Habibullah Al Faruq

Portal Situs Edukasi SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan Tinggi di Jaringan Luas Indonesia

6 Jan 2017

7 Cara Menjaga Kelestarian Lingkungan Alam

Lingkungan merupakan suatu kombinasi yang ada antara kondisi fisik, di mana mencakup berbagai macam sumber daya alam serta flora dan fauna yang bisa saling hidup bersama.

Tidak hanya itu saja, lingkungan juga bisa berarti segala sesuatu yang terdapat di sekitar manusia, serta mempengaruhi perkembangan dari kehidupan manusia. Perlu kita ketahui lagi secara bersama, lingkungan terdiri atas komponen abiotik dan juga komponen biotik.

Komponen abiotik merupakan segala sesuatu yang tak bernyawa, seperti contohnya tanah, air, iklim, cahaya, bunyi, udara, kelembaban dan lain sebagainya.

Sementara itu, komponen biotik merupakan segala sesuatu yang bernyawa, seperti contohnya hewan, tumbuhan dan juga manusia, serta tak ketinggalan akan adanya mikro-organisme (bakteri dan virus).

Ilmu yang mempelajari mengenai lingkungan bisa dikatakan sebagai ilmu lingkungan atau juga ekologi. Ilmu lingkungan merupakan suatu cabang dari ilmu biologi.

Membahas mengenai masalah lingkungan ini, tak ketinggalan juga yang namanya kerusakan terhadap lingkungan. Kerusakan terhadap lingkungan ini bisa terjadi karena 2 faktor, yaitu :
  • Faktor alami
Faktor alami bisa saja terjadi dengan banyaknya bencana alam dan cuaca yang tidak menentu sehingga menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan lingkungan. Bencana alam tersebut, bisa berupa banjir, angin topan, gunung meletus, tanah longsor, gempa bumi, hingga tsunami.
  • Faktor buatan
Faktor buatan yang paling sering dilakukan adalah gara-gara ulah dari manusia itu sendiri. Jika kita melihat ulah manusia, bisa berupa seperti penebangan liar, yang bisa menyebabkan terjadinya banjir hingga tanah longsor, membuang sampah secara sembarangan di sungai yang bisa membuat air meluap dan akhirnya juga banjir, serta air tercemar.

Terkadang, pentingnya lingkungan itu malah dilupakan alias diabaikan begitu saja oleh manusia. Yang mana, apabila perbuatan ini terus-menerus dilakukan, maka ekosistem yang ada akan menjadi rusak dan justru bisa menjadi bencana bagi manusia itu sendiri.

Maka dari itu, penting untuk tetap bisa menjaga kesehatan dan melestarikan lingkungan. Membahas mengenai lingkungan, lantas bagaimana cara menjaga kesehatan lingkungan? Bagaimana cara kita ikut serta melestarikan lingkungan alam tersebut?

Cara Menjaga Kesehatan Lingkungan

Kelestarian Alam

1. Membuang Sampah pada Tempatnya

Kita tahu, membuang sampah secara sembarangan sangat tidak baik dan menjadi perilaku yang tidak patut untuk bisa dicontoh.

Salah satu contoh kecilnya, jika kita membuang sampah secara sembarangan di sungai, nantinya maka aliran sungai menjadi tersumbat, dan bisa mengakibatkan terjadinya bencana banjir. Tidak hanya itu saja, air juga menjadi tercemar, serta ikan-ikan yang hidup di dalamnya juga akan mati.

Jika kita membuang sampah secara sembarangan di jalan, maka lingkungan yang ada di sekitar juga ikut rusak dan tak enak untuk dipandang karena sampah berserakan dan ada di mana-mana. Bahkan, jika kita membuang sampah plastik secara sembarangan atau kulit pisang di jalan, maka pejalan kaki bisa terpeleset dan pengendara motor juga bisa mengalami kecelakaan.

Hal yang terbilang sepele memang, namun apabila tidak segera diatasi, bisa menyebabkan kejadian yang sangat fatal.

Berbeda jika kita gemar membuang sampah pada tempatnya, maka lingkungan yang ada di sekitar juga akan bersih dan elok untuk dipandang. Ekosistem yang ada juga tetap terjaga dan terawat.

Apabaila sejak kecil kita sudah melakukan membuang sampah di tempatnya, maka hingga kelak dewasa nanti juga kita pasti akan melakukan hal tersebut, karena sudah terbiasa.

2. Menanam Kembali Hutan yang Gundul

Biasanya, sikap penanaman kembali hutan yang gundul ini akibat adanya penebangan yang secara besar-besaran terjadi di hutan.

Maka dari itu, untuk bisa mengembalikan ekosistem dan habitat fauna yang ada di sekitar, perlu diadakan yang namanya reboisasi untuk tetap bisa menjaga kesehatan dan kelestarian alam.

Dengan adanya lingkungan yang hijau tidak membuat kita menjadi susah, melainkan menjadi mudah dalam menjalani aktivitas. Seperti contoh kecilnya saja, kita juga bisa mudah mendapatkan oksigen dan terbebas dari adanya polusi udara. Bahkan, 1 pohon saja bisa menyerap polusi udara yang dikeluarkan oleh kendaraan. Hebat bukan?

Jika kita masih kecil dan bingung untuk bisa melakukan penanaman, maka bisa dimulai dari di lingkungan rumah terlebih dahulu. Yakni bisa menanam tumbuh-tumbuhan, dan merawatnya secara berkala, karena itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita untuk bisa melindunginya.

Apabila kita sudah mengerti betul akan pentingnya penanaman tanaman atau tumbuh-tumbuhan tersebut, maka kita sudah bisa mulai melangkah lebih jauh dengan memperhatikan kondisi tanaman di sekitar desa, bahkan hutan-hutan yang bisa dikatakan gundul. Di sinilah peran penting kita untuk ikut serta melakukan reboisasi.

3. Menghentikan Eksploitasi Sumber Daya Alam yang Berlebih

Memang, alam boleh dieksploitasi oleh siapa saja, terutama manusia. Akan tetapi, harus tetap ingat, untuk bisa dalam tahap wajar dan normal.

Berbeda jika melakukan eksploitasi secara besar-besaran atau secara berlebihan, tentu sangat mengganggu ekosistem dan habitat hewan yang ada atau hidup di sekitar.

Perlu kita ketahui, melakukan sesuatu atau segala hal yang berlebihan pasti tidak baik. Seperti contohnya, jika makan berlebihan tentu tidak baik. Tidur yang secara terus-menerus juga tidak baik. Malas yang berlebih tentu juga tidak baik. Bahkan, hingga belajar yang terlalu berlebihan juga tidak baik dan tidak efektif.

Sama halnya dengan lingkungan. Apabila dieksploitasi secara berlebih tentu tidak baik dan malah bisa menimbulkan bahaya yang besar apabila kita tidak langsung mengganti rugi terhadap perbuatan yang telah kita lakukan sebelumnya.

Lingkungan juga tetap harus dirawat, dijaga dan dilestarikan. Jika ingin melakukan eksploitasi, kita juga harus tetap bertanggung jawab terhadap lingkungan, agar kejadian buruk di masa mendatang tak akan terjadi pada alam.

4. Memberikan Sanksi yang Keras Terhadap Pelaku Pencemar Lingkungan

Tidak hanya keras, sanksi juga harus tegas, agar sebisa mungkin pelaku menjadi jera sehingga tidak akan mengulanginya lagi di lain waktu.

Setiap orang itu memiliki wataknya sendiri-sendiri dan jelas berbeda satu sama lain. Ada yang jera setelah diperingati, ada juga yang jera setelah diberikan sanksi atau hukuman, atau ada juga yang masih belum jera walau sudah diberikan hukuman.

Maka dari itu, sebagai orang yang bertindak memberikan sanksi atau hukuman, harus bisa berfikir dengan pandai, bagaimana caranya agar si pelaku bisa jera sehingga tidak mengulanginya lagi di masa yang akan datang.

5. Meningkatkan Kesadaran Masyarakat akan Pentingnya Kelestarian Alam

Mengenai pentingnya alam, tentu masih ada belum yang paham juga akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Maka dari itu, tugas kita untuk memberikan sosialisasi atau memperingatkan kepada masyarakat sesegera mungkin.

Apabila kita bisa menerangkan pentingnya alam, maka masyarakat juga tentu akan sangat berhati-hati dalam menggunakan air, tanah dan lain sebagainya yang bersangkutan dengan lingkungan. Tentu mereka semua nanti akan ikut menjaga lingkungan.

Mengingat, lingkungan ini tidak hanya digunakan oleh kita saja, melainkan juga untuk penerus bangsa kita nanti.

Berbeda jika masyarakat tidak mengetahui akan pentingnya menjaga kelestarian alam, maka masyarakat akan dengan mudah sewenang-wenang terhadap alam tanpa memikir bahaya yang akan timbul setelahnya.

6. Melakukan Daur Ulang (Recycle)

Daur ulang merupakan suatu proses untuk bisa menjadikan suatu bahan yang bekas untuk bisa diubah menjadi bahan baru, dengan tujuan mencegah adanya sampah yang bisa menjadi barang yang berguna.

Tidak hanya menghasilkan barang baru yang berguna, adanya daur ulang ini juga berguna untuk mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, mengurangi kerusakan lahan dan masih banyak manfaat positif yang lain.

Daur ulang menjadi salah satu bentuk strategi pengelolaan sampah padat, yang mana terdiri atas kegiatan :
  • Pemilahan
  • Pengumpulan
  • Pemrosesan
  • Pendistribusian
  • Pembuatan produk/material bekas pakai

Material yang bisa didaur ulang itu sendiri terdiri atas sampah kaca, logam, tekstil, kertas, plastik, dan juga tak ketinggalan barang-barang elektronik.

Sebenarnya, kegiatan daur ulang ini lebih difokuskan kepada sampah yang tak bisa didegradasi oleh alam secara alami, demi terwujudnya pengurangan kerusakan lahan.

Daur ulang ini menjadi salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat dan luar biasa. Masalahnya, proses daur ulang aluminium bisa menghemat hingga sebanyak 95% energi dan mampu mengurangi terjadinya polusi udara hingga 95% apabila dibandingkan dengan ekstraksi aluminium dari tambang hingga prosesnya di pabrik.

7. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS)

Daerah Aliran Sungai atau biasa disingkat dengan nama DAS ini merupakan suatu kawasan yang dibatasi oleh titik-titik tinggi yang mana air berasal dari air hujan yang jatuh, terkumpul pada kawasan itu.

Kegunaan dari adanya Daerah Aliran Sungai ini untuk menerima, menyimpan dan juga mengalirkan air hujan yang jatuh di atasnya, melalui sungai.

Air pada Daerah Aliran Sungai ini merupakan aliran air yang sudah mengalami siklus hidrologi secara alamiah.

Dengan pengelolaan Daerah Aliran Sungai ini bisa menekankan usaha konservasi pertanian lahan kering, meningkatkan pendapatan masyarakat dengan melalui peningkatan lahan kering, peningkatan yang terjadi di luar sektor pertanian, pengembangan daerah irigasi, perlindungan daerah non budidaya hingga pengendalian bahaya banjir.

0 Komentar 7 Cara Menjaga Kelestarian Lingkungan Alam

Post a Comment

KEREN! Teman-teman di sekitar kita telah berkomentar sebanyak lebih dari 1000 komentar! Sekarang giliran kalian! Ayo berkomentar!

Back To Top