Habibullah Al Faruq

Portal Situs Edukasi SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan Tinggi di Jaringan Luas Indonesia

3 Mar 2017

Pengertian Kifosis dan Penyebabnya, Cari Tahu!

Jika kita sedang duduk, juga ternyata ada aturannya lho. Hal ini dikarenakan agar kita tidak mengalami atau menderita berbagai penyakit tulang nantinya.

Kebiasaan duduk yang tidak baik nantinya akan mempengaruhi pertumbuhan dari tubuh manusia. Kelak dewasa, pertumbuhan tubuh tak akan bisa berjalan dengan baik dan normal.

Banyak hal juga yang bisa kita lakukan saat sedang duduk, seperti contohnya menulis, membaca, mendengarkan apa yang Bapak/Ibu Guru terangkan, makan dan minum, serta masih banyak kegiatan lain yang kita lakukan dengan cara duduk.

Tidak hanya pada saat duduk saja, sikap tubuh yang salah saat kita berdiri, tidur atau saat membawa beban yang terlalu berat, juga ternyata memiliki potensi menyebabkan terjadinya gangguan yang ada pada tulang belakang.

Untuk mencegah dan menguranginya seminimal mungkin atau agar bisa diminimalisir, sepandai-pandainya kita dalam menyiasati sesuatu agar pertumbuhan tidak terhambat.

Duduklah dengan posisi yang tegak, tidak terlalu tegak, dan tidak terlalu menyamping kanan kiri, jangan terlalu condong ke depan maupun ke belakang agar pertumbuhan tulang tetap terjaga.

Mengingat, di masa-masa saat masih kanak-kanak merupakan masa yang paling rawan dan perlu diperhatikan, karena penting untuk proses tumbuh kembang. Bahkan, asupan gizi anak-anak juga 2x lebih banyak porsinya dibandingkan dengan orang dewasa. Ingat, porsi gizi, bukan porsi makanan!

Berikut ini sedikit penjelasan mengenai pengertian penyakit kifosis dan penyebabnya.

Kifosis

Kifosis

A. Pengertian Kifosis

Kifosis merupakan penyakit kelainan yang terjadi pada tulang belakang, sehingga menyebabkan tubuh si penderita menjadi melengkung ke depan melebihi dari batas normal, alias yang biasa disebut dengan bungkuk.

Dalam pengertian yang lebih singkat, kifosis adalah tulang belakang yang membengkok ke belakang. Salah satu contoh penyebab kecilnya karena memiliki kebiasaan duduk membungkuk hingga sering membawa beban yang terlalu berat di punggung.

Akan tetapi, jika kita perhatikan lagi lebih dalam, kifosis yang terjadi pada anak-anak bisa muncul tanpa adanya sebab yang jelas. Inilah yang perlu untuk kita waspadai.

Orang yang menderita penyakit kifosis ini bisa menjadi cepat lelah dan rasa nyeri serta akan muncul rasa kaku pada bagian punggung. Tidak hanya itu saja, penyakit ini juga bisa membuat kesulitan saat bernapas karena adanya tekanan yang tertuju ke paru-paru. [1]

Jika normalnya seorang manusia, pada punggung atas atau daerah tulang belakang atas memang mempunyai kurva atau lengkungan ke depan, namun itu hanya sedikit saja. Berbeda dengan kifosis, terjadi saat lengkungan alami lebih besar dari normal.

Sepintas, jika kita melihat seseorang yang menderita atau mengalami penyakit yang satu ini, terlihat jika orang tersebut seperti memiliki punuk di bagian punggung atas.

Penyakit kifosis ini sangat berbeda dengan skoliosis, yang mana skoliosis tulang belakang akan melengkung ke samping sehingga membentuk seperti huruf C atau huruf S apabila dilihat dari belakang.

B. Penyebab Kifosis

Kifosis ini bisa mempengaruhi orang-orang dari berbagai macam kalangan, dari kalangan muda hingga kalangan tua.

Akan tetapi, jenis penyakit ini akan jarang terjadi pada bayi yang baru saja lahir, karena biasanya disebabkan oleh sikap tubuh alias postur yang buruk secara terus-menerus.

Kifosis yang disebabkan oleh sikap tubuh yang buruk, dinamakan dengan Kifosis Postural. [2]

Penyebab kifosis yang lain, bisa dilihat di bawah ini.

1. Osteoporosis

Osteoporosis merupakan suatu kondisi di mana kualitas kepadatan tulang menurun. Hal inilah yang menyebabkan tulang menjadi lebih mudah keropos dan rentan retak.

Pada umumnya, osteoporosis ini baru diketahui setelah adanya keretakan pada tulang pasien, biasanya sesaat setelah sang pasien mengalami jatuh ringan.

Kasus yang paling banyak ditemui oleh penderita osteoporosis di Indonesia ini adalah terjadi retak pada pergelangan tangan, tulang pinggul, dan yang terakhir pada tulang belakang.

Perlu kita ketahui sebelumnya,

Resiko wanita mengidap penyakit osteoporosis cenderung lebih besar 4x dibandingkan dengan resiko yang terjadi pada pria.

Kurangnya kalsium diperkirakan menjadi salah satu penyebab munculnya kasus-kasus osteoporosis yang ada di Indonesia.

Gejala Osteoporosis
Pada umumnya, tidak muncul tanda-tanda terjadi penyakit yang satu ini di masa-masa awal kepadatan tulang yang mulai menurun.

Akan tetapi, beberapa kondisi seperti :
  • Sakit punggung
  • Tinggi badan menurun
  • Postur tubuh bungkuk
  • Sering mengalami cidera atau keretakan tulang

Kondisi seperti itulah yang bisa menjadi pemicu terjadinya penyakit ini.

Di antara usia 16 hingga 18 tahun, tulang secara perlahan akan berhenti proses pertumbuhannya. Sementara itu, massa tulang justru akan tetap terus bertambah hingga di usia akhir 20-an.

Sekitar di usia 35 tahun, secara perlahan, kepadatan tulang akan semakin berkurang. [3]

2. Penyakit Scheuermann

Penyakit scheuermann atau disebut juga dengan nama kifosis scheuermann merupakan kondisi di mana tulang belakang pada bagian atas terangkat, menjadi seperti punuk.

Anak laki-laki biasanya akan lebih sering terkena, dibandingkan dengan perempuan.

Nama penyakit atau kondisi ini pertama kali muncul dari Scheuermann, yang menjadi orang pertama di tahun 1921, menjelaskan perubahan diskus dan ruang diskus yang terjadi selama masa pertumbuhan serta menyebabkan terjadinya kifosis.

Kondisi ini terjadi di saat bagian depan vertebra bagian atas tak tumbuh secepat vertebra bagian belakang, terutama yang ada pada vertebra T7-T9, sehingga tulang belakang membentuk seperti baju, dengan bagian yang sempit dari baji di depan. Vertebra yang berbentuk baji inilah yang mampu menciptakan adanya peningkatan terhadap sudut kifosis. [4]

3. Cacat Lahir

Apabila tulang belakang dari sang bayi ini tak mampu berkembang dengan baik di dalam rahim, tulang belakang mungkin tak akan terbentuk dengan benar, ini juga bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Kelainan bawaan atau kelainan kongenital atau cacat bawaan adalah kelainan yang terdapat pada pertumbuhan struktur bayi, yang timbul semenjak kehidupan hasil konsepsi sel telur.

Kelainan bawaan bisa dikenali sebelum kelahiran, di saat sedang masa kelahiran atau beberapa tahun selanjutnya setelah kelahiran.

Banyak yang menjadi penyebab dari kelainan bawaan ini, seperti bisa disebabkan oleh :
  • Keabnormalan genetika
  • Sebab-sebab alami
  • Faktor lain yang tidak diketahui


4. Sindrom Marfan

Yang selanjutnya adalah sindrom marfan. Pada anak-anak, bisa juga dikaitkan dengan sindrom tertentu, seperti contohnya sindrom marfan atau penyakit prader-willi.

Sindrom Marfan adalah kelainan genetik yang terjadi pada jaringan ikat. Sindrom ini diturunkan secara dominan, yang dibawa oleh gen bernama FBN1, dengan mengkode protein jaringan ikat fibrillin-1.

Pada penderita sindrom yang satu ini, cenderung orang tersebut mempunyai badan yang tinggi, eksremitas yang panjang, serta jari-jari yang panjang. Bahkan, dalam kondisi berat yang dialami oleh si penderita, penderita bisa mempunyai kelainan yang terjadi di katup jantung dan aorta. Tidak hanya itu saja, bisa ditemui juga di paru-paru, tulang dan mata.

Perlu Anda ketahui, Sindrom Marfan ini merupakan penyakit yang bisa dikatakan sangat jarang terjadi, dengan presentasi kasus yang ada hanya sekitar 0,03% saja. Tingkat keparahan dari adanya penyakit ini cukup bermacam-macam, dari mulai yang ringan, hingga ke yang berat dengan terjadinya komplikasi.

Ciri-ciri fisik penderita Sindrom Marfan bisa dikenali, seperti :
  • Tubuh yang tinggi serta kurus secara tidak normal
  • Tulang belakang yang melengkung secara tak normal
  • Dada yang menonjol keluar atau malah cekung ke dalam
  • Rahang bawah yang kecil
  • Jari kaki dan jari tangan panjang dan ramping, serta tak proporsional dengan panjang dari lengan
  • Sendi yang lunglai atau tampak lemah
  • Stretch mark atau tanda-tanda kerutan yang terjadi pada bagian pundak, punggung bawah, serta panggul yang nantinya memudar serta berubah menjadi warna keperakan, seiring berjalannya waktu
  • Bentuk kaku yang ceper dan besar
  • Mara cekung
  • Gigi bertumpuk dengan tak beraturan

Penderita Sindrom Marfan bisa mengalami diskolasi lensa mata atau posisi lensa mata yang bergeser ke tempat tidak normal, sehingga penglihatan si penderita menjadi terganggu.

Tidak hanya dislokasi lensa saja, penyakit mata yang lain adalah katarak, rabun jauh, ablasio retina dan glaukoma.

Penderitanya juga bisa mengalami suatu pergeseran yang terjadi pada salah satu bagian tulang belakang, yang menjadi agak maju atau agak ke depan. Kondisi ini biasa disebut dengan nama spondilolistesis serta bisa menyebabkan terjadinya gejala nyeri pada punggung belakang dan kekakuan otot punggung.

Tidak hanya spondilolistesis saja, skoliosis juga bisa terjadi pada penderita penyakit ini, yang membuat tulang belakang menjadi melengkung ke samping. Jika sudah parah, lengkungan ini bisa menekan paru-paru dan jantung, sehingga bisa menyebabkan sesak napas. [5]


5. Arthritis

Arthritis adalah peradangan yang terjadi pada 1 atau lebih persendian, yang disertai dengan rasa sakit, timbul bengkak, kaku, serta keterbatasan dalam bergerak.

Penyebabnya bisa terjadi karena infeksi maupun tanpa infeksi. Terdapat lebih dari sebanyak 100 bentuk arthritis. Yang paling umum ialah osteoartritis yang disebabkan oleh adanya trauma pada persendian, infeksi yang terjadi di persendian, atau usia.

Masih banyak arthritis yang lain seperti :
  • Artritis Reumatoid
  • Artritis Psoriatik
  • Penyakit Autoimun

Gejala pada penderita arthritis akan muncul rasa panas, rasa sakit dan terjadi pembengkakan yang ada pada lutut.

6. Penyebab Lain

  • Kelemahan otot pada punggung atas
  • Penyakuit degenerasi tulang
  • Cidera pada tulang belakang
  • Skoliosis (kelengkungan tulang belakang)

7. Penyebab Lain (Lebih Jarang Terjadi)

  • Infeksi yang terjadi pada tulang belakang
  • Penyakit jaringan ikat
  • Penyakit Paget's
  • Polio
  • Penyakit yang ada pada sistem endokrin

0 Komentar Pengertian Kifosis dan Penyebabnya, Cari Tahu!

Post a Comment

KEREN! Teman-teman di sekitar kita telah berkomentar sebanyak lebih dari 1000 komentar! Sekarang giliran kalian! Ayo berkomentar!

Back To Top