9 Feb 2017

Pengertian Setia Kawan Menurut Islam dan Contohnya

Perilaku terpuji menjadi salah satu ciri khas yang sudah seharusnya atau sudah sepatutnya dimiliki oleh manusia. Salah satu perilaku terpuji itu adalah setia kawan.

Manusia itu sendiri diciptakan oleh Allah SWT untuk bisa menjadi khalifah di muka bumi ini. Khalifah itu sendiri merupakan orang yang mencoba untuk selalu tetap bisa berusaha untuk mengikuti beberapa sifat-sifat yang dimiliki oleh Allah SWT.

Manusia seperti ini cenderung selalu berusaha semaksimal mungkin, semampunya, dengan selalu berusaha untuk memperbaiki segala tindakan atau perilakunya dengan membiasakan diri dengan mengedepankan sikap yang terpuji. Tidak hanya setia kawan saja yang menjadi contoh dari perilaku terpuji, melainkan masih banyak lagi beberapa sikap terpuji yang lain.

Mengapa sikap terpuji ini selalu digembor-gemborkan dan didorong saat kehidupan bermasyarakat? Karena, sikap luar dan dalam seseorang bisa dilihat dengan mudah dari perilaku yang dilakukannya.

Orang yang memiliki alias menanamkan sikap-sikap terpuji dalam kesehariannya, maka bisa ditebak atau disimpulkan dengan mudah bahwasannya orang tersebut memiliki akhlak yang mulia, bahkan jika bertemu dengan yang lebih dewasa atau lebih tua, dia akan hormat dan senantiasa sopan santun.

Berbeda jauh dengan orang yang jiwanya tertanam perilaku tercela, maka orang ini adalah salah satu contoh orang yang tidak baik dan tidak boleh untuk dijadikan teman. Bisa saja jika kita berteman dengannya, perilaku kita juga ikut tercela.

Membahas mengenai sikap terpuji, dan yang akan dibahas di sini adalah setia kawan, maka, sebenarnya apa itu pengertian perilaku setia kawan? Bagaimana setia kawan menurut Agama Islam?

Setia Kawan

Teman

Setia kawan memiliki arti merasa bersatu terhadap orang lain. Manusia yang merupakan makhluk sosial, tidak akan pernah bisa hidup sendiri tanpa adanya bantuan dari orang lain.

Setiap hari, pasti kita bertemu dengan teman atau bahkan orang lain yang belum kita kenal. Dengan teman yang kita miliki, kita bisa bermain, belajar kelompok, bersenang-senang, berolahraga bersama, dan lain sebagainya yang bisa dilakukan secara bersama dengan senang hati.
Mungkin, ada masa di mana kita ingin belajar sendiri. Akan tetapi, coba lihat saja nanti atau besok, atau entah kapan itu, pasti kita membutuhkan bantuan mereka, untuk bisa belajar bersama.

Sebaliknya, mereka juga pasti tak akan menjauhi kita secara terus-menerus.

Allah SWT berfirman :
QS Al Balad ayat 17

"Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman, dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang." (QS Al-Balad, 90:17)

Allah SWT telah menciptakan manusia itu secara berkelompok-kelompok. Mengapa? Salah satu yang menjadi tujuannya adalah agar mereka bisa saling mengenal satu sama lain, agar bisa saling menjalin persahabatan, tali silaturahmi, bukan malah untuk bermusuhan.

Beberapa kelompok manusia itu memang pasti berbeda. Kelompok yang satu memiliki kelebihan dan kekurangan, serta juga tidak berbeda dengan kelompok yang lain yang juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Maka dari itu, dengan adanya perbedaan ini, harus bisa saling melengkapi.

Agar kelebihan yang dimiliki oleh seseorang itu bisa bermanfaat bagi orang banyak, maka ia harus bergabung dengan orang lain. Sementara itu, agar kekurangan seseorang tidak merugikan, maka ia harus bekerja sama dengan orang lain.

Maka, tidak ada salahnya jika kita berteman dengan siapapun. Mereka itu semua sama, mereka teman kita, walau terlihat perbedaan.

Contoh Setia Kawan

Budi adalah sosok murid yang paling pintar dalam masalah agama dan matematika di dalam kelasnya. Akan tetapi, yang menjadi salah satu kelemahan dari Budi adalah ia jarang berolahraga.

Sementara itu, ada murid sekelas lain yang bernama Ghozy yang pintar berolahraga, yang mana olahraga favoritnya seperti sepak bola, basket dan bola voli. Akan tetapi, Ghozy ini kurang pandai dalam membaca Al-Quran.

Ada lagi, murid lain yang bernama Oki yang pandai dalam membuat dan membaca puisi. Akan tetapi, kelemahannya tidak bisa memahami pelajaran matematika dengan baik.

Lalu, ada sosok murid lain yang bernama Reni, yang mana murid perempuan ini piawai dalam bernyanyi. Akan tetapi, kekurangannya adalah tidak bisa berbahasa Inggris dengan lancar.

Yang terakhir, ada Tina, dia salah satu murid terpintar dalam bahasa Inggris, namun dirinya kesulitan dalam membaca Al-Quran.

Bisa dipetik kesimpulan, anak-anak yang lain juga jarang yang bisa menguasai seluruhnya. Karena, setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Kalau memang misal ada orang yang pandai di semua mata pelajaran, tentu masih saja ada kekurangannya. Misal, anak tersebut kurang pandai bergaul dengan teman, sehingga waktunya di sekolah dihabiskan hanya belajar sendiri saja tidak bersama dengan teman.

Kelebihan dan kekurangan yang dimiliki masing-masing anak tersebut tidak mereka gunakan untuk saling mengejek satu sama lain, atau malah bahkan menyombongkan diri. Mereka semua, Budi, Ghozy, Oki, Reni dan Tina saling bergabung untuk bisa membantu sesuai dengan kelebihan masing-masing yang dimiliki.

Nah, pada akhirnya, Budi yang semula malas berolahraga, sekarang sudah bisa berolahraga dengan baik dan gemar bermain sepak bola. Ghozy sudah mulai lancar dalam membaca Al-Quran. Oki sendiri juga sudah kian paham mengenai pelajaran matematika. Reni sudah cukup pandai berbicara dengan bahasa Inggris, hingga Tina lancar dalam mengaji.

Keberhasilan yang diperoleh oleh mereka berlima, ternyata juga berhasil diikuti oleh teman-teman yang lain juga. Mereka yang memang sudah tahu, memiliki ilmu, membantu teman lain yang belum tahu. Yap, mereka saling membantu, tolong-menolong dalam kesusahan.

Di antara mereka semua, tidak ada merasa yang paling pintar sendiri. Mereka semua itulah adalah anak-anak yang cerdas, anak-anak yang pandai.

Mereka semua itu tahu jika mereka memiliki kelemahannya masing-masing. Maka dari itu, mereka saling bekerja sama untuk bisa mengatasi kelemahan yang mereka miliki. Mereka semua itu adalah orang-orang yang setia kawan. Yap, mereka adalah murid yang gemar bekerja sama.

Mereka juga tidak mengejek kelemahan yang dimiliki oleh orang lain. Mereka tidak menjauhi teman yang sedang berada dalam kesulitan.

Hatinya akan merasa senang jika bisa membantu teman atau orang lain yang memang benar-benar sedang membutuhkan. Dengan melakukan ini semua, mereka sadar jika dirinya sewaktu-waktu juga pasti membutuhkan bantuan dari orang lain.

Inilah indahnya Agama Islam yang menyuruh kita semua untuk bisa saling mengenal satu sama lain dan mau diajak bekerja sama.

Dari contoh tersebut, bisa diambil sebuah kesimpulan juga perilaku setia kawan itu sangat penting. Dengan perilaku terpuji, bisa menimbulkan sikap yang positif, membangun hal-hal yang positif, mulai dari kecil. Jika sudah ditanamkan dari kecil, maka kelak akan menjadi kebiasaan yang positif dewasa nanti.


Melakukan hal yang positif itu sangatlah indah. Percaya atau tidak, hati kita nantinya akan lebih nyaman dan tenteram setelah berbuat kebaikan terhadap orang lain.

Jadi, di sini bisa disimpulkan jika setia kawan adalah bersikap terus menjalin hubungan yang baik, akrab dengan teman walau di saat sedang susah maupun sedang senang, dan ini merupakan suatu bentuk hubungan timbal balik. Dalam segala hal, kita tetap bisa berteman dengan mereka.

Beberapa manfaat yang bisa dipetik dari setia kawan ini, seperti :
  1. Mempererat hubungan pertemanan yang sudah terjalin
  2. Membuat hati menjadi lebih lapang dan ikhlas
  3. Terdorong untuk bisa saling tolong-menolong
  4. Tidak bersikap sombong di hadapan orang lain
  5. Mendorong kita untuk selalu bersikap positif
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631) - YUK SHARE DI FACEBOOK, TWITTER dan GOOGLE+!

Wah! Orang-orang di sekitar kita telah berkomentar sebanyak lebih dari 850 komentar! Sekarang giliran kalian! Ayo berpendapat!

Habibullah Al Faruq

Portal Situs Edukasi SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan Tinggi di Jaringan Luas Indonesia

 
Admin - FAQ - Kontak Kami - Perjalanan - Privacy Policy - Tentang HabibullahURL
Back To Top