Habibullah Al Faruq

Portal Situs Edukasi SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan Tinggi di Jaringan Luas Indonesia

27 Apr 2018

Perbedaan Malaikat, Jin dan Manusia + Ciri-cirinya

Perbedaan Malaikat, Jin dan Manusia - Seperti yang kita ketahui, apabila mengulas mengenai 3 macam makhluk hidup tersebut, kita dengan mudah menjelaskannya secara gamblang.

Secara mendasar, malaikat dan jin merupakan makhluk hidup ciptaan Allah SWT yang mana mereka bersifat ghaib. Berbeda dengan manusia, manusia adalah nyata, karena memang bisa dilihat dan dipegang secara utuh.

Terlepas dari itu semua, ketiga macam makhluk hidup tersebut tentu memiliki banyak perbedaan. Mulai dari fisik, sifat, dan lain sebagainya.

Namun, ternyata, tujuan diciptakannya mereka itu sama, yakni untuk beribadah menyembah Allah SWT, yang telah menciptakan mereka semua. Sudah tahu secara mendasar, sekarang kita coba ulas lebih dalam mengenai perbedaan malaikat, jin dan manusia.

Perbedaan Malaikat, Jin dan Manusia

Perbedaan Malaikat, Jin dan Manusia

A. Malaikat

Malaikat
Malaikat, via fullredneck.com

Malaikat diciptakan oleh Allah SWT yang terbuat dari cahaya (nur), berdasar dari salah satu hadits Nabi Muhammad SAW, "Malaikat telah diciptakan dari cahaya".

Iman kepada malaikat Allah menjadi salah satu bagian dari Rukun Iman. Iman kepada malaikat di sini memiliki maksud untuk meyakini adanya malaikat, walau kita memang tak bisa melihat mereka dan yakin jika mereka adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT.

Malaikat selalu menyembah Allah dan selalu taat akan perintah yang diberikan oleh-Nya. Malaikat juga tidak pernah berdosa. Bahkan, tak ada seorang-pun yang mengetahui jumlah pasti dari malaikat, hanya Allah SWT saja yang tahu.

Menurut dari syariat Islam, ada beberapa macam tempat di mana para malaikat enggan untuk datang ke tempat (rumah/hunian) itu dan ada pendapat lain yang mengungkap adanya pengecualian terhadap malaikat tertentu yang akan tetap mengunjungi tempat tersebut.

Pendapat ini sendiri telah disampaikan oleh Ibnu Wadhoh, Imam Al-Khothobi dan yang lainnya. Tempat atau rumah yang tak dimasuki oleh malaikat, seperti :
  • Tempat yang di dalamnya ada anjing (kecuali anjing yang difungsikan untuk kepentingan penjagaan keamanan, pertanian dan berburu)
  • Tempat yang ada patung (gambar)
  • Tempat yang di dalamnya ada seseorang muslin dengan mengacungkan senjata terhadap saudaranya sesama muslim
  • Tempat yang memiliki bau tak sedap atau menyengat

Kesemuanya di atas tersebut berdasar dari dalil hadits shahih yang dicatat oleh para Imam, seperti Ahmad, Bukhari, Tirmidzy, Muslim, dan yang lainnya.

Tidak sedikit juga nash hadits yang mengungkap jika malaikat rahmat tak akan masuk ke dalam rumah atau hunian yang di dalamnya terdapat anjing dan pahala pemilik anjing tersebut kian menyusut atau berkurang.

Ciri-ciri Malaikat

  1. Makhluk ghaib
  2. Tak memiliki nafsu
  3. Selalu taat kepada Allah SWT
  4. Tidak berjenis kelamin
  5. Tidak makan, minum, dan tidur
  6. Baca yang lain tentang 15 sifat-sifat malaikat dan dalilnya

Kesimpulan : Jadi, Malaikat adalah makhluk ghaib ciptaan Allah SWT yang terbuat dari cahaya, yang selalu taat, tunduk dan bertasbih kepada Allah SWT dan tidak pernah menentang ketentuan yang telah Allah SWT tetapkan.

B. Jin

Jin
Jin, via https://barbarasreality2.wordpress.com

Jin, yang dalam bahasa Arab, "Janna" secara harfiah berarti sesuatu yang memiliki konotasi "tersembunyi" atau "tak terlihat".

Jadi, jin menurut bahasa berarti sesuatu yang tersembunyi dan halus, sementara setan adalah sifat dari setiap yang durhaka dari golongan jin dan manusia.

Jin diciptakan oleh Allah SWT dari nyala api, seperti dalam surat Ar Rahman ayat 15, yang berarti, "...dan Kami telah menciptakan jin dari nyala api."

Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujahid dan Adh-Dhahak berkata, jika yang dimaksud dari firman Allah, "Dari nyala api, ialah dari api murni". Yang dimaksud api murni ialah tak adanya campuran dari unsur lain, seperti manusia yang diciptakan dari berbagai unsur tanah.

Menurut dari ajaran Islam, jin bisa melihat manusia. Namun sebaliknya, manusia tak bisa melihat jin dalam wujud yang asli. Jika memang ada manusia yang bisa melihat jin, maka jin yang dilihat itu ialah jin yang tengah menjelma dalam wujud makhluk yang bisa dilihat mata manusia biasa.

Kemudian, tak ada seorang-pun yang bisa melihat jin, kecuali jika memang jin itu memiliki niat untuk mengubah diri atau menjelma ke berbagai bentuk. Hanya Nabi dan Rasul saja yang bisa melihat wujud asli mereka.

Jin bisa mengubah wujud mereka seperti manusia siapa saja, kecuali sosok Nabi Muhammad. Mereka juga tidak hanya bisa berubah menjadi wujud manusia, melainkan menjadi hewan apapun.

Bahkan, beberapa hewan atau binatang juga dianugerahi untuk bisa melihat jin, seperti anjing dan keledai.

Ciri-ciri Jin

  1. Makhluk ghaib
  2. Memiliki nafsu
  3. Selalu durhaka kepada Allah SWT
  4. Memiliki jenis kelamin
  5. Makan, minum, dan tidur

Kesimpulan : Jadi, Jin adalah makhluk ghaib ciptaan Allah yang terbuat dari api murni (tanpa campuran yang lain), ada yang baik dan ada yang jahat.

C. Manusia

Manusia
Manusia, via pepnews.com

Manusia atau orang bisa diartikan berbeda, dari segi biologis, rohani dan istilah kebudayaan atau secara campuran. Dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup.

Asal-usul manusia di dalam Islam bisa dijelaskan dalam proses penciptaan manusia yang pertama, yakni Nabi Adam AS. Nabi Adam AS merupakan manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT dan diberikan ilmu pengetahuan serta kesempurnaan dengan segala macam karakter yang dimiliki.

Tujuan utama Allah SWT menciptakan manusia ialah agar manusia bisa menjadi khalifah atau pemimpin di muka bumi ini. Tidak hanya itu saja, tugas utama manusia yang lain ialah untuk beribadah dan menyembah Allah SWT, menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Sebagai salah satu bentuk khalifah di muka bumi, manusia hendaknya bisa menjaga amanat dalam menjaga alam dan seisinya. Manusia semestinya memiliki akhlak dan perilaku yang baik terhadap sesama ataupun makhluk hidup yang lain.


Hakikat Manusia Menurut Pandangan Islam

1. Sebagai Hamba Allah
Hakikat manusia yang paling utama ialah sebagai hamba atau abdi Allah SWT. Sebagai seorang hamba, maka manusia tersebut dengan wajib harus mengabdi kepada Allah SWT dengan cara menjalani segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Sebagai seorang hamba, manusia juga wajib menjalankan ibadah seperti solat, puasa, zakat, haji (bagi yang mampu) dan melakukan berbagai macam ibadah yang lain dengan penuh ikhlas dan segenap hati yang tulus.

2. Sebagai An-Nas
An-Nas di dalam Al Quran cenderung mengacu terhadap hakikat manusia dalam hubungannya dengan manusia lain atau bersosialisasi di lingkup masyarakat.

Manusia sebagaimana disebutkan dalam ilmu pengetahuan, merupakan makhluk sosial yang tak bisa hidup tanpa keberadaan manusia yang lain. Artinya, antara manusia yang satu dengan yang lain saling berkomunikasi dan saling menjalin silaturahmi yang baik.

3. Sebagai Khalifah Allah
Telah disebutkan di atas jika memang tujuan penciptaan manusia ini ialah sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi.

Maka dari itu, sebagai seorang khalifah, maka masing-masing manusia akan dimintai suatu bentuk pertanggung jawaban kelak, saat di hari akhir.

4. Sebagai Bani Adam
Manusia disebut sebagai Bani Adam atau keturunan dari Nabi Adam AS adalah sebagai salah satu bukti agar tak terjadi suatu bentuk kesalahpahaman jika manusia adalah hasil evolusi kera, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Charles Darwin.

Islam memandang manusia sebagai Bani Adam, guna menghormati nilai-nilai pengetahuan dan hubungannya di dalam masyarakat.

5. Sebagai Al-Insan
Tidak hanya menjadi An-Nas saja, melainkan di dalam Al Quran juga disebut sebagai Al Insan, yang merujuk kemampuan dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi saja, melainkan juga diberikan kemampuan untuk berbicara dan melakukan berbagai macam hal yang lain.

6. Sebagai Makhluk Biologis
Manusia juga disebut sebagai makhluk biologis karena manusia mempunyai fisik atau raga yang bisa melakukan berbagai macam aktivitas atau kegiatan fisik, tumbuh, memerlukan makanan, berkembang biak dan lain sebagainya, sebagaimana ciri-ciri makhluk hidup pada umumnya.

Sama seperti makhluk lain yang ada di bumi seperti hewan dan tumbuhan, hakikat manusia sebagai makhluk biologis bisa berakhir dengan mengalami kematian (meninggal), yang mana setiap amal perbuatan akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.

Ciri-ciri Manusia

  1. Makhluk nyata
  2. Memiliki nafsu
  3. Ada yang menjalankan perintah-Nya dan adapula yang menjauhi larangan-Nya
  4. Memiliki jenis kelamin
  5. Makan, minum dan tidur

Kesimpulan : Jadi, Manusia merupakan makhluk nyata ciptaan Allah SWT yang mana ditugaskan untuk beribadah dan menyembah kepada Allah SWT, yang mana juga bertujuan untuk menjadi khalifah atau pemimpin di muka bumi.

0 Komentar Perbedaan Malaikat, Jin dan Manusia + Ciri-cirinya

Post a Comment

KEREN! Teman-teman di sekitar kita telah berkomentar sebanyak lebih dari 1000 komentar! Sekarang giliran kalian! Ayo berkomentar!

Back To Top