Habibullah Al Faruq

Portal Situs Edukasi SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan Tinggi di Jaringan Luas Indonesia

2 Jul 2017

Lengkap! Pengertian Serat Alam, Sejarah dan Jenisnya

Indonesia dinyatakan sebagai salah satu negara dengan memiliki tingkat biodiversitas yang tertinggi kedua di dunia setelah Brasil, yakni negara yang mempunyai keanekaragaman spesies makhluk hidup, hayati dan ekosistem yang ada di daratan serta di lautan.

Fakta yang menyebutkan tersebut, menunjukkan jika keanekaragaman sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia itu begitu tinggi. Letak geografis Tanah Air kita sendiri juga sudah mampu memberikan berjuta-juta keuntungan terhadap kelangsungan hidup masyarakat di hampir seluruh Indonesia.

Tuhan Yang Maha Esa sendiri telah memberikan anugerah kekayaan alam dengan berbagai macam bentuk serta berbagai macam keunikan. Maka dari itu, kita sebagai manusia, sebagai makhluk ciptaan-Nya, kita wajib mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita semua.

Manusia yang mau bersyukur ialah sosok manusia yang akan selalu menerima segala bentuk pemberian dari Tuhan dengan rasa sukacita dan penghargaan yang mendalam dengan cara melalui berbagai tindakan. Tak pernah mengeluh dan menyesal akan apa yang telah diberikan.

Memang, salah satu contoh nyatanya adaldh di Indonesia yang mempunyai kekayaan berlimpah ruah. Kekayaan alam ini sendiri yang mampu menghasilkan begitu banyak bahan alam yang tentu bisa dimanfaatkan sebagai salah satu produk kerajinan yang memiliki nilai jual cukup tinggi.

Sementara itu, apabila kita lihat secara lebih dalam dan secara lebih luas, kerajinan Indonesia itu sendiri sudah dikenal luas di mancanegara dengan bentuk yang begitu beragam, kreatif, inovatif serta selalu berkembang untuk mengikuti setiap kebutuhan dan perkembangan teknologi yang kini sudah kian maju.

Maka dari itu, Indonesia sendiri dikenal sebagai negara eksportir kerajinan yang dibuat dengan proses yang jauh lebih mengandalkan keterampilan tangan, bukan hanya mengandalkan mesin saja.

Ada juga budaya, yang merupakan hasil dari olah rasa dan karsa dari manusia. Kekayaan budaya Indonesia menjadi salah satu modal awal munculnya produk kerajinan yang beraneka ragam. Produk kerajinan ini diantaranya berasal dari bahan alam yang banyak tersebar di bumi Indonesia.

Maka dari itu, produk kerajinan yang dihasilkan dari setiap daerah mempunyai khasnya tersendiri atau khasnya masing-masing. Semenjak dahulu kala, masyarakat Indonesia sudah menggunakan produk kerajinan sebagai alat untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Saat ini, kerajinan sudah semakin berkembang dalam masalah fungsinya, yang mana bisa digunakan sebagai hiasan, baik itu interior maupun eksterior.

Pengertian Serat Alam

Serat Alam

Serat (dalam bahasa Inggris : fiber) merupakan suatu jenis bahan yang berupa potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh. Contoh serat yang paling sering dijumpai ialah serat yang ada pada kain.

Material ini sendiri terbilang sangat penting dalam hal ilmu biologi, baik itu hewan ataupun tumbuhan yang menjadi pengikat di dalam tubuh. Manusia sendiri menggunakan bahan serat ini untuk banyak hal, baik itu untuk digunakan membuat tali, kain atau kertas.

Serat bisa digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu :
  • Serat alami
  • Serat sintetis (serat buatan manusia)

Serat sintetis itu sendiri bisa diproduksi dengan murah dalam jumlah yang cukup besar. Akan tetapi, serat alami mempunyai berbagai macam kelebihan, terlebih dalam masalah kenyamanan saat digunakan.

Sementara itu, jika melihat Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), serat adalah suatu material yang perbandingan panjang dan lebarnya sangat besar dan molekul penyusunnya terorientasi, terutama ke arah panjang. Contohnya serat kapas yang mempunyai perbandingan panjang dan lebar mulai dari 500 (1 sampai dengan 1000).

Istilah serat itu sendiri sering dikaitkan dengan sayur-sayuran, buah-buahan, hingga tekstil. Sayuran dan buah-buahan menjadi makanan yang memiliki serat tinggi dan tentunya sangat baik untuk sistem pencernaan. Tak hanya itu saja, serat sendiri juga dipergunakan sebagai salah satu bahan baku tekstil.

Serat sebagai bahan baku tekstil itu merupakan serat yang digunakan untuk aplikasi tekstil. Serat adalah bahan baku yang digunakan dalam pembuatan benang serta pembuatan kain. Sebagai bahan baku pada pembuatan benang dan kain tersebut, peranan yang cukup penting dan vital dipegang oleh serat.

Sifat serat tentunya akan mempengaruhi sifat benang atau kain yang akan dihasilkan, baik itu dari pengolahan secara mekanik ataupun pengolahan secara kimia.

Bahan baku tekstil ini adalah bahan pembuat pakaian dan kebutuhan yang lain. Sementara itu, untuk pembahasan kali ini, yang akan dipelajari ialah mengenai bahan serat yang digunakan sebagai bahan baku kerajinan tekstil.

Sejarah Serat Alami

Bahan serat alam dikenal oleh orang semenjak ribuan tahun yang lalu sebelum Masehi. Beberapa bukti sejarah yang mencatat jika serat alam sudah dipergunakan semenjak tahun 2.640 SM.

Hal ini terbukti dengan negara yang pertama kali mengolah bahan serat alam ialah negara Cina. Cina sejak dahulu kala sudah menghasilkan serat sutera. Cina begitu tertarik dengan serat sutera yang dihasilkan dari ulat, yang mana bahan ini diolah menjadi benang yang digunakan untuk kebutuhan produk tekstil.

Tidak hanya serat sutera saja, bahan serat alam yang lain itu berupa kapas. Pada tahun 1.540 SM, sudah berdiri industri kapas di India.

Dalam perkembangannya, bahan serat alam yang digunakan di berbagai negara lain, seperti serat flax yang pertama kali digunakan di Swiss tepat di tahun 10.000 SM dan serat wol yang mulai digunakan oleh orang di Mesopotamia di tahun 1.000 SM.

Selama ribuan tahun lamanya, serat flax, wol, sutera, hingga kapas sudah melayani berbagai macam bentuk kebutuhan manusia paling banyak sepanjang masa. Di awal abad ke-20 mulailah diperkenalkan serat buatan. Hingga saat ini, sudah bermacam-macam jenis serat buatan yang telah diproduksi.

Jika kita lihat lebih detail, produksi bahan serat alam dari tahun ke tahun bisa dikatakan cukup stabil. Akan tetapi, persentase terhadap seluruh produksi serat tekstil kian lama kian menurun, mengingat terjadi kenaikan produksi bahan serat buatan yang saat ini kian tinggi.

Hal ini tentunya disebabkan oleh ketersediaan bahan serat alam yang begitu terbatas. Guna memproduksi bahan serat alam yang juga dibutuhkan iklim yang tentunya harus mendukung.

Kondisi musim kemarau atau musim penghujan yang mampu mempengaruhi produksi bahan serat alam. Sifat dari bahan serat alam ada yang tahan akan iklim kemarau ataupun kondisi dalam musim penghujan.

Walaupun memang bahan serat alam itu pada umumnya memiliki karakteristik yang jauh lebih sehat, namun jika dilihat dari sisi jumlah, sifat, bentuk, hingga ukurannya tentu akan mengalami yang namanya suatu hambatan atau rintangan.

Apabila bahan serat alam ini diproduksi secara terus-menerus, maka tidak menutup kemungkinan bisa mempengaruhi harga pasar. Semakin langka ketersediaan akan bahan serat alam, maka kian mahal pula dengan masalah biaya produksinya. Tentu, hal ini akan berdampak dengan meningkatnya harga jual produk yang ada di pasar. [1]

Jenis-jenis Serat

1. Serat Alami

Serat alami meliputi serat yang diproduksi alias dihasilkan oleh tumbuhan, hewan dan proses geologis. Serat jenis ini sendiri memiliki sifat yang mampu mengalami pelapukan.

Sementara itu, serat alami juga masih bisa digolongkan ke dalam :
  • Serat tumbuhan atau serat pangan. Biasanya tersusun atas selulosa, hemiselulosa dan kadang-kadang mengandung pula yang namanya lignin. Contoh dari serat jenis ini sendiri adalah katun dan kain ramie. Serat tumbuhan digunakan sebagai bahan pembuat kertas serta tekstil. Serat tumbuhan juga cukup penting untuk nutrisi manusia.
  • Serat kayu. Serat yang berasal dari batang tumbuhan yang berkayu.
  • Serat hewan. Pada umumnya, tersusun atas protein tertentu. Contoh dari serat hewan ini yang dimanfaatkan oleh manusia saat ini ialah serat ulat (sutra) dan bulu domba (wol).
  • Serat mineral. Pada umumnya dibuat dari asbestos. Saat ini, asbestos menjadi salah satunya mineral yang secara alami terdapat pada bentuk serat panjang.

2. Serat Sintetis

Serat sintetis atau serat buatan dari manusia pada umumnya berasal dari bahan petrokimia. Akan tetapi, ada juga serat sintetis yang dibuat dari selulosa alami, contohnya rayon.

Serat Mineral
  • Kaca serat atau fiberglass, yang dibuat dari kuarsa
  • Serat logam bisa dibuat dari logam yang duktil, seperti emas, perak, atau tembaga
  • Serat karbon

Serat Polimer
Serat polimer menjadi bagian dari serat sintetis. Serat jenis ini dibuat dengan proses kimia. Bahan yang paling umum digunakan untuk membuat serat polimer, seperti :
  • Polymida nilon
  • PET atau PBT poliester, digunakan untuk membuat botol plastik
  • Fenol-formaldehid (PF)
  • Serat polivinyl alkohol (PVOH)
  • Serat polivinyl khlorida (PVC)
  • Poliolefin (PP dan PE)
  • Polyethylene (PE)
  • Elastomer, digunakan untuk membuat spandex
  • Poliuretan [2]

0 Komentar Lengkap! Pengertian Serat Alam, Sejarah dan Jenisnya

Post a Comment

Wah! Orang-orang di sekitar kita telah berkomentar sebanyak lebih dari 850 komentar! Sekarang giliran kalian! Ayo berpendapat!

Back To Top