Habibullah Al Faruq

Portal Situs Edukasi SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan Tinggi di Jaringan Luas Indonesia

1 Jan 2017

Pengertian Hemat Menurut Agama Islam dan 10 Manfaatnya

Semenjak menduduki bangku sekolah, pasti kita sudah sangat paham betul dengan pepatah yang satu ini, "Hemat Pangkal Kaya".

Setiap hari pasti kita disuguhi kalimat tersebut, sehingga saat remaja atau bahkan dewasa kita sudah terbiasa mendengar dan mengingat, atau bahkan malah belajar hidup hemat.

Hemat Pangkal Kaya mempunyai makna, apabila kita senang menabung alias hidup hemat dalam kehidupan sehari-hari, maka kita bisa dengan mudah mencapai apa yang kita inginkan atau kita dambakan. Bahkan, tidak mustahil jika ingin menjadi orang yang sukses.

Hemat ini dalam pandangan hidup bagi kebanyakan orang adalah sikap yang sederhana dan patut untuk diapresiasi. Orang-orang yang hemat bisa menahan nafsunya untuk tidak membeli barang yang tidak penting.

Hemat memang terlihat sangat sepele, namun apabila kita mencoba untuk melakukannya ternyata sangat berat bagi yang belum terbiasa.

Dengan memiliki sikap hemat ini, maka bagi orang yang menjalaninya akan terbebas dari yang namanya pemborosan. Akan tetapi, tidak semua orang bisa memiliki sikap yang satu ini lho!

Cobaan paling berat bagi orang yang sedang menjalani hidup hemat adalah, di saat dirinya melihat barang bagus, dengan harga diskon yang sangat murah.

Di era modern ini, kebanyakan masyarakat dari kita memiliki pola hidup yang konsumtif. Ini tentu sangat susah dihilangkan apabila sudah melekat di dalam diri masing-masing.

Dengan perilaku yang super konsumtif ini, maka akan membuat kesenjangan sosial menjadi lebih terlihat mencolok. Hal ini juga yang akan menimbulkan dan meningkatkan kecemburuan sosial di dalam kehidupan bermasyarakat.

Berkata tentang hemat, sebenarnya apa pengertian hemat menurut agama Islam? Manfaat hemat itu apa saja? Yuk kita simak baik-baik!

Hemat

Keuangan

Pengertian hemat adalah hati-hati dalam menggunakan uang, barang dan lain sebagainya, sehingga tidak menimbulkan pemborosan.

Berbeda dengan hemat, boros memiliki arti melebih-lebihkan alias berlebihan dalam menggunakan sesuatu, seperti uang, barang dan lain sebagainya. Boros menjadi salah satu perbuatan buruk yang tidak patut untuk dicontoh.

Allah SWT berfirman :
QS Al Isra ayat 27

"Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan, dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya." (QS Al Isra ayat 27)

Orang yang merasa hemat akan memakai uang hanya seperlunya saja, sesuai dengan kebutuhannya saja. Salah satu contoh kecilnya, sebagai seorang pelajar, akan merasa cukup walau hanya memiliki 1 pensil, 1 pulpen dan 1 penghapus. Orang yang seperti ini tak akan membeli barang yang lain, lebih dari 1.

Sama halnya dengan di rumah. Hanya ada 1 buah televisi saja, dan itu sudah cukup untuk bisa digunakan secara bersama-sama. Hal ini dikarenakan, masih banyak keperluan lain yang lebih penting dari memiliki lebih dari 1 televisi.

Tidak hanya menggunakan uang saja untuk berhemat, orang yang hemat juga pandai dalam menggunakan barnag dan juga waktu. Orang yang seperti ini akan belajar bagaimana caranya agar bisa hemat tanpa membuang-buang yang lebih termasuk ke dalam sia-sia.

Contohnya dalam menggunakan barang. Orang yang hemat akan menggunakan barangnya dengan hati-hati namun tetap optimal agar barang yang digunakan tersebut masih bisa dipakai dan tidak mudah rusak.

Sama halnya dengan menggunakan waktu. Orang yang hemat akan membuat rencana dan jadwal untuk menggunakan waktu yang bermanafaat saja, sehingga tidak ada waktu yang terbuang sia-sia karena hanya sebuah alasan. Sangat penting bagi kita apabila bisa menggunakan waktu dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat.

Akan tetapi, dengan sikap hemat ini, jangan sampai membuat kita menjadi orang-orang yang pelit. Pelit itu sangat tidak disukai oleh siapapun.

Justru jika kita berbuat baik dengan cara saling memberi kepada orang lain atau kepada orang yang membutuhkan, maka kita juga akan lebih disukai dan bisa menambah tali silaturahmi.

Barangsiapa yang senang memberi, niscaya Allah SWT tambahkan nikmatnya, dan tidak akan merasa kekurangan. Ini nyata.

Manfaat Hidup Hemat

1. Bisa Lebih Menahan Diri

Dengan perilaku hidup hemat, maka kita akan menjadi orang yang penyabar. Dalam artian, hanya membeli barang yang memang sangat mendesak atau memang sedang dibutuhkan.

Tentu dengan hidup hemat, secara otomatis kita juga akan terhindar dari yang namanya rakus. Kita bisa lebih menahan diri lagi untuk di waktu yang akan datang.

Salah satu contoh kecilnya seperti ini. Beni memiliki sepatu. Namun, sepatu miliknya tersebut sudah sangat rusak atau bisa dibilang sudah tidak layak pakai. Tapi, Beni juga mendambakan baju baru. Sementara itu, masih ada tabungan yang ia miliki, cukup banyak.

Dengan berpikir cerdas, Beni lebih memprioritaskan untuk membeli sepatu sekolahnya, karena Beni memang sangat butuh. Sedangkan baju, Beni bisa membelinya di lain waktu, karena baju Beni juga masih bagus dan rapi.

Memang sulit memutuskan persoalan tersebut. Akan tetapi, jika diri kita sudah tertanam perilaku hidup hemat, maka kita bisa dengan mudah menikmatinya dan menjalankannya.

2. Rajin Menabung

Sikap atau perilaku hemat akan membuat kita menjadi lebih rajin menabung.

Bagaimana tidak? Jika tidak ada kebutuhan yang mendesak dan perlu diprioritaskan, maka kita akan dengan mudah menabungnya.

Tidak semua orang bisa menabung lho!

Pernah mendengar peribahasa yang satu ini?
"Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit"
Peribahasa tersebut menyatakan jika usaha atau segala bentuk upaya yang kecil, namun jika kita tekun atau terus-menerus, maka nantinya pasti akan membuahkan hasil yang indah.

3. Lebih Pandai dalam Mengelola Uang

Jika menerapkan gaya hidup hemat, maka kita juga akan pandai dalam mengelola keuangan.

Kita bisa lebih memprioritaskan hal-hal yang lebih penting terlebih dahulu. Jika sebaliknya, kurang penting, maka ditunda untuk lain waktu.

Mengatur keuangan juga menjadi lebih mudah dan tidak ribet lagi.

Dengan hal ini, kita akan terbebas dari yang namanya, "Besar pasak daripada tiang". Yang memiliki arti, pengeluaran lebih besar dari pendapatan.

Sehingga, kondisi keuangan menjadi semakin stabil jika diatur dengan pandai.

4. Hidup Menjadi Lebih Berharga bagi Sesama

Hidup tentu akan lebih berharga. Kenapa?

Karena kita tidak terlalu terus-menerus memikirkan uang. Dengan uang, kita malah bisa lebih jauh dengan keluarga, teman, tetangga, hingga saudara.

Maka dari itu, kita tidak perlu pusing memikirkan yang namanya uang jika itu bisa membuat kita susah.

Nikmati yang ada saat ini, jangan lupa juga untuk disyukuri. Merasa berkecukupan itu juga lebih bagus.

5. Terhindar dari Stres

Hidup itu bukan tentang uang. Hidup adalah sebuah perjalanan yang harus dilalui entah apapun yang terjadi.

Berikan tubuh kita keseimbangan. Jangan terlalu sibuk memikirkan uang.

Salah satu contohnya jika kita berhutang kepada orang lain. Pasti beban pikiran kita akan bertambah agar bisa melunasinya.

Jika kita tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut, maka akan terbawa dalam hidup kita. Pikiran menjadi kacau, stres dan akhirnya jatuh sakit.

Jadi, hidup bukan hanya tentang uang saja. Ikuti alur hidupmu dan jangan lupa berusaha dan bersyukur.

6. Terhindar dari Pemborosan

Bagi kebanyakan orang Indonesia di era modern saat ini, perilaku pemborosan sudah seperti menjadi gaya hidup yang melekat di dalam diri.

Terkadang, bagi orang-orang yang seperti ini, mementingkan atau lebih memprioritaskan keinginan dibandingkan dengan kebutuhan.

Salah satu contoh kecilnya saja begini. Luna suatu hari berjalan-jalan di mall. Tanpa sadar, ternyata banyak sepatu bagus.

Lantas, Luna membeli beberapa sepatu. Luna membeli sepatu untuk sekolah, sepatu untuk di rumah, dan sepatu untuk bepergian. Padahal, sepatu miliknya juga masih bagus.

Ini perilaku yang tidak baik. Berbeda jika Luna memiliki sikap hemat, maka dirinya akan menahan dan bersabar untuk tidak tergoda.

Jadi, dengan hemat kita secara otomatis kita juga akan terhindar dari yang namanya pemborosan.

7. Melatih Sikap Disiplin

Jika kita ingin mendambakan sesuatu, dan tidak memiliki uang uang cukup, maka kita diharuskan menabung.

Menabung di sini harus lebih giat atau bisa juga dikatakan disiplin menabung. Menabung memang menjadi persoalan gampang-gampang susah, walau hanya menyisihkan sedikit saja dari yang kita miliki.

Jika kita bisa menabung setiap hari, rutin, maka bukan tidak mungkin barang yang didambakan tersebut bisa dibeli. Dorongan dan hasil inilah yang kemudian bisa memotivasi kita untuk lebih rajin menabung di kemudian hari.

Selalu sisihkan uang, walau itu kecil, selalu sisihkan. Menabung dengan teratur tidak akan membuat kita menjadi rugi.

8. Hidup Lebih Bahagia

Perilaku hemat juga ternyata mendorong kita untuk bisa hidup lebih bahagia.

Kita tidak selalu terkungkum dengan yang namanya uang. Kita bisa alihkan perhatian dengan berbagi terhadap sesama.

Karena, uang bukanlah penentu segalanya. Hanya berdoa, berusaha dan tawakal yang bisa kita lakukan sebagai manusia.

Jangan lupa juga untuk tetap bersyukur agar hidup kita menjadi berkecukupan dan terpenuhi, sehingga tidak merasa serba kekurangan.

9. Bisa Digunakan untuk Masa Depan

Dengan berhemat otomatis kita juga gemar dan rajin menabung.

Nah, hasil tabungan itulah yang bisa kita gunakan untuk keperluan di masa depan. Semisal untuk membeli motor, mobil, atau bahkan membeli rumah yang mewah.

Jadi, kelak dewasa nanti, hidup kita Insya Allah akan berkecukupan dan terhindar dari yang namanya kekurangan.

Jika nanti sudah dewasa, maka kalian akan berpikir betapa indahnya masa-masa kecil yang gemar menabung sehingga bisa menjadi sukses.

10. Bisa Bersikap Lebih Sederhana

Dengan hidup hemat kita bisa melatih diri kita untuk bisa bersikap lebih sederhana. Kita bisa merasakan bagaimana kondisi orang-orang yang kurang mampu.

Jika kita ingin melihat orang lain, jangan selalu melihat ke atas. Di dalam Islam, kita diajarkan untuk selalu melihat ke bawah agar kita sebagai manusia bisa lebih bersyukur dan tidak menginginkan lebih.

Dengan bersikap lebih sederhana, kita nanti juga akan terbebas dari rasa sombong. Sombong merupakan perbuatan yang tercela.

0 Komentar Pengertian Hemat Menurut Agama Islam dan 10 Manfaatnya

Post a Comment

KEREN! Teman-teman di sekitar kita telah berkomentar sebanyak lebih dari 1000 komentar! Sekarang giliran kalian! Ayo berkomentar!

Back To Top