26 Feb 2017

Pengertian Peta dan Jenisnya (Disertai Gambar)

Pernahkah kalian melihat yang namanya peta atau atlas? Apabila belum, coba cari tahu kepada orang tua, atau kepada bapak/ibu guru kalian untuk mengetahuinya. Tahukah kalian pengertian peta?

Baik, jika belum, mari kita simak secara perlahan-lahan untuk bisa memahami apa peta itu sebenarnya. Dengan peta, kita bisa dengan mudah mengetahui suatu letak daerah.

Salah satu contohnya, jika kita ingin tahu secara jelas mengenai letak dari kota Semarang, maka, terlebih dahulu kalian harus mempelajari peta dari Provinsi Jawa Tengah.

Di dalam peta itu juga terdapat beberapa macam komponen yang perlu kalian ketahui. Komponen tersebut meliputi :
  • Judul
  • Skala
  • Jaring-jaring peta
  • Legenda
  • Mata angin
  • Daftar Isi
  • Indeks

Fungsi dari adanya komponen peta ini bisa kita gunakan untuk membaca dan menggambar peta. Tidak hanya itu saja, skala yang menjadi salah satu komponen dari peta juga bisa digunakan untuk menghitung berapa jarak sesungguhnya, dengan cara mengalikan skala pada peta dengan jarak yang ada di dalam peta.

Tidak hanya skala saja, semua yang termasuk di dalam komponen peta itu memiliki manfaat atau kegunaannya tersendiri. Jadi, diharapkan, di dalam peta memuat semua komponen yang ada tersebut. [1]

Peta

Peta
Peta, via gambarcantik.com

A. Pengertian Peta

Peta adalah suatu gambaran permukaan bumi yang ada pada bidang datar dengan skala tertentu, melalui suatu sistem proyeksi.

Istilah peta ini sendiri berasal dari bahasa Yunani, yakni mappa, yang memiliki arti taplak atau kain penutup meja.

Akan tetapi, secara umum, pengertian peta adalah lembaran mengenai seluruh atau sebagian dari permukaan bumi yang disajikan dalam bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu.

Sebuah peta bisa juga dikatakan sebagai representasi 2 dimensi dari suatu ruang 3 dimensi. Sementara itu, ilmu yang mempelajari mengenai pembuatan peta disebut dengan nama kartografi.

Banyak peta yang mempunyai skala. Dengan skala inilah yang bisa menentukan seberapa besar objek yang ada di dalam peta dengan keadaan yang sebenarnya, keadaan yang sesungguhnya, nyata.

Sementara itu, kumpulan dari beberapa peta disebut dengan nama atlas.

B. Syarat-syarat Peta

  • Conform. Yaitu bentuk dari sebuah peta yang digambar, serta harus sebangun dengan keadaan asli yang ada atau yang sebenarnya di wilayah asal atau di lapangan.
  • Equidistance. Yaitu jarak yang ada pada peta, apabila dikalikan dengan skala yang sudah ditentukan, sesuai dengan jarak yang ada di lapangan.
  • Equivalent. Yaitu daerah atau bidang yang digambar pada peta, setelah dihitung dengan skalanya, maka akan sama dengan keadaan yang ada di lapangan. [2]


C. Jenis Peta Berdasarkan Isinya

Peta Umum
Peta Umum, via saga-sigi.blogspot.com

1. Peta Umum

Peta Umum menggambarkan seluruh atau sebagian dari permukaan bumi secara umum, baik itu akan kenampakan alamnya, ataupun buatan manusia. Peta umum dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :

Peta Topografi
Peta topografi merupakan peta yang menggambarkan permukaan bumi, lengkap dengan reliefnya. Penggambaran relief permukaan bumi di dalam peta digambar dengan bentuk garis kontur.

Garis kontur adalah garis yang ada pada peta, yang bisa menghubungkan tempat yang memiliki ketinggian sama.

Karakteristik yang cukup unik, yang mampu membedakan antara peta topografi dengan jenis peta yang lain ialah, peta ini mampu menunjukkan kontur topografi atau bentuk tanah di samping fitur yang lain, seperti jalan, danau, sungai, dan masih banyak lagi yang lain.

Karena peta topografi ini mampu menunjukkan kontur dari bentuk tanah, maka jenis peta ini menjadi salah satu jenis peta yang paling cocok digunakan dalam kegiatan outdoor dari peta kebanyakan.

Tujuan dibuatnya peta topografi ini agar bisa memberikan informasi mengenai keberadaan, lokasi, serta jarak, contohnya meliputi lokasi rumah penduduk, rute perjalanan, hingga komunikasi. Di dalamnya juga bisa menampilkan variasi daerah, ketinggian kontur, serta tingkat tutupan vegetasi.

Peta pilihan bagi para navigator ialah peta topografi yang memiliki skala 1:50.000.

Saat sedang beroperasi di tempat yang asing, kita mungkin akan menemukan jika produk peta memang belum diproduksi untuk bisa mencakup daerah tertentu yang ada di lokasi operasi kita, atau malah mungkin saja tidak tersedianya unit di saat kita sedang benar-benar membutuhkannya.

Maka dari itu, sebisa mungkin kita harus siap menggunakan peta yang diproduksi oleh pemerintah asing, yang mana mungkin juga tidak memenuhi standar akurasi yang telah ditetapkan. Peta-peta ini sering menggunakan simbol yang hampir sama, atau malah mirip seperti yang ada pada peta negara kita produksi. Akan tetapi, yang perlu diperhatikan, simbol tersebut ternyata malah memiliki makna yang berbeda. [3]

Peta Korografi
Peta korografi merupakan suatu peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi yang bercorak umum.

Pada peta korografi ini, biasanya memiliki skala sedang hingga kecil, yakni antara 1:250.000 hingga di atas 1:1.000.000.

Perbedaan antara peta korografi dan topografi itu sendiri lebih condong terhadap penggunaan garis-garis kontur, karena pada peta topografi itu lebih kepada penggambaran bentuk relief alias tinggi rendahnya permukaan bumi, dan skala yang digunakan itu juga skala besar.

Jika pada peta korografi, cakupannya jauh lebih luas, seperti provinsi, negara, atau bahkan hingga benua. Contoh peta korografi yang mudah kita temui ada pada atlas.

Sudah jelas terlihat jika skala yang digunakan pada peta korografi adalah skala kecil, dan penggambaran kenampakan yang ada pada suatu wilayah tersebut juga terlihat dengan jelas, walaupun hanya dengan menggunakan simbol saja. [4]

Peta Dunia
Peta dunia merupakan peta permukaan bumi yang bisa dibuat dengan menggunakan berbagai macam proyeksi peta. Peta dunia ini juga bisa berupa seperti peta politik maupun fisik.

Tujuan utama dari adanya peta politik untuk menunjukkan batas-batas teritorial. Sementara itu, tujuan dari adanya peta fisik untuk menampilkan suatu fitur geografi, seperti contohnya pegunungan, jenis tanah, hingga penggunaan tanah.

Dalam artian yang lain, peta dunia ini menggambarkan segala macam sesuatu yang ada pada permukaan bumi secara menyeluruh atau secara keseluruhan, dari utara, hingga selatan, serta dari barat, hingga ke timur, tanpa ada yang tertinggal satupun.

Di dalam peta dunia, hanya menggambarkan permukaan bumi secara sepintas saja, jadi tidak menyeluruh, seperti menggambarkan adanya letak dari sebuah benua, hingga letak dari samudera dan pulau-pulau yang besar. Sementara itu, jika pulau-pulau kecil tak akan bisa digambarkan dengan jelas, karena skala yang digunakan tidak cukup.


2. Peta Khusus (Tematik)

Peta Khusus
Peta Khusus, via pengayaangeografi.blogspot.com

Peta khusus merupakan suatu peta yang di dalamnya hanya menggambarkan 1 aspek saja dari gejala yang ada pada permukaan bumi.

Dengan kata lain, peta khusus ini juga disebut dengan nama peta tematik, karena hanya menggambarkan tema tertentu yang ada pada permukaan bumi.

Contoh dari penggunaan peta khusus ini, antara lain :
  1. Kepadatan penduduk
  2. Persebaran hasil tambang
  3. Arus laut
  4. Angin muson di Indonesia
  5. Penggunaan lahan
  6. Jaringan jalan
  7. Persebaran hewan di Indonesia
  8. Persebaran Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia


Beberapa Kartografer Tematik Awal
  • Edmond Halley. Walaupun sosok orang ini terkenal dari adanya penemuan kometnya, Halley juga diakui sebagai salah satu orang yang membuat peta tematik pertama, dengan keahlian kartografik yang diakui. Pada tahun 1686 tepatnya, Halley telah berhasil menghasilkan peta ukiran tembaga kecil yang mana di dalamnya menggambarkan arah angin perdagangan yang terjadi di Samudera Atlantik.
  • John Snow. Salah satu contoh terkenal dari peta tematik awal berasal dari ahli medis dari London, yang bernama John Snow. Meskipun penyakit sudah dipetakan menjadi tematik, map kolera Snow di tahun 1855 merupakan salah satu contoh terbaik dalam penggunaan peta tematik dalam kegiatan analisis. Teknik dan metodogoli yang ada menggambarkan prinsip dari sistem informasi geografis. [5]



D. Jenis Peta Berdasarkan Sumbernya (Data)

Peta Induk
Peta Induk, via bphmigas.go.id

1. Peta Induk (Basic Map)

Peta induk adalah peta yang dihasilkan dari adanya survei yang dilakukan secara langsung di lapangan.

Peta induk ini sendiri bisa dengan mudah digunakan menjadi dasar pembuatan peta topografi, sehingga bisa dikatakan juga sebagai peta dasar. Peta dasar inilah yang menjadi acuan dalam pembuatan peta yang lain.

2. Peta Turunan (Derived Map)

Peta turunan adalah peta yang memang dibuat berdasarkan dari adanya acuan peta yang sudah ada, sehingga tidak memerlukan adanya survei langsung di lapangan.

Sementara itu, peta turunan ini tak bisa digunakan sebagai peta dasar. [6]


E. Peta Berdasarkan Bentuknya (Simetris)

Peta Timbul
Peta Timbul, via news.okezone.com

1. Peta Datar (Peta Planimetri)

Peta datar adalah sebuah peta yang dibuat pada bidang yang datar, seperti contohnya pada kain, kertas, kanvas, hingga triplek.

Seperti pada peta-peta yang lain, peta ini mempunyai berbagai macam simbol yang digambarkan dengan bentuk serta warnanya yang berbeda-beda.

2. Peta Timbul (Peta Relief)

Peta timbul atau yang biasa disebut dengan nama peta relief merupakan peta yang dibuat secara 3 dimensi, sehingga sesuai dengan bentuk dari permukaan bumi yang nyata, yang sebenarnya.

Peta ini mempunyai beragam kontur-kontur dan permukaan bumi yang terlihat dengan jelas, seperti sebagaimana contohnya pegunungan tampak menjulang, perbedaan dari dataran tinggi dan dataran rendah, dan lain sebagainya.

3. Peta Digital

Peta Digital adalah peta yang proses pembuatannya dengan menggunakan sebuah komputer.

Data-data kenampakan pada permukaan bumi yang ada pada peta biasanya akan disimpan pada sebuah disket, harddisk, atau pada CD. 

Penampilan dari gambar peta ini nantinya akan ditayangkan dengan melalui layar monitor komputer, dengan menggunakan program seperti map info dan arc info. [7]

4. Peta Foto

Peta foto adalah peta yang dihasilkan dari adanya mozaik foto udara, yang dilengkapi dengan garis kontur, legenda, hingga nama.

5. Peta Garis

Peta garis adalah peta yang menyajikan data alam serta kenampakan buatan dari manusia, yang disertai dalam bentuk garis, titik, dan luasan.


F. Peta Berdasarkan Tingkat Skala/Kedetailannya

Peta Kadaster
Peta Kadaster, via farid-rizky.blogspot.com

1. Peta Kadaster

Peta kadaster memiliki skala 1:100 hingga 1:5000. Pada umumnya, peta jenis ini digunakan untuk menggambarkan peta tanah, atau peta yang ada pada sertifikat tanah.

2. Peta Skala Besar

Peta skala besar memiliki skala 1:5000 hingga 1:250.000. Biasanya, peta skala besar digunakan untuk menggambarkan suatu wilayah atau daerah yang memang sempit. Salah satu contohnya seperti peta kelurahan, hingga peta kecamatan suatu daerah.

3. Peta Skala Menengah/Sedang

Peta skala menengah atau sedang memiliki skala 1:250.000 hingga 1:500.000. Peta ini biasanya akan digunakan untuk menggambarkan suatu daerah yang cukup luas, biasanya mencakup hingga suatu provinsi.

4. Peta Skala Kecil

Peta skala kecil memiliki skala 1:500.000 hingga 1:1.000.000 atau bahkan lebih. Peta skala kecil ini biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu daerah atau wilayah yang luas, semisal peta dari sebuah negara.

5. Peta Geografis

Peta geografis memiliki skala >1:1.000.000 yang berarti bisa menampakkan atau menampilkan wilayah dari sebuah benua, samudera, hingga dunia.
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!

Wah! Orang-orang di sekitar kita telah berkomentar sebanyak lebih dari 800 komentar! Sekarang giliran kalian! Ayo berpendapat!

Habibullah Al Faruq

Portal Situs Edukasi SD, SMP dan SMA/SMK Berbasis Internet di Jaringan Luas Nomor #1 di Indonesia

 
Admin - FAQ - Kontak Kami - Perjalanan - Privacy Policy - Tentang HabibullahURL
Back To Top