23 Jan 2017

20 Tingkah Laku yang Bisa Menjatuhkan Harga Diri

Banyak cara untuk bisa meningkatkan atau menaikkan harga diri. Akan tetapi, tidak sedikit dari kita dengan tingkah laku yang buruk, malah bisa menjatuhkan harga diri kita.

Penyebabnya mungkin hal-hal sepele yang mudah kita temui. Hal ini bisa terjadi karena kita terlalu menuruti atau mengikuti kemauan dari emosi yang kita miliki.

Memang, jika dikatakan, emosi setiap orang itu semuanya tinggi. Mereka tak akan diam jika hidup atau harga diri mereka diganggu. Maka, manusia akan berontak untuk bisa menolong harga dirinya.

Akan tetapi, sikap seseorang yang cerdas dalam menghadapi segala bentuk situasi atau kondisi, orang tersebut tak akan ikut marah dengan situasi yang seperti itu. Orang cerdas akan mampu mengendalikan emosi yang ia miliki walau perih dan sakit.

Orang-orang seperti ini tahu, karena nanti, perbuatan jahat tidak akan dibalas di dunia saja, melainkan juga di akhirat yang jauh lebih pedih.

Jadi, bisa dikatakan jika ada orang yang mengejek, mengolok-olok, memarahi, ya biarkan saja. Karena orang seperti ini cenderung mengikuti emosi mereka yang tinggi dan nantinya timbul perbuatan negatif.

Api dilawan dengan api, tidak bisa!

Api haruslah dilawan dengan air. Kemarahan seseorang atau ejekan orang lain terhadap kita, harus kita tanggapi dengan santai dan halus, agar api yang membara tersebut bisa meleleh.

Berbeda jika dengan menanggapinya dengan emosional, keduanya akan saling berontak. Seperti ingin menang sendiri, tak mau kalah dan lain sebagainya. Jadi, sebenarnya, inilah pentingnya harga diri alias harkat dan martabat.

Membahas mengenai harga diri, di bawah ini ada sifat atau perilaku ataupun tingkah laku yang bisa menjatuhkan harga diri manusia di mata orang lain atau di masyarakat. Jadi, beberapa perilaku di bawah ini sebisa mungkin harus bisa kita hindari.

Tingkah Laku yang Bisa Menjatuhkan Harga Diri

Harga Diri

1. Mengejek

Mengejek itu seakan dirinya paling benar dan paling hebat sendiri sehingga dirinya bisa mengejek orang lain.

Salah satu contoh yang paling gampang ditemui adalah di kelas. Jika ada teman kalian yang mendapat nilai jelek, pasti ada saja orang yang akan mengejeknya. Padahal, yang mengejek belum tentu lebih baik dari yang diejek.

Mengejek juga menjadi salah satu sikap yang tercela dan tidak patut dicontoh. Apabila kita sering mengejek orang lain, niscaya tidak akan ada yang berteman dengan kita suatu saat nanti.

Sangat sakit rasanya apabila kita diejek oleh orang lain. Apa boleh buat, cukup didiamkan saja, biarkan dia mengejek sepuasnya, nanti juga akan terkena apesnya sendiri dan bahkan tidak memiliki teman.

2. Berbicara dengan Kasar

Orang-orang akan sangat disukai dan disegani oleh orang lain jika dirinya mampu berbicara dengan sopan dan santun.

Terlebih, berbicara kepada orang dewasa atau yang lebih tua, diharuskan untuk bersikap lebih santun. Sama halnya dengan teman sebaya atau mungkin dengan yang lebih muda, tetap jaga perkataan dengan santun.

Berbeda halnya dengan orang yang kasar dalam berbicara. Orang yang seperti ini seperti tidak memilii hati nurani saat berbicara. Selalu kasar setiap apa yang keluar dari mulutnya.

Orang yang berkata kasar ini juga cenderung tidak disukai oleh teman dan kemungkinan besar nanti juga pasti akan dijauhi oleh teman. Apabila selalu dekat dengan orang tersebut, maka kita akan tertular sikap tercela, selalu berkata kasar kepada orang lain, yang tentu tidak baik untuk kita dan masa depan nanti.

3. Melakukan Hal yang Buruk

Melakukan hal-hal yang buruk banyak contohnya, namun salah satu contohnya di sini seperti menyontek.

Memang, di saat ulangan menjadi salah satu ujian bagi kita, sampai di mana kemampuan belajar kita. Serta, saat kegiatan belajar mengajar, kita mendengarkan apa yang Guru ajarkan atau tidak, mengerti atau tidak.

Kerjakan ulangan dengan jujur. Jangan sampai ada yang menyontek. Jika ada yang menyontek, maka si anak tersebut memiliki citra buruk dan akan dicap sebagai anak yang suka menyontek.

Anak yang gemar menyontek, apabila mendapatkan nilai bagus, pasti akan mendapat sindiran dari teman-teman. "Lah nilai bagus karena nyontek, buat apa?"

Jika orang yang gemar menyontek dari kecil, maka akan tetap terbawa hingga kelak dewasa nanti. Bisa hilang, asal ada niat untuk berusaha dan tidak mengulangi perbuatan tercela tersebut. Bahkan, dijauhi oleh teman juga bisa saja karena nilai bagus yang didapat hanyalah hasil dari kecurangan.

4. Berpikir Negatif

Setiap ada suatu hal yang menimpa dirinya atau menimpa orang lain, maka orang seperti ini akan selalu berpikir negatif.

Contohnya, "Wah pensil baru temanku nih. Tapi, kok jelek banget ya, nggak enak buat nulis." Itulah yang ada dalam pikiran seseorang jika selalu berpikir negatif.

Sebagai manusia, jika kita memiliki sesuatu yang baru atau barang baru, diharuskan untuk bisa bersyukur. Bukan malah berpikiran negatif dengan apa yang kita miliki atau dengan apa yang teman kita miliki.

Berpikirlah jauh lebih positif. Dengan adanya pensil baru milik teman itu, bisa membuat teman itu menjadi bebannya kurang karena bisa menulis lalu dihapus apabila ada kesalahan.

5. Pemalas

Orang malas memang sangat tidak disukai. Disuruh untuk mengerjakan sesuatu, jawabannya "malas", ada juga yang "nanti". Sudah bilang nanti tapi tidak dilaksanakan.

Salah satu contohnya, jika ada anak yang malas di kelas, dan diminta oleh Bapak atau Ibu Guru membuat kelompok, maka tidak ada teman yang akan berkelompok dengan orang malas tersebut, sepintar apapun dia, walaupun malas, tetap akan dijauhi oleh teman-temannya.

Orang malas itu kesannya seperti hidup tapi tidak punya harapan sama sekali. Pikirannya selalu kosong, atau entah memikirkan apa, sehingga kita sendiri juga malas untuk berteman dengan orang malas itu.

6. Menghujat Takdir

Takdir memang harus kita terima dengan lapang dada, karena itu semua adalah kehendak yang telah diberikan oleh Tuhan yang Maha Kuasa kepada kita sebagai manusia, makhluk-Nya.

Contohnya, jika kita diberi uang saku sedikit. Berbeda dengan teman-teman yang memiliki uang saku banyak. Ya sewajarnya harus kita terima saja.

Semisal kita tidak mampu membeli jajan seperti teman-teman yang lain, bawalah bekal untuk sekolah. Toh juga, jajan di sekolah belum tentu sehat, jadi lebih baik bawa bekal sendiri dari rumah.

Dengan masalah uang saku sedikit, harus tetap disyukuri. Cara kita adalah menyiasati bukan mengeluhkan keadaan yang terjadi pada diri kita. Orang tua kita tidak mampu, atau hidup sederhana, ya kita harus sadar jika diberi uang saku sedikit.

Berbeda dengan mereka yang memiliki uang saku banyak, ya tidak apa-apa. Jalan hidup seseorang berbeda, yang penting cara berpikir kita dalam mengantisipasi suatu hal, itu yang sangat diperlukan.

7. Lempar Batu Sembunyi Tangan

Lempar batu sembunyi tangan ini merupakan sebuah peribahasa, yang memiliki makna, orang yang tidak bertanggung jawab terhadap apa yang telah ia lakukan. Atau dengan kata lain, pengecut!

Contohnya, ada anak yang nakal terhadap teman lain. Dia menempelkan sebuah tulisan di kertas, kepada punggung teman lain.

Setelah ada yang menanyai kepada seluruh siswa, tidak ada yang mengaku, padahal ada. Inilah salah satu ciri orang yang tidak bertanggung jawab akan perbuatannya, alias pengecut. Beraninya cuma di belakang.

Jika orang yang dijahili tersebut tahu siapa pelakunya, maka, si pengecut tersebut akan dijauhi oleh teman-temannya dan tidak akan ada lagi yang mengajaknya bermain.

8. Pilih Kasih

Di era yang seperti saat ini, tidak sedikit orang yang pilih kasih terhadap orang lain.

Semisal, orang akan cenderung pilih kasih saat memiliki teman yang pandai dan bisa segalanya. Orang bertipe seperti ini cenderung malas untuk berteman dengan teman lainnya.

Banyak contoh di sekitar lingkungan masyarakat kita, orang dewasa biasanya juga akan lebih mengenal kepada sosok tertentu saja, mereka seperti bersikap acuh tak acuh terhadap yang lainnya.

9. Menyia-nyiakan Waktu

Waktu memang sangat berharga.

Waktu tidak untuk kita sia-siakan, melainkan kita manfaatkan semaksimal mungkin. Karena, waktu yang sudah terlewat tidak bisa kita ulang lagi.

Gunakanlah waktu untuk hal-hal yang bermanfaat, hal yang positif.

Jika kita sedang ada waktu luang atau ada waktu yang tidak terpakai, maka jangan leyeh-leyeh atau bersantai, gunakanlah untuk mencari ilmu dan mengasah ilmu. Karena, ilmu bisa kita dapatkan dari mana saja.

Waktu juga bisa kita gunakan dengan baik contohnya melakukan hal-hal baru yang seru dan bermanfaat, yang sebelumnya belum pernah kita lakukan. Hal ini dikarenakan, waktu untuk bersenang-senang, untuk bahagia juga dibutuhkan untuk refreshing otak kita. Jangan terpaku pada suatu hal saja. Bahagialah!

10. Membiarkan Kebodohan

Contoh mudahnya seperti ini, ada teman yang berbicara namun salah. Kita sebagai teman seharusnya memperingatkan ini yang benar dan itu yang salah, bukan malah membiarkannya saja.

Jika dibiarkan, ilmu yang salah milik teman tadi nanti bisa saja terbawa hingga kelak ia dewasa nanti, dengan membawa ilmu yang tidak valid.

Memang, untuk mengetahui atau mendapatkan ilmu pengetahuan yang jauh lebih baik, dibutuhkan crosscheck atau bisa ditambah dengan data dan fakta yang ada di lapangan.

11. Jarang Beribadah

Ibadah merupakan salah satu bentuk pendekatan kita sebagai manusia terhadap Tuhan yang Maha Kuasa.

Mengingat, agama di Indonesia itu sangat beragam, seperti :
  • Islam
  • Kristen
  • Katolik
  • Hindu
  • Buddha
  • Konghucu

Semuanya beragam. Keberagaman inilah yang seharusnya mampu membuat Indonesia semakin kuat dengan perbedaan.

Kembali lagi membahas mengenai masalah ibadah, bisa dikatakan juga jika orang yang jarang beribadah, maka iman yang dimiliki lemah karena jarang atau hampir tidak pernah melakukan pendekatan terhadap Tuhan yang Maha Kuasa.

Orang yang jarang ibadah terkadang hatinya kotor dan cenderung lebih emosional dibandingkan dengan orang yang giat beribadah. Jadi, beribadah itu sangat penting dan sudah menjadi keharusan bagi kita sebagai seorang manusia.

12. Suka Berbohong

Orang yang berbohong nantinya akan menjadi orang yang tidak disukai oleh orang lain dan orang lain tak akan mau mempercayainya lagi.

Kita sebagai manusia, diharuskan bisa menyampaikan amanat dengan baik. Jadi, sampaikanlah apa adanya, walau itu menyakitkan, maka tetap harus jujur, jangan berbohong dengan keadaan.

Jangan pernah untuk sekali-sekali menanamkan sikap yang suka berbohong karena tentu tidak akan disukai oleh orang lain walau kelak nanti kalian berkata jujur sekalipun, orang lain tetap tak akan bisa mempercayainya.

13. Melanggar Peraturan

Peraturan dibuat untuk dipatuhi. Peraturan dibuat agar kita bisa lebih tertib lagi.

Bahkan, di suatu desa atau dalam kehidupan bermasyarakat, kita juga diatur dengan yang namanya norma. Walau tidak tertulis, namun harus tetap kita taati.

Orang yang senang melanggar peraturan, artinya orang tersebut sulit untuk diatur. Orang lain menjadi malas untuk berteman atau bercengkerama dengannya.

Orang yang suka melanggar peraturan ini juga cenderung memiliki sikap emosional dan sikap keegoisan yang tinggi. Terlihat bukan, ingin selalu benar sendiri, padahal apa yang dilakukan olehnya itu salah dan justru meresahkan orang lain.

14. Sering Membolos

Siswa yang gemar membolos sangat mengecewakan sekali. Apa yang ada di dalam pikirannya hingga dirinya mau membolos dan menyusahkan orang tua.

Jadilah siswa-siswi yang pandai, berprestasi sehingga bisa membahagiakan orang tua. Jangan membolos, ini salah satu sikap yang tercela dan tidak patut untuk dicontoh.

Sebagai seorang pelajar, kewajiban kita ya untuk belajar, baik itu di sekolah maupun di rumah. Bukan malah membolos yang sama sekali tidak ada gunanya dan membuang-buang waktu saja.

15. Pelit

Jangan pernah tanamkan sikap pelit di dalam diri kita.

Karena, orang pelit juga akan dijauhi oleh orang lain. Di saat dimintai bantuan oleh orang lain, malah tidak ada yang memberikan bantuan, bahkan bersikap datar saja.

Sebagai seorang manusia, yang kodratnya sebagai makhluk sosial, secara otomatis juga harus bisa saling membantu jika ada orang lain yang sedang dalam kesusahan. Nah itulah yang kita lakukan untuk bisa membantu, jangan pelit.

Coba bayangkan jika kita sedang dalam kondisi susah. Orang lain pelit terhadap kita, tidak ada yang mau membantu kita. Tidak enak bukan? Maka, ayolah saling membantu dan saling tolong-menolong.

16. Minder

Kalian tahu arti minder?

Minder merupakan suatu keadaan, di mana seseorang merasa tidak lebih baik dibandingkan dengan orang lain.

Apabila kita memiliki rasa minder, maka tidak baik untuk perkembangan mental kita. Mengapa? Karena, seseorang yang memiliki rasa minder tinggi, akan sulit untuk bisa berkembang.

Hal ini dikarenakan, bagi orang yang memiliki rasa minder akan selalu ada kekurangan-kekurangan di dalam dirinya dan tak ada sedikitpun kelebihan yang ada di dalam dirinya.

Memang, rasa minder ini wajar dan semua orang pasti juga pernah mengalaminya. Kita tahu, bahwa setiap manusia yang memiliki kekurangan pasti juga memiliki kelebihan. Jadi, buat apa minder? Untuk apa?

17. Menyimpan Kelebihan

Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Nah, jika memiliki kelebihan, untuk apa kita tutup-tutupi? Kelebihan untuk kita tonjolkan, melainkan bukan untuk dipamerkan.

Jika kita memiliki kelebihan dalam suatu bidang, untuk apa kita ragu menonjolkannya? Cobalah angkat kelebihan tersebut agar diri kita menjadi seorang yang berkualitas.

Setiap orang pasti memiliki kelebihannya masing-masing. Pasti! Tidak ada yang tidak memiliki kelebihan. Jadi, jika memiliki kelebihan, jangan hanya disimpan di dalam diri masing-masing saja ya, melainkan kita tonjolkan, inilah kelebihan yang kita miliki.

18. Sombong

Sombong merupakan salah satu bentuk dikap tercela yang mana seseorang merasa bangga terhadap dirinya sendiri. Memandang seakan-akan dirinya lebih besar dan lebih benar dibandingkan dengan orang lain.

Maka dari itu, jauhi sikap sombong. Bahkan, seringkali jika orang sombong, tidak menutup kemungkinan jika dirinya juga meremehkan orang lain hingga merendahkan orang lain.

Sombong menjadi salah satu sikap yang sangat berbahaya dan harus kita jauhi, karena dengan sombong, seseorang tersebut tidak akan pernah senang dengan yang namanya kritik dari orang lain. Hal ini dikarenakan, seseorang yang sombong sudah merasa sempurna, tidak memiliki kekurangan, jadi, buat apa dikritik. Tidak ada gunanya!

Sombong juga sangat menakutkan. Hal ini terungkap, jika ada orang lain yang jauh lebih bisa dari dirinya, maka si sombong akan merasa tersaingi. Bisa jadi hubungan keduanya nanti akan retak.

19. Acuh Tak Acuh Terhadap Orang Lain

Acuh tak acuh sama saja dengan cuek atau masa bodoh dengan apa yang ada di hadapannya atau yang ada di sekitarnya.

Jadi, bisa dikatakan jika acuh tak acuh adalah suatu ungkapan yang mana orang tersebut tidak mau tahu dengan apa yang dilakukan orang lain, dengan urusan orang lain. Bahkan, orang yang acuh tak acuh ini tidak pernah mau dalam memberikan perhatian.

Sebagai manusia, sebisa mungkin untuk menghilangkan rasa acuh tak acuh. Karena, kita itu hidup dengan saling berdampingan, membutuhkan kesadaran satu sama lain jika ada orang lain yang terluka maupun membutuhkan.

Kita harus peka terhadap keadaan, bukan malah cuek terhadap keadaan.

20. Acuh Tak Acuh Terhadap Dirinya Sendiri

Ada juga orang yang sangat aneh, lucu, acuh tak acuh dengan dirinya sendiri.

Tidak hanya dengan llingkungan sekitar, namun juga acuh tak acuh dengan dirinya sendiri.

Biasanya, apa yang sudah menjadi kebiasaan, walau itu buruk, dan jika diingatkan oleh orang lain, orang ini akan merasa acuh tak acuh karena merasa dirinya sudah lebih baik, untuk apa diperbaiki.

Akan tetapi, sikap acuh tak acuh ini tidak jauh lebih parah dari sombong. Akan tetapi, jika sikap acuh tak acuh masih tetap dipelihara, tidak menutup kemungkinan bisa membuat dirinya menjadi seseorang yang egois.
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!

Wah! Orang-orang di sekitar kita telah berkomentar sebanyak lebih dari 850 komentar! Sekarang giliran kalian! Ayo berpendapat!

Habibullah Al Faruq

Portal Situs Edukasi SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan Tinggi di Jaringan Luas Indonesia

 
Admin - FAQ - Kontak Kami - Perjalanan - Privacy Policy - Tentang HabibullahURL
Back To Top