Habibullah Al Faruq

Portal Situs Edukasi SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan Tinggi di Jaringan Luas Indonesia

21 Dec 2016

5 Penyebab Pencemaran Tanah yang Kian Merajalela

Pencemaran adalah masuk atau dimasukannya makhluk hidup, energi, zat dan atau komponen yang lain ke dalam air, udara, ataupun tanah.

Pencemaran ini juga bisa memiliki arti berubahnya tatanan atau komposisi air, udara dan tanah akibat kegiatan atau ulah manusia dan proses alam, sehingga kualitas alam tersebut menjadi kurang baik atau malah tidak bisa berfungsi lagi sesuai dengan kebutuhannya.

Maka, untuk bisa mencegah terjadinya pencemaran terhadap suatu lingkungan oleh berbagai macam bentuk kegiatan industri serta berbagai aktivitas manusia, diperlukan adanya pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan cara menetapkan baku mutu lingkungan.

Perlu kita ketahui sebelumnya, sebenarnya pencemaran terhadap lingkungan ini bisa terjadi dengan mudah di mana saja dengan laju yang sangat cepat, serta beban pencemaran yang kian memberat, yang berakibat dari adanya limbah industri dari berbagai bahan kimia, salah satunya termasuk logam berat.

Bagi makhluk hidup, tanah memiliki peranan yang sangat penting untuk menjaga keberlangsungan kehidupan kita. Sebisa mungkin dan dengan sejuta cara, kelestarian tanah harus tetap kita jaga untuk agar generasi penerus kita juga bisa ikut menikmatinya.

Segala bentuk yang merusak tanah di masa yang akan datang harus kita tanggulangi, mengingat manfaat dengan adanya tanah sangat luar biasa, dan tidak boleh disia-siakan begitu saja.

Tidak percaya jika tanah itu penting dan bermanfaat bagi kehidupan kita?

Air yang kita minum sehari-hari itu berasal dari mana? Air tersebut berasal dari dalam tanah. Sedangkan makanan yang kita konsumsi, juga berasal dari tanaman atau tumbuhan yang ditanam dengan bantuan dari tanah.

Jadi, mulai sekarang ayo coba rawat tanah sebisa mungkin dan semampu kita. Jika tidak mampu merawatnya, maka jangan mencoba untuk merusaknya. Betul?

Mengingat pencemaran tanah yang sangat berbahaya, maka pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai pencemaran tanah. Lalu, apa sebenarnya penyebab pencemaran tanah? Apa saja faktor-faktornya? Yuk kita bahas!

Penyebab Pencemaran Tanah

Tanah

1. Membuang Benda yang Sulit Terdekomposisi

Barang-barang yang sulit terdekomposisi dengan baik seperti contohnya :
  • Karet
  • Logam
  • Pecahan Kaca
  • Sampah Plastik

Pada umumnya, barang-barang seperti itu tidak dapat diurakan dengan mudah oleh dekomposer (bakteri dan jamur) pada suatu ekosistem.

Saking sulitnya untuk bisa diuraikan, maka sampah-sampah jenis ini bisa dengan mudah menumpuk dan malah berakibat timbulnya beragam masalah yang kian sulit untuk diatasi.

Terlebih, seiring dengan meningkatnya jumlah populasi manusia yang ada, tidak menutup kemungkinan juga semakin banyak sampah yang terbuang bukan pada tempatnya dan secara tidak langsung alam (dalam hal ini tanah) akan memiliki kualitas yang jauh lebih buruk.

Kegiatan membuang barang yang sulit diurai ini rata-rata lebih cenderung diperbuat oleh manusia, karena ulahnya yang semakin nyeleneh.

Biasanya, orang-orang yang seperti ini kurang paham dan kurang mengerti mengenai sampah dan bahaya yang ditimbulkan nantinya.

Maka, apabila ada tetangga kita yang membuang sampah ini secara sembarangan, kita sang pelajar, selayaknya memberi tahu atau menasehati kepada tetangga kita tersebut, agar kehidupan kita dan sesama juga menjadi lebih berkualitas lagi ke depannya.

2. Limbah Domestik Cair

Limbah domestik ini memiliki arti sisa hasil pembuangan yang berasal dari rumah-rumah penduduk di sekitar.

Bahkan, selama ini, banyak warga yang tidak mengetahui atau tidak sadar jika dirinya itu sudah menghasilkan limbah-limbah yang sangat membahayakan bagi kehidupan makhluk hidup terutama bagi manusia.

Limbah domestik yang bersifat cair ini bisa dengan mudah larut di dalam tanah dan mencemari tanah.

Contoh dari limbah domestik cair ini, seperti :
  • Air bekas deterjen
  • Bensin
  • Cat
  • Oli
  • Tinja

Saat limbah-limbah tersebut mulai mencemari tanah yang ada di sekitar kita, maka bisa saja mikroorganisme yang terdapat di dalam tanah tersebut juga menjadi mati dan ekosistemnya juga ikut terganggu akibat pencemaran ini.

Walaupun di Indonesia itu sendiri limbah domestik cair ini masih terbilang jarang, alangkah baiknya untuk bisa dicegah sesegera mungkin agar tak timbul lebih banyak limbah lagi dan tidak membuat tanah menjadi rusak begitu saja.

3. Praktik Irigasi yang Berbahaya

Dampak lingkungan dari adanya irigasi ini bisa merubah kualitas dan kuantitas tanah beserta juga air.

Irigasi mengambil alih sebagian besar air yang berasal dari sungai dan mendistribusikannya ke area yang diirigasi. Dampak langsung dari adanya hal ini ialah berkurangnya debit hilir sungai dan terjadi peningkatan evaporasi.

Salah satu contohnya jika irigasi mengambil air yang berasal dari air di dalam tanah, maka tinggi muka air tanah juga akan menurun.

Dari semua dampak langsung yang dihasilkan ini, terdapat juga dampak yang tidak langsung, dan akan terus mengikutinya, seperti terjadi :
  • Intrusi air asin
  • Kelangkaan air
  • Salinisasi
  • Subsiden tanah

Memang, dengan adanya irigasi ini bisa menguntungkan dalam kondisi finansial (keuangan) bagi perekonomian individu, wilayah dan juga negara. Sudah sekitar sebanyak 16% dari seluruh kawasan pertanian di seluruh dunia berhasil diirigasikan. Akan tetapi, dampak negatif dari irigasi memang kerap kali diabaikan walaupun signifikan.

Irigasi telah mengurangi kualitas air sungai, karena air bilasan yang berasal dari lahan pertanian bisa jadi mengandung beberapa bahan, seperti garam, pestisida, hingga pupuk yang bisa terakumulasi di sungai. Air bilasan yang berasal dari lahan pertanian ini bisa mengalami perkolasi dan bisa mencemari air tanah.

Peningkatan tinggi muka air tanah bisa menyebabkan air yang menggenang, dan bisa juga menyebabkan akar tanaman menjadi terendam oleh air.

Apabila genangan air ini terus berlanjut, maka dikhawatirkan bisa menjadi sarang dari berbagai macam jenis organisme vektor penyakit.

Bahkan, FAO saja mengungkapkan jika sebanyak 52 juta hektare lahan tentu akan membutuhkan yang namanya drainase bawah tanah agar tetap bisa mengendalikan salinisasi dan penggenangan.

4. Hujan Asam

Hujan asam bisa diartikan sebagai segala macam hujan yang memiliki pH di bawah dari 5,6.

Hujan asam disebabkan oleh adanya belerang (sulfur) yang merupakan pengotor di dalam bahan bakar fosil serta nitrogen yang ada di udara bereaksi dengan oksigen dan akhirnya membentuk nitrogen oksida dan sulfur dioksida. Zat-zat yang seperti ini akan berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk bisa membentuk asam sulfat dan juga asam nitrat yang mudah larut dan jatuh bersama dengan rintik-rintik air hujan.

Nah, air hujan yang asam inilah yang malah bisa meningkatkan kadar keasaman tanah dan juga air pemukaan yang terbukti sangat berbahaya di dalam kelangsungan hidup ikan dan kelangsungan hidup dari tanaman. Walaupun demikian, usaha untuk bisa mengatasinya masih terus gencar dilakukan.

Bahkan, hujan asam ini sudah menjadi masalah yang cukup sulit di berbagai belahan negara di dunia. Contohnya hujan asam karena proses industri yang ada di Cina, Eropa Barat, Rusia dan masih banyak lagi yang lain. Hujan asam yang dihasilkan dari pembangkit tenaga listrik di negara Amerika Serikat bagian barat sudah merusak hutan-hutan yang ada di New York dan juga di New England.

Untuk metode pencegahan itu sendiri yang tengah dilakukan oleh Amerika Serikat, banyak pembangkit tenaga listrik batu bara yang sudah menggunakan Flue Gas Desulfurization (FGD) yang mampu menghilangkan gas-gas yang terbukti mengandung belerang dari cerobong.

5 Limbah Industri Cair dan Padat

Di era modern seperti ini, kian banyak industri yang serta merta membuang limbahnya secara sembarangan, baik itu dibuang ke aliran sungai hingga di buang di tanah begitu saja.

Yang sangat disayangkan, tidak semua industri memiliki bekal teknik pengolahan limbah yang baik dan benar, sehingga berbagai macam pencemaran seringkali melanda dan ini perlu menjadi perhatian khusus bagi kita semua.

Berbagai kalangan industri sama sekali tidak memiliki kesadaran, dari industri yang besar bahkan hanya industri kecil berskala rumahan juga mulai tidak peka terhadap lingkungan yang ada di sekitar.

Limbah industri cair, seperti :
  • Air limbah bekas industri pelapisan logam
  • Air limbah bekas dari laundry
  • Air limbah bekas industri sablon

Unsur kimia yang terkandung di dalamnya tentu jenis-jenis berbahaya dan tidak main-main. Apabila limbah cair yang dihasilkan tersebut mengenai tanah, maka secara otomatis juga bisa merusak kesuburan dari tanah itu.

Sama halnya apabila limbah cair dibuang di sungai, maka sungai akan menjadi tercemar dan habitat yang ada di sungai menjadi rusak.

Sementara itu, limbah industri padat, seperti, sisa hasil proses industri yang tak mempunyai nilai ekonomis.

Maka dari itulah, pentingnya untuk limbah selalu diuraikan dan diolah, sehingga bagi kalangan industri harus memiliki teknik pengolahan limbah yang baik dan benar.


Itulah pentingnya untuk selalu menjaga lingkungan di sekitar, terutama tanah. Mengingat air tanah juga terkandung di dalamnya, jadi jangan bertindak sewenang-wenang terhadap alam.

Jagalah lingkungan dan rawatlah lingkungan seperti kita menjaga dan merawat diri kita sendiri.
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!
Author Profile

About Habibullah Al Faruq

6 tahun menuntut ilmu di SDN, 3 tahun memperluas wawasan di SMPN, 3 tahun lagi menggali jati diri di SMKN dan kini menjadi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, jurusan Teknik Informatika.

0 Komentar 5 Penyebab Pencemaran Tanah yang Kian Merajalela

Post a Comment

Wah! Orang-orang di sekitar kita telah berkomentar sebanyak lebih dari 850 komentar! Sekarang giliran kalian! Ayo berpendapat!

Back To Top