Habibullah Al Faruq

Portal Situs Edukasi SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan Tinggi di Jaringan Luas Indonesia

1 Dec 2018

15 Contoh Sikap Nilai Pancasila Sila ke-2 dan Penjelasannya



Nilai yang terkandung di dalam Pancasila, sila ke-2 (sila kedua), tepatnya yang berbunyi, "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab", memanglah penting untuk bisa diterapkan, di mana wujud dan pengamalan di dalam kehidupan sehari-hari dengan penjelasannya.

Contoh dari nilai Pancasila sila kedua di dalam kehidupan sehari-hari ini begitu banyak, terutama yang menyangkut mengenai hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain.

Di dalam sila yang kedua ini, nilai sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab memang begitu dibutuhkan dan penting untuk diterapkan. Mengapa? Karena sejatinya manusia merupakan makhluk sosial, yang tak bisa lepas dari orang lain.

Berikut ini beberapa contoh yang disertai penjelasan mengenai sila yang kedua, sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Contoh Nilai Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab)


Contoh Nilai Sila Kedua, "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab"
Kemanusiaan, via nationalmssociety.org

1. Mencintai, Menghormati dan Menaati Nasihat Orang Tua


Sebagai manusia yang beretika dan bermoral, sila kedua ini mengajarkan kepada kita untuk senantiasa tunduk dan patuh terhadap orang tua, karena merekalah yang telah membesarkan kita selama di dunia.

Segala bentuk nasihat yang diberikan oleh orang tua tentu bukanlah sebuah alasan karena orang tua ingin mendidik anaknya menjadi anak yang soleh, cerdas dan berguna bagi nusa dan bangsa.

Maka dari itu, menghormati orang tua bisa dijadikan sebagai salah satu perwujudan contoh sikap nilai Pancasila sila kedua, karena saling menghargai satu sama lain.

2. Tidak Mencampuri Hak Orang Lain


Masing-masing orang atau individu yang ada di dunia ini pasti memiliki haknya masing-masing yang tidak boleh asal main campur tangan dan lain sebagainya.

Jika ingin memberikan solusi, itu baru boleh. Akan tetapi, jika mencampuri hak orang lain, itu tidak boleh dan bahkan itu adalah salah satu perbuatan yang dilarang.

Hak akan didapat setelah seseorang menunaikan kewajiban. Saat kewajiban telah selesai, maka seseorang tersebut boleh menagih apa yang menjadi haknya.

3. Saling Membantu Satu Sama Lain


Saling membantu tidak hanya saat seseorang terkena musibah atau bencana yang besar saja, seperti :
  • Gempa bumi
  • Tanah longsor
  • Banjir
  • Tsunami
  • Gunung meletus
  • dan lain sebagainya

Melainkan, mereka yang merupakan tetangga kita apabila sedang mengalami kelaparan, kondisi keuangan yang sulit dan lain sebagainya, maka kita diharuskan untuk saling tolong-menolong.

Apalah gunanya perut sendiri terisi, namun perut orang lain, perut tetangga kita masih keroncongan, kelaparan dan tidak memiliki uang sepeser pun. Bahkan, menahan lapar saja menggunakan air putih.

Cobalah mulai peka dengan keadaan sekitar, paling tidak dengan tetangga yang serba kekurangan. Mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita.

4. Menegur Orang yang Melakukan Pelanggaran


Dari sekian banyaknya penduduk Indonesia, terhitung hingga lebih dari 200 juta lebih penduduk Indonesia, pasti tidak menutup kemungkinan banyak individu yang melakukan kesalahan, baik itu secara disengaja ataupun tidak disengaja.

Sebagai seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang baik, alangkah baiknya kita untuk menasihati atau memberi tahu orang-orang yang melanggar, agar tidak diulangi lagi suatu saat nanti.

Karena apabila sudah menjadi kebiasaan, tentu akan dilakukan secara terus-menerus di lain hari, karena tak ada yang berani menegur. Padahal, jika salah, tegur, jangan takut.

Contohnya saja dalam berlalu lintas. Saat berada di traffic light, banyak kendaraan, terutama kendaraan roda dua yang berhenti di zebra cross, yang jelas-jelas itu digunakan untuk pengguna jalan yang menyeberangi jalan, di mana menyeberang jalan di zebra cross dilindungi oleh undang-undang.

5. Tidak Merendahkan Orang Lain


Setiap orang berhak untuk mendapatkan hak dan kebebasan-kebebasan yang bersifat adil dan merata. Jadi, kita tidak boleh merendahkan orang lain.

Jika dilihat, kodrat dan derajat manusia semuanya itu sama di mata Allah. Walaupun demikian, ternyata masih banyak yang membeda-bedakan derajat manusia yang satu dengan yang lain, menggunakan :
  • Usia
  • Jabatan
  • Ras
  • Finansial yang memadai
  • dan lain sebagainya

Setiap orang memiliki hak yang sama. Tidak boleh merendahkan orang lain. Jika merendahkan orang lain, niscaya suatu saat juga akan dibalas dengan direndahkan juga.

6. Tidak Menyakiti dan Memfitnah Orang Lain


Di era yang sekarang ini, di abad ke-21 di mana teknologi berkembang begitu pesat, kebutuhan akan bermedia sosial juga naik drastis.

Hal ini mampu memicu terjadinya fitnah yang selalu digenjot dilakukan. Padahal, bukti-bukti masih belum lengkap, namun malah asal tuduh dan fitnah yang sifatnya jauh lebih berbahaya dari pembunuhan.

Jika terdapat suatu kasus yang terjadi di masyarakat, alangkah baiknya coba untuk mengumpulkan bukti dan menetralkan pikiran, jangan condong sebelah atau berat sebelah.

Jika bukti yang dimiliki belum cukup, jangan asal main fitnah. Sementara itu, apabila bukti mencukupi, janganlah main hakim sendiri, karena Indonesia adalah negara hukum, biar diproses secara hukum saja yang berlaku.

7. Meminta Izin Jika Meminjam Barang Orang Lain


Semakin canggihnya teknologi, ternyata kian rendah etika dan moral masyarakat Indonesia. Meminjam sesuatu kadang tidak bilang.

Padahal, jika meminjam tanpa meminta izin, termasuk ke dalam tindak kejahatan yang dinamakan dengan pencurian. Harus berhati-hati!

Apa susahnya untuk meminta izin? Meminta izin jauh lebih baik daripada harus meminjam secara diam-diam.

8. Sopan dan Santun Kepada Orang Lain


Sopan santun harus dilakukan oleh siapa saja, tak perlu mengenal usia. Siapa saja wajib melakukannya.

Yang muda harus sopan ke yang tua, dan yang tua juga harus santun ke yang muda. Saling mengajarkan dan mengimbangi satu sama lain.

Jika saling terjaga sopan santun antara keduanya, tentu tercipta ketenteraman di lingkungan masyarakat, yang meminimalisir adanya kecemburuan atau kesenjangan sosial.

9. Menjaga Nama Baik Masyarakat, Bangsa dan Negara


Menjaga nama baik orang lain, sama halnya menjaga nama baik diri sendiri. Harus pandai dan menutup rapat-rapat aib tersebut.

Jika aib tersebut terbongkar, apa kata dunia? Aib meluas, bahkan bisa sampai ke negara tetangga, apa kita tidak malu?

Terlebih karena terjadi oleh hal-hal yang sepele, yang sebenarnya masih bisa diatasi dengan kepala dingin.

10. Mengakui Perbedaan


Indonesia bukanlah 1 golongan saja, melainkan berbeda-beda dari barat hingga ke timur. Semuanya berbeda dan bersatu di dalam Indonesia.

Banyak perbedaan yang ada di Indonesia, seperti :
  • Suku
  • Keturunan
  • Agama
  • Kepercayaan
  • Jenis kelamin
  • Kedudukan sosial
  • Warna kulit
  • dan sebagainya

Yang mana dengan adanya perbedaan tersebut harus membuat kita menjadi pribadi yang lebih kuat. Bisa lebih memahami karakter orang-orang atau kebudayaan yang lain.

Walaupun memang berbeda-beda, namun semua orang yang ada di dunia memiliki hak yang sama untuk hidup dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa harus membeda-bedakan yang satu dengan yang lain.

11. Berani Membela Kebenaran dan Keadilan


Semua yang terjadi di dunia ini pasti tidak hal-hal yang baik dan akan berjalan mulus begitu saja. Pasti ada kalanya ada yang salah dan ada yang minta adil.

Jika seseorang berada dalam kondisi atau situasi masalah, maka jangan pernah takut untuk menyuarakan kebenaran, walau itu hanya sendirian saja.

Keadilan juga senada dengan kebenaran. Karena setiap orang berhak mendapat perlakuan yang sama atau perlakuan yang adil di mata hukum.

Jadi, apabila hal yang dibela adalah hal yang benar dan adil, jangan takut, walaupun sendirian. Karena hukum pasti tahu dan yang mana akan diperlakukan secara adil.

12. Mengunjungi Teman yang Sakit


Teman yang sakit tentu membutuhkan semangat, dorongan dan motivasi dari orang lain. Di saat sakit, di saat itulah sedang down.

Buktikan jika kita selalu ada untuk teman. Karena di saat down, tentu saja membutuhkan dorongan untuk kembali sehat seperti sediakala.

Di lain sisi, mengunjungi teman yang sakit juga salah satu tindak kemanusiaan, yang menjunjung tinggi kemanusiaan yang beradab. Karena, kita peka terhadap sekitar.

13. Tidak Menyinggung Perasaan Orang Lain


Masing-masing individu di dunia ini diciptakan dengan kodrat dan sifat yang unik, berbeda antara yang satu dengan yang lain.

Jika disinggung, ada yang marah, ada juga yang cuek, dan ada yang biasa-biasa saja. Sementara itu, perilaku menyinggung tidaklah baik.

Menyinggung biasanya diutarakan dalam kondisi yang terdesak, seperti pada saat debat kusir yang tak ada habisnya, tak berujung temu dan alhasil menyinggung.

Terlebih jika sedang ada masalah dengan individu yang lain, perasaan menyinggung pasti akan selalu muncul untuk menjatuhkan lawan. Padahal, itu perilaku yang tidak baik.

14. Membantu Lansia yang akan Menyeberang Jalan


Orang-orang yang kesusahan, tidak hanya lansia, ada juga anak-anak dan orang yang mengalami gangguan mental, tentu membutuhkan bantuan kita.

Terlebih saat berada di jalan raya. Kita pasti sering melihat orang-orang yang kesusahan menyeberang jalan, apalagi yang tidak sanggup seperti golongan yang sudah disebut di atas.

Alangkah baiknya, jika kita sedang berkendara, berhentilah sejenak dan membantu menyeberangkannya. Jika kita sedang jalan kaki, maka bantu juga jangan pernah ragu.

Jika semua orang saling membantu satu sama lain, tentu akan terwujud kedamaian yang abadi.

15. Tidak Melakukan Kekerasan Kepada Orang Lain


Sebenarnya, jika dilihat kembali ke masa silam, orang Indonesia itu orangnya ramah-ramah.

Terbukti, banyak orang asing yang berkunjung ke Indonesia dan langsung suka, karena orang Indonesia itu ramah-tamah.

Jika terdapat masalah atau konflik yang menimbulkan perpecahan, cobalah untuk cari solusi dengan kepala dingin.

Namun, biasanya orang sekarang malah lebih mementingkan adu fisik. Padahal, konflik masih bisa dicari melalui jalan kekeluargaan. Jangan apa-apa main fisik dan main hakim sendiri.

Contoh Pengamalan Nilai ke-5 Sila Pancasila
Contoh Sikap Nilai Pancasila Sila ke-1 dan Penjelasannya
Contoh Sikap Nilai Pancasila Sila ke-2 dan Penjelasannya
Contoh Sikap Nilai Pancasila Sila ke-3 dan Penjelasannya
Contoh Sikap Nilai Pancasila Sila ke-4 dan Penjelasannya
Contoh Sikap Nilai Pancasila Sila ke-5 dan Penjelasannya

0 Komentar 15 Contoh Sikap Nilai Pancasila Sila ke-2 dan Penjelasannya

Post a Comment

KEREN! Teman-teman di sekitar kita telah berkomentar sebanyak lebih dari 1000 komentar! Sekarang giliran kalian! Ayo berkomentar!

Back To Top