Habibullah Al Faruq

Portal Situs Edukasi SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan Tinggi di Jaringan Luas Indonesia

21 Oct 2017

Mantap! 10+ Prospek Kerja Agroteknologi, Apa Saja?

Program studi atau jurusan Agroteknologi mempelajari banyak mengenai penerapan teknologi dalam budidaya tanaman, sesuai dengan prinsip pertanian untuk jangka panjangnya. Mahasiswa akan belajar banyak mengenai bagaimana merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman dengan efektif dan produktif.

Cakupan bidang ini tak terbatas hanya pada penggunaan traktor, sistem pengairan yang digunakan, serta pengolahan hasil pertanian saja, melainkan pada seluruh proses dan berbagai macam aspek di dalam budidaya tanaman ataupun ternak dan proses pengolahan hasilnya. [1]

Secara lebih ringkasnya, Agroteknologi ini berasal dari 2 kata, yakni agro serta teknologi. Agro berasal dari agronomi yang memiliki arti ilmu yang mempelajari gejala (fenomena) di dalam hubungannya dengan pertanian atau teori beserta dengan praktik dalam pengelolaan tanah hingga produksi tanaman. Sementara itu, teknologi memiliki kaitan erat dengan sains serta perekayasaan. Sains mengacu terhadap pemahaman kita mengenai dunia nyata yang ada di sekitar kita, yang memiliki arti tentang ciri dasar dalam dimensi ruang, tentang materi serta energi dalam interaksinya satu terhadap yang lain.

Perlu dipahami secara lebih lanjut jika teknologi yang dimaksud di sini bukanlah suatu teknologi yang berupa mesin pengolahan hasil pertanian atau yang memiliki hubungan dengan teknik pertanian. Jadi, di dalam jurusan yang satu ini, kita tak mempelajari mengenai bagaimana cara merakit mesin untuk keperluan pertanian.

Seluk-Beluk Agroteknologi

1. Deskripsi

Pada dasarnya, di jurusan atau program studi Agroteknologi ini, kita akan mempelajari mengenai bagaimana cara mengelola suatu komoditas dari yang berbentuk bibit, hingga yang berbentuk hasil dan selanjutnya menjadi produk.

Mahasiswa akan diajarkan atau akan mempelajari mengenai tanaman dan tumbuhan, pangan atau hortikultura, serta bagaimana cara atau proses menanam dengan baik, proses memanen, proses mengolah, hingga proses produksi.

Maksudnya, di Agroteknologi itu sendiri, nantinya kita akan lebih berfokus terhadap hal yang memiliki kaitan dengan tanaman itu sendiri dan juga mengenai hal yang memiliki kaitan erat dengan proses penanamannya.

Kita bisa memilih fokus untuk membudidayakan tanaman, memuliakan tanaman, fokus terhadap tanaman perkebunan, atau fokus ke bagaimana cara membuat dan menghasilkan serta menggunakan pupuk dan pestisida dengan baik atau dengan meneliti mengenai baik tidaknya suatu tanah di suatu wilayah atau daerah untuk ditanami oleh suatu macam komoditas.

Pada intinya, di jurusan yang satu ini, nantinya kita akan mempelajari mengenai hal-hal yang berkaitan dengan bahan pangan secara mentah, yang masih dalam bentuk produksi, serta hal-hal yang masih ada sangkut pautnya, seperti tanah sebagai media tanam, pupuk sebagai pemberi nutrisi dan lain sebagainya.

Berdasar dari uraian sederhana itulah, maka Agroteknologi menjadi sains serta perekayasaan dalam mengelola tanah hingga produksi tanaman untuk bisa memperoleh atau menghasilkan perubahan yang jauh lebih maju atau lebih baik lagi. [2]

2. Lingkup Pembelajaran

Untuk di program studi yang satu ini, nanti kita akan belajar mengenai ilmu dan teknologi yang memiliki kaitan dengan tanaman (genetika, fisiologi, pemuliaan, perbenihan, produksi tanaman dan lain sebagainya), lahan dan media tanam (evaluasi lahan, kesuburan dan nutrisi tanaman, pemupukan, mikrobiologi dan lain sebagainya), faktor lingkungan (hama-penyakit dan gulma, agroekosistem/ekologi dan lain sebagainya, serta ilmu pendukung yang lain seperti bioteknologi, kewirausahaan, etika bisnis dan manajemen yang mana untuk saat ini dikembangkan untuk memperoleh suatu peningkatan efisiensi dalam produksi tanaman dalam mengatasi beragam permasalahan di bidang pertanian-pangan-hortikultura, perbenihan dan perkebunan, inilah yang akan dipelajari oleh program studi Agroteknologi Fakultas Pertanian (Faperta) Unpad. [3]

Tentunya, untuk perguruan tinggi yang lain, tak jauh berbeda mengenai materi atau bahan ajar yang disampaikan.

Contoh Mata Kuliah Agroteknologi :
  • Pengantar Ilmu Pertanian
  • Dasar Ilmu Tanaman
  • Biometrika I
  • Pemasaran Agribisnis
  • Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman II
  • Teknologi Perbenihan I
  • Teknologi Produksi Tanaman II
  • Rekayasa Tanaman II
  • Teknologi Perlindungan Tanaman II
  • Evaluasi Lahan
  • Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu
  • Industri Perbenihan
  • Teknologi Pasca Panen [4]

3. Kompetensi

Kompetensi utama lulusan program studi Agroteknologi ini, seperti yang dilakukan oleh Universitas Bale Bandung, ialah :
  • Mampu menguasai dasar ilmu teknik budidaya tanaman untuk mengembangkan ilmu dalam bidang agroteknologi.
  • Mampu mengelola sumber daya lahan dengan maksimal, berbekal penerapan teknologi pertanian secara terpadu.
  • Memiliki keahlian dan keterampilan di dalam bidang ilmu pertanian.
  • Mampu meneliti, merencanakan, mengembangkan dan mengimplementasikan, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada di bidang pertanian.
  • Mampu menampilkan diri sebagai pribadi yang memiliki integritas tinggi, terbuka dan tanggap terhadap setiap perkembangan ilmu pengetahuan, terlebih pada bidang pertanian. [5]

4. Gelar

Gelar yang diperoleh atau didapat dari lulusan jurusan Agroteknologi ialah Sarjana Pertanian (S.P.)

Lihat Daftar Lengkap : Prospek Kerja Jurusan di Bangku Perkuliahan untuk Program Sarjana (S1)

Prospek Kerja Jurusan Agroteknologi

Jurusan/Program Studi Agroteknologi

1. Akademisi dan Peneliti

Apabila pada akhirnya kalian memutuskan untuk kuliah di jurusan yang satu ini, salah satu pekerjaan yang bisa diambil saat sesudah lulus ialah menjadi seorang akademisi atau peneliti.

Hanya saja, untuk bisa bekerja di 2 sektor yang sangat penting ini, kalian tak hanya bisa berpuas diri dengan gelar diploma atau sarjana saja, melainkan, kamu sendiri harus bisa lanjut ke jenjang pascasarjana, baik itu S2 ataupun S3.

Peluang untuk menjadi akademisi dan peneliti pertanian itu sangat besar, karena memang sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia banyak yang membuka program studi ilmu pertanian, serta mengingat status negara Indonesia itu sendiri sebagai negara maritim, yang mana memiliki kesan "memaksa" negeri ini untuk melakukan penelitian lebih lanjut lagi mengenai pertanian.

2. Bekerja di Sektor Industri

Selain dari beberapa prospek kerja yang ada di tas, kalian juga ternyata bisa masuk ke dalam industri tertentu, contohnya industri pembenihan, pestisida, pupuk dan lain sebagainya.

Ilmu yang sudah dipelajari dan didapat selama belajar di program studi tersebut tentu akan sangat dibutuhkan oleh industri kebanyakan di bidang pertanian.

3. Seorang Konsultan Pertanian

Seorang lulusan jurusan Agroteknologi ini juga bisa bekerja sebagai konsultan pertanian yang mana bisa menjadi mitra dari pengelola pertanian, mulai dari skala kecil, menengah dan skala besar.

Di samping itu, pekerjaan menjadi seorang penyuluh pertanian juga bisa dilakukan, baik itu di lembaga pemerintah, swasta, atau bisa juga di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang kalian kelola sendiri. [6]

4. Bekerja di Sektor Pemerintahan

Seorang sarjana lulusan Agroteknologi bisa bekerja di berbagai sektor pemerintah dan di berbagai perusahaan besar.

Profesin yang biasa diduduki oleh sarjana lulusan Agroteknologi ini menjadi Birokrasi Pusat atau Daerah, Manager Farm, perkebunan milik pemerintah, pupuk dan pestisida nasional dan multinasional, industri perbenihan, industri pangan, industri pakan, Badan Koordinasi Survei, penelitian dan pengembangan pemerintahan pusat.

5. Wirausahawan

Menjadi seorang wirausahawan juga menjadi salah satu prospek kerja yang bisa dikatakan sangat bagus dan bisa memiliki penghasilan atau profit tinggi dibandingkan bekerja di sektor atau lembaga yang lain.

Banyak sekali usaha atau bisnis yang bisa kalian jalankan di berbagai bidang, seperti :
  • Pelaku atau pengusaha bisnis pada komoditas perkebunan, hortikultura, pangan dan kehutanan.
  • Pelaku atau pengusaha bisnis di dalam bidang perbenihan, pestisida, usaha industri rumah tangga berbasis pangan, pupuk dan sarana produksi pertanian.
  • Menjual berbagai macam produk pertanian, contohnya pupuk, cangkok atau pembibitan tanaman berskala industri dan hasil penyambungan. [7]

6. Pengelola Perkebunan Pemerintah atau Swasta

Salah satu pekerjaan paling umum jurusan atau lulusan pertanian ini ialah dengan menjadi pengelola perkebunan, baik itu perkebunan milik pemerintah ataupun milik swasta.

Di sektor perkebunan itu sendiri banyak pos yang bisa diisi oleh para pencari kerja, yang dimulai dari operator, pengawas dan lain sebagainya. Selain menjadi pengelola kebun pemerintah dan swasta, kalian juga bisa mengelola kebun milik pribadi atau kebun milik keluarga.

7. Bergabung Bersama dengan Balitbang

Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya jika Agroteknologi ini memiliki kaitan yang erat dengan rekayasa pertanian, tentu tak akan bisa dipisahkan dari yang namanya penelitian dan pengembangan pada pertanian itu.

Maka dari itu, salah satu lapangan pekerjaan yang lain yang bisa dimanfaatkan dan diambil ialah pekerjaan di badan penelitian dan pengembangan (Balitbang) pertanian.

8. Prospek Kerja Jurusan Agroteknologi yang Lain

Banyak yang masih bisa kalian ambil di jurusan ini, yang mana prospek kerjanya seperti :
  • Wirausahawan atau pelaku bisnis usaha industri rumah tangga berbasis pangan
  • Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
  • Badan Pertanahan Nasional (BPN)
  • Fasilitator pemberdaya masyarakat (LSM) di bidang agribisnis atau pertanian

Selain bergerak di bidang pertanian, lulusan dari jurusan Agroteknologi ini juga ternyata bisa bekerja di luar sektor pertanian, contohnya menjadi pegawai bank, guru, dosen dan masih banyak lagi yang lain.


Lainnya Tentang Fakultas Pertanian
21 Prospek Kerja Agribisnis

Universitas Penyelenggara Jurusan Agroteknologi

*Data per bulan Oktober 2017 (diinput dari Ban PT)

S1 (Akreditasi A)

  1. Universitas Muslim Indonesia - Agroteknologi
  2. Universitas Syiah Kuala - Agroteknologi
  3. Universitas Lampung - Agroteknologi
  4. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta - Agroteknologi
  5. Universitas Kristen Satya Wacana - Agroteknologi
  6. Universitas Halu Oleo - Agroteknologi
  7. Universitas Jenderal Soedirman - Agroteknologi
  8. Institut Pertanian Stiper - Agroteknologi
  9. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur - Agroteknologi
  10. Universitas Muhammadiyah Malang - Agroteknologi
  11. Universitas Islam Riau - Agroteknologi
  12. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta - Agroteknologi
  13. Universitas Padjadjaran - Agroteknologi
  14. Universitas Tribhuwana Tunggadewei - Agroteknologi
  15. Universitas Hasanuddin - Agroteknologi
  16. Universitas Brawijaya - Agroteknologi

S2 (Akreditasi B)

  1. Institut Pertanian Bogor - Agroteknologi Tanah
  2. Universitas Sumatera Utara - Agroteknologi
  3. Universitas Muslim Indonesia - Agroteknologi

0 Komentar Mantap! 10+ Prospek Kerja Agroteknologi, Apa Saja?

Post a Comment

KEREN! Teman-teman di sekitar kita telah berkomentar sebanyak lebih dari 1000 komentar! Sekarang giliran kalian! Ayo berkomentar!

Back To Top