagar Alam Nusakambangan Barat, Cagar Alam Nusakambangan Timur dan Cagar Alam Pananjung Pangandaran.

Sementara itu, apabila kalian ingin memasuki cagar alam, maka diperlukan yang namanya SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi), di mana SIMAKSI ini bisa kalian dapatkan di kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat. [6]

Sedangkan Suaka Margasatwa adalah kawasan hutan suaka alam yang memiliki ciri khas berupa keanekaragaman dan atau memiliki keunikan jenis satwa yang memang membutuhkan suatu perlindungan atau suatu pembinaan untuk kelangsungan hidupnya terhadap habitat mereka.

Pelestarian bisa dilakukan secara sengaja atau secara alami guna menjaga kelangsungan hidupnya.

Melalui adanya upaya konservasi inilah, diharapkan keberadaan dari flora dan juga fauna itu bisa tetap terjaga dari kepunahan sehingga kelestarian keanekaragaman hayai flora dan fauna Indonesia masih tetap bisa terjaga pada masa yang akan datang. [7]

12. Melarang Perburuan Liar

Perburuan liar merupakan suatu kegiatan pengambilan hewan dan tanaman liar secara ilegal yang bertentangan dengan peraturan konservasi serta manajemen kehidupan liar.

Perburuan liar ini merupakan suatu tindak pelanggaran terhadap peraturan dan hukum perburuan.

Di Indonesia ini, perburuan liar yang ada malah semakin meningkat dan sulit untuk ditanggulangi. Motif-motif yang digunakan untuk melakukan perburuan liar sangatlah bragam, contohnya hanya sebagai hobi, untuk biaya hidup keluarga, dan masih banyak lagi motif yang lain.

Maka dari itu, kembali lagi seperti di atas, lakukan tindakan hukum yang tegas terhadap perburuan liar, agar kemudian hari tak semena-mena lagi untuk melanggarnya.
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
 
Back To Top